<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seni budaya &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<atom:link href="https://majalahjakarta.id/kategori/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<description>Portal Berita Jakarta dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Aug 2025 17:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/MJ-100x100.jpg</url>
	<title>Seni budaya &#8211; MAJALAH JAKARTA</title>
	<link>https://majalahjakarta.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Daya Tarik Festival Bantengan Nuswantara ke 17 Kota Batu Menjadi Perhatian Mancanegara</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/daya-tarik-festival-bantengan-nuswantara-ke-17-kota-batu-menjadi-perhatian-mancanegara/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/daya-tarik-festival-bantengan-nuswantara-ke-17-kota-batu-menjadi-perhatian-mancanegara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 17:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=88031</guid>

					<description><![CDATA[MJ. BATU &#8211; Festival Bantengan Nuswantara merupakan event tahunan yang digelar oleh Pemda Batu, tema event ke 17 kali ini...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MJ. BATU &#8211; Festival Bantengan Nuswantara merupakan event tahunan yang digelar oleh Pemda Batu, tema event ke 17 kali ini bertajuk Nyawiji Kawulo Lestari Widodo, yang diikuti oleh 135 paguyuban baik lokal dan mancanegara dan dilaksanakan dipusat Kota Batu dengan start dari Stadion gelora brantas Bung Karno melewati jalan Gajah Mada hingga Jalan Panglima Sudirman, pada hari Minggu (3/72025).</p>
<p>Disepanjang rute setiap peserta menunjukan atraksinya dengan alat peraga yang menyerupai Banteng diiringi oleh alunan gendang serta pecutan cambuk yang menggelegar disetiap langkah kaki para pemain hingga sampai di depan panggung kehormatan dan berakhir di Rumah Dinas Wali Kota Batu.</p>
<p>Di garis finish, para peserta juga turut menampilkan semburan api dan tari-tarian. Beberapa pengunjung tampak kaget ketika banteng mulai mengamuk. Namun, itu disusul dengan sorak sorai dan tepuk tangan penonton diakhir atraksi kelompok bantengan.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan, pertunjukan tersebut tak hanya diikuti oleh warga asli Kota Batu dan Malang Raya. Namun juga mengundang beberapa tamu Internasional untuk tergabung dalam pertunjukan tahunan itu.</p>
<p>“Totalnya ada 14 orang yang tersebar dari berbagai Negara, seperti Malaysia, Kolombia, India, Jepang, Chile dan Hongkong, &#8220;ungkapnya.</p>
<p>Onny menyebut, Bantengan Nuswantara Trance sudah rutin digelar sejak 2008 silam. Artinya sudah 17 tahun Kota Batu mampu merawat budaya tersebut. Bahkan peminatnya cukup berkembang pesat dari tahun ke tahun.</p>
<p>Tak pelak, jika kesenian tersebut telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak terhingga. “Bahkan, seni Bantengan juga telah dikenalkan dalam Osaka World Expo 2025. Jelasnya.</p>
<p>Dia berharap dengan digelarnya event tahunan Bantengan akan semakin diminati, terlebih di tengah era modernisasi seperti saat ini tak memudarkan filosofi khas Kota Batu.</p>
<p>Nurochman selaku Wali Kota Batu mengatakan, pertunjukan seni tersebut dapat menjadi sarana silaturahmi para pelaku Bantengan Nuswantara di Jawa Timur. Namun kegiatan ini juga sebagai hiburan kelestarian seni budaya untuk masyarakat dan wisatawan.</p>
<p>&#8220;Terbukti acara Bantengan Nuswantara ini selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. &#8220;Ucap Nurochman semangat.</p>
<p>Cak Nur panggilan Wali Kota Batu juga mengaku kagum dengan pertunjukan Bantengan tahun ini yang berjalan cukup tertib. Itu berkat kekompakan, kolaborasi, dan komitmen yang tinggi guna memajukan kebudayaan Kota Batu.</p>
<p>&#8220;Semoga ke depannya, Bantengan Nuswantara Trance terus menjadi ikon Kota Batu sebagai junjungan kota wisata dan budaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terpisah, Tri Wulansari selaku pengurus DPP Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia mengungkapkan pentingnya menjaga serta melestarikan kebudayaan sebagai bentuk pemersatu Bangsa.</p>
<p>&#8220;Saya pribadi sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Pemda Batu, yakni mempertahankan apa yang telah menjadi tatanan kebudayaan demi terciptanya kearifan lokal. &#8220;Paparnya.</p>
<p>Wulan juga mengapresiasi atas gelaran itu. Terbukti festival Bantengan Nuswantara bukan hanya diikuti oleh peserta lokal, akan tetapi juga diminati para peserta dari Mancanegara, hal itu kata dia masyarakat memiliki semangat tinggi dengan menunjukkan bahwa kebudayaan lokal Indonesia tidak kalah hebatnya dengan Negara lain.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan tetap dipertahankannya festival ini sebagai event tahunan akan lebih memperluas minat masyarakat Indonesia untuk mencintai budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat mempertahankan kebudayaannya. &#8220;Pungkasnya.[]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/daya-tarik-festival-bantengan-nuswantara-ke-17-kota-batu-menjadi-perhatian-mancanegara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250803-WA0525.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Di Balik Pameran Lukisan Perupa Yos Suprapto Di Galeri Nasional</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/kontroversi-di-balik-pameran-lukisan-perupa-yos-suprapto-di-galeri-nasional/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/kontroversi-di-balik-pameran-lukisan-perupa-yos-suprapto-di-galeri-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 13:42:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seni budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=80123</guid>

					<description><![CDATA[MJ. Yogya _ Mengenai Polemik lukisan yang dipamerkan di galeri nasional. Sebagai Catatan Mas Suwarno dan Yos, sesama orang jogja...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MJ. Yogya _ Mengenai Polemik lukisan yang dipamerkan di galeri nasional. Sebagai Catatan Mas Suwarno dan Yos, sesama orang jogja sama seperti saya yang pernah tinggal di Yogya. Keduanya memiliki kredibilitas yang baik, hanya saja keduanya memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam urusan pameran di Galeri Nasional. Berikut Ada 3 hal menanggapi isu ini.</p>
<p>Pertama kedaulatan kurator, untuk suatu karya bermutu dan menyesuaikan dengan acuan, tema pameran, juga visi tempat pameran, maka masing-masing pihak tunduk terhadap aturan main yang ada. Masing2 pihak seperti kurator, perupa, maupun galeri nasional bisa bersepakat untuk tidak sepakat dan tetap saling menghargai keputusan itu sebagaimana hal tersebut telah diketahui publik.</p>
<p>Kedua, strategi marketing (pemasaran) dengan meningkatkan eskalasi dan diskursus mengenai materi pamer yang berujung pada atensi publik terhadap pameran tersebut maupun keinginan untuk memiliki karya dari si perupa.</p>
<p>Informasi terkini, perupa Yos Suprapto menginformasikan bahwa 3 karya telah terjual sekalipun harga tidak disebutkan. Kita tahu bahwa tidak banyak perupa yang beruntung mengalami nasib yang karyanya terjual. Ini menyangkut juga kesejhateraan seniman. Kesadaran seni di republik ini, belum sepenuhnya tumbuh dan berkembang pesat di publik,</p>
<p>terkesan ekslusif. Harapannya dengan adanya polemik ini tumbuh kesadaran terhadap pentingnya seni, kesenian dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat,</p>
<p>berbangsa dan bernegara serta tidak hanya dijadikan sebagai bahan &#8216;gorengan&#8217; politik semata yang tidak berdampak positif bagi ekosistem kesenian itu sendiri.</p>
<p>Ketiga, salah tempat dan tema. Jika karya yang dipamerkan tidak sesuai degan tema yang ada maupun visi ysng diusung oleh pemilik tempat pameran,</p>
<p>maka ini tidak akan terjsdi pameran yang diharapkan. Namun demikian perlu diketahui, Ruang pamer itu tidak hanya galeri nasional, banyak tempat lain seperti balai budaya artpreneur, bentara atau tempat pameran lainnya,</p>
<p>&#8220;Jadi istilah &#8216;pembredelan&#8217; tidak tepat, yang terkesan ada intervensi sepihak terhadap ruang-ruang seni yang ada.</p>
<p>Namun demikian, melalui kontroversi tersebut, kita sama-sama disadarkan pentingnya seni dalam kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk berdampak positif bagi kebebasan berekspresi maupun kesejahteraan seniman, tidak sekedar diskursus politik.</p>
<p>Salam Budaya,</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/kontroversi-di-balik-pameran-lukisan-perupa-yos-suprapto-di-galeri-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241226-WA0580.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sastra Indonesia Menggeliat: Launching dan Diskusi Buku Antologi Puisi &#8220;Ibu, Aku Anakmu&#8221; di TIM Jakarta</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/sastra-indonesia-menggeliat-launching-dan-diskusi-buku-antologi-puisi-ibu-aku-anakmu-di-tim-jakarta/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/sastra-indonesia-menggeliat-launching-dan-diskusi-buku-antologi-puisi-ibu-aku-anakmu-di-tim-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 09:01:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=80013</guid>

					<description><![CDATA[MJ. Jakarta – Dunia sastra Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya melalui acara Launching dan Diskusi Buku Antologi Puisi bertajuk &#8220;Ibu, Aku...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MJ. Jakarta</strong> – Dunia sastra Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya melalui acara Launching dan Diskusi Buku Antologi Puisi bertajuk &#8220;Ibu, Aku Anakmu: Membaca Ibu Membaca Cinta &#038; Kasih Sayang&#8221; yang digelar di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta. Acara ini menghadirkan berbagai tokoh sastra, aktivis, dan figur publik untuk menggali perspektif mendalam tentang cinta dan kasih sayang seorang ibu. (24/12)</p>
<p>Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menjadi salah satu pembicara yang memberikan pandangan tentang sisi sosial dan politik peran perempuan, khususnya ibu, dalam masyarakat modern. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan seni, seperti pembuatan buku antologi puisi yang diselenggarakan oleh TISI. Saya sempatkan hadir di sini untuk memberikan dukungan secara langsung bahwa kegiatan ini penting sebagai bagian dari edukasi untuk memperkaya sisi seni kita, khususnya generasi muda,” ujar Rahayu.<br />
<img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154707_copy_447x299-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" class="alignnone size-large wp-post-80013 wp-image-80015" srcset="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154707_copy_447x299-400x225.jpg 400w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154707_copy_447x299-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><br />
Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya dukungan legislatif terhadap seni dan budaya. “Komisi VII bermitra dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Saya akan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan untuk memperkuat kesenian dan kebudayaan sebagai identitas bangsa. Sebab legislatif hanya memiliki tiga tugas, yakni legislasi atau membuat undang-undang, budgeting, dan pengawasan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, yang juga menjadi pembicara utama, menyoroti peran ibu dalam membentuk karakter anak dan generasi bangsa. “Ibu adalah sosok utama yang memberikan cinta tanpa syarat, membentuk fondasi kehidupan kita semua,” ungkapnya.<br />
<img decoding="async" src="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154753_copy_433x262-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" class="alignnone size-large wp-post-80013 wp-image-80016" srcset="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154753_copy_433x262-400x225.jpg 400w, https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-154753_copy_433x262-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><br />
Veronica Tan, dengan penuh antusias mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan dunia kesenian. Dalam pandangannya, selama ini sektor-sektor terkait seperti pemangku kebijakan, guru, sastrawan, dan budayawan cenderung berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya sinergi yang kuat.</p>
<p>“Singkirkan ego sektoral. Mari lakukan kolaborasi, karena kita memiliki wadah yang cukup mahal dan representatif yakni TIM (Taman Ismail Marzuki). Jadikan TIM sebagai pilot project kesenian, bukan hanya bagi Jakarta namun untuk Indonesia,” seru Veronica, yang akrab disapa Vero, saat berbicara dalam acara peluncuran dan diskusi buku antologi puisi &#8220;Ibu, Aku Anakmu&#8221; di Aula HB Jassin, TIM, Jakarta.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Veronica juga menunjukkan apresiasinya terhadap puisi sebagai medium seni yang sarat makna. Ia bahkan sempat membacakan puisi karya Fanny Jonathan Poyk, yang disambut dengan antusias oleh para peserta.</p>
<p>Lebih lanjut, Vero menyampaikan bahwa puisi dapat menjadi alat untuk menyadarkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang pentingnya perencanaan keluarga (family planning). “Oleh karenanya, perlu adanya kurasi untuk menjaga kualitas karya yang disajikan sehingga bermanfaat sesuai tujuannya,” tegasnya.</p>
<p>Kepala Dispusip Jakarta Dukung Kolaborasi<br />
Ajakan Veronica Tan ini mendapat tanggapan positif dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Syaefulah, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian PPPA.</p>
<p>“Dari pengalaman kami, meski sarana dan prasarana sudah tersedia, perlu adanya event atau kegiatan yang terorganisasi dengan baik agar dapat menarik minat masyarakat. Kami siap mendukung langkah kolaborasi ini,” ujar Syaefulah.</p>
<p>Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan TIM sebagai pusat kesenian yang tidak hanya membanggakan Jakarta, tetapi juga menjadi ikon kebudayaan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. &#8220;Dengan sinergi yang kuat, TIM dapat menjadi ruang kreatif yang mampu melahirkan karya seni yang bermutu dan berdampak luas,&#8221; pungkas Veronica.</p>
<p>Acara ini dipandu oleh Arief Joko Wicaksono, penyair sekaligus dosen Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), serta Swary Utami Dewi, aktivis gender, sosial, dan lingkungan, yang bertindak sebagai moderator dan MC.</p>
<p>Momen ini semakin berwarna dengan pembacaan puisi oleh para penyair ternama, seperti <strong>Jose Rizal Manua, Imam Ma&#8217;arif, Exan Zen, Fanny Jonathan Poyk</strong>, serta penyair internasional <strong>Dr. Abang Fatdell bin Abang Muhi</strong> dari Malaysia. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari audiens yang hadir.</p>
<p>Diskusi yang berlangsung mengangkat tema reflektif tentang cinta dan kasih sayang seorang ibu. Pertanyaan seperti, “Benarkah cinta seorang ibu mati suri dalam era modern ini?” menjadi bahan perbincangan utama yang menggugah pemikiran.</p>
<p>Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini dihadiri oleh kalangan akademisi, aktivis, dan mahasiswa yang turut menyemarakkan suasana diskusi.</p>
<p>Antologi puisi &#8220;Ibu, Aku Anakmu&#8221; tidak hanya menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan cinta dan kasih sayang universal, tetapi juga menjadi bukti bahwa sastra tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi lintas generasi dan negara, karya ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai peran ibu dalam kehidupan sehari-hari.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/sastra-indonesia-menggeliat-launching-dan-diskusi-buku-antologi-puisi-ibu-aku-anakmu-di-tim-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241225-152048_copy_491x312.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sawindu Galuh Pakuan Cup Seri VIII Festival Spektakuler Resmi Digelar di Subang</title>
		<link>https://majalahjakarta.id/sawindu-galuh-pakuan-cup-seri-viii-festival-spektakuler-resmi-digelar-di-subang/</link>
					<comments>https://majalahjakarta.id/sawindu-galuh-pakuan-cup-seri-viii-festival-spektakuler-resmi-digelar-di-subang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 08:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=79986</guid>

					<description><![CDATA[MJ. Subang &#8211; Sawindu Galuh Pakuan Cup Seri VIII kembali hadir sebagai festival budaya dan olahraga seni beladiri terbesar di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MJ. Subang</strong> &#8211; Sawindu Galuh Pakuan Cup Seri VIII kembali hadir sebagai festival budaya dan olahraga seni beladiri terbesar di Indonesia. Kegiatan ini resmi dibuka hari ini di GOR Gotong Royong, Kabupaten Subang.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Festival Spektakuler&#8221;, acara ini mempersembahkan Festival Tari Jaipongan Kreasi yang memperlihatkan kekayaan tradisional Sunda, menjadikannya yang pertama di Indonesia dengan konsep spektakuler tersebut.</p>
<p>Menurut Tine Yowargana B.A., B.E., M.H., akrab disapa Ting Ting, selaku Penanggung Jawab Kegiatan, acara ini adalah wujud nyata pengabdian untuk melestarikan budaya Sunda serta menghasilkan generasi penari berprestasi yang tidak hanya diakui oleh dunia pendidikan, tetapi juga pemerintah.  </p>
<p>“Festival ini kami selenggarakan secara mandiri untuk memajukan adat dan budaya Sunda serta membentuk peradaban dan karakter bangsa yang unggul. Acara ini adalah untuk kita, demi kesejahteraan masyarakat kita,” ungkapnya.  </p>
<p>Ting Ting menambahkan bahwa Sawindu Galuh Pakuan Cup memiliki misi besar untuk mendukung para penari dan pelaku seni budaya meraih pendidikan dengan jalur prestasi serta mendapatkan dukungan finansial melalui dana pembinaan tertinggi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Festival yang diselenggarakan dengan rutin ini memiliki tujuan utama selain peningkatan SDM, juga bagian dari gerakan kekuatan lembut yang dilakukan Galuh Pakuan dalam menata Peradaban dan karakter serta identitas Bangsa Sunda.&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ting Ting sebagai penanggung jawab di festival Galuh Pakuan ke Sawindu ini, adalah bagian dari kepedulian, Kecintaan dan pengabdian terhadap Tanah Sunda seperti yang telah di lakukan oleh leluhurnya diantaranya Ratu Ong Tien dll.</p>
<p>&#8220;Acara puncak akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Gubernur, forkopimda Jawa Barat dan Kabupaten Subang, juga akan di hadiri oleh praktisi seluruh beladiri, ormas Islam seperti PWNU Jabar, dan juga para kiyai Dari pesantren besar seluruh Jawa Barat.&#8221; terangnya.</p>
<p>Kompetisi ini menyediakan total hadiah sebesar 250 juta rupiah, termasuk Piala Bergilir Raja LAK Galuh Pakuan, Piala Bergilir Kementerian Kebudayaan RI, Kemkomindigi RI, RRI, serta Universitas Pendidikan Indonesia.  </p>
<p>R.M. Evi Silviadi S.B., Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Jawa Barat, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah dedikasi penuh untuk melestarikan seni budaya lokal. Ia menegaskan, “Acara ini adalah penghormatan terhadap warisan leluhur serta langkah konkrit mempersatukan bangsa melalui seni dan budaya.”  </p>
<p>Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional yakni, KH. Muh Musthofa Aqiel Siroj (Pengasuh PP. KHAS Kempek Cirebon), KH. Niamillah Aqiel Siroj (Pengasuh PP. KHAS Kempek Cirebon), KH. Umar Faruq (PP. Gedongan Cirebon), KH. Amiruddin Abdul Karim (Pondok Buntet Pesantren Cirebon), KH. Abdul Wahid Al Qudsi (Pengasuh PP. Al Musyarrofah Cianjur), KH. Aziz Hakim Syaerozi (PP. Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon), Dr. KH. Mu’in Abdurrohim, M. Pd (Pengasuh PPMH. Al Azhar Citangkolo Banjar), KH. Danial Hilmi (Pengasuh PP. Manba’ul Huda Kota Tasikmalaya)</p>
<p>Ting Ting memberikan bocoran bahwa acara puncak festival ini akan menjadi momen luar biasa untuk kebangkitan peradaban Sunda. “Rakyat akan menjadi saksi sejarah kembalinya kejayaan Sunda untuk kemajuan bangsa. Mari kita nantikan di tanggal 26 Desember 2024,” ucapnya penuh semangat.  </p>
<p>*Siarkan secara Langsung di YouTube*<br />
Seluruh kegiatan ini dapat disaksikan secara langsung melalui tiga panggung besar:<br />
&#8211; Panggung C (Kategori Tunggal Senior): [Tonton di sini] (https://youtube.com/live/sphmKkQe4xI?feature=share)<br />
&#8211; Panggung B (Kategori Tunggal Junior): [Tonton di sini] (https://youtube.com/live/wMhXVfJ86rw?feature=share)<br />
&#8211; Panggung A (Kategori Tunggal Kadet): [Tonton di sini] (https://youtube.com/live/KjJBvnCnGLc?feature=share)  </p>
<p>Kegiatan tersebut juga didukung oleh berbagai elemen antaranya PWNU Jawa Barat, Pesantren Gelar, Mazolat pilar jagat, Pesantren kempek Cirebon, Pesantren Buntet, Seluruh Pesantren lokal Subang, PCNU kabupaten se Jabar.</p>
<p>Dengan melibatkan lebih dari 4.000 peserta dari seluruh Indonesia, acara ini terus mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, menjadikannya pionir dalam penyelenggaraan seni budaya tingkat nasional. Jangan lewatkan momen ini untuk merasakan semaraknya kebudayaan Sunda yang mempersatukan seluruh lapisan masyarakat. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahjakarta.id/sawindu-galuh-pakuan-cup-seri-viii-festival-spektakuler-resmi-digelar-di-subang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://majalahjakarta.id/go/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241223-152957_copy_720x360.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
