Kekuatan Doa

DEPOKPOS – Menurut Abu Bassam Oemar Mita,Lc, do’a adalah sesuatu yang terlahir dari sebuah pemahaman, lahir dari sebuah kondisi makna.

Allah jadikan manusia itu lemah, lapar, dan memiliki macam kelemahan untuk menjadi medan ujian bagi kehidupan manusia.

Siapa mereka yang meminta dan berdoa kepada Allah dan siapa yang tidak berdoa dan tidak meminta pertolongan kepada Allah.”

Bahkan do’a adalah salah satu cara kita untuk memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan yang sering kita lakukan.

Di sebuah hadits shahih disebutkan:

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata: ‘’Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku’’.

Lalu Allah berfirman: ‘’ Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’’.

Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi.

Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘’ Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’’.

Lalu Allah berfirman: ‘’Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi.

Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: “Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’’. Lalu Allah berfirman: ‘’Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’’ Lalu dosanya diampuni.

BACA JUGA:  Keutamaan Shalawat

Lalu Allah berfirman: ’’Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya” (HR. Bukhari no. 7068).

Tentu ini bukan angin segar untuk terus ber maksiat. Karena seseorang bermaksiat hendaknya ia sadari bahwa belum tentu ia mendapatkan taufiq untuk bertaubat nasuha setelah maksiat dan belum tentu ia mati dalam keadaan sudah bertaubat bisa saja dia mati dalam keadaan sedang melakuakanmaksiat tersebut naudzubillah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِه

“Sungguh setiap amal tergantung pada bagian akhirnya” (HR. Bukhari no. 6493).

Dari hadist tersebut, bisa kita simpulkan bahwa bagian awal memang penting bukankah bagian akhir adalah penentu yang lebih penting, tak sedikit ahli ibadah yang akhirnya suulkhatimah, begitupun sebaliknya tak sedikit kita mendengar kisah seorang pendosa tau bisa meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, tapi bukan berari kita bisa berleha leha alangkah lebih baik danlebih utama di awal sampai akhir, berakhir dengan baik dan mulia.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…” (At-Tahrim: 8)

Maka bertaubatlah jemputlah hidayah. Kapan lagi kamu menjemput hidayah-Nya Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…” (At-Tahrim: 8)
Maka Menurut Habib Novel Alaydrus, doa artinya permintaan, permohonan, undangan. Jadi kalau kita sedang berdoa artinya kita sedang mengajukan permohonan kepada Allah ta’ala untuk urusannya.

BACA JUGA:  Ramadhan Bukan Bulan Biasa

Seperti dalam firman Allah :

“Ud’uunii astajib lakum”, panggil aku, aku akan jawab panggilan kalian. Allah merasa senang dengan hambaNya yang banyak berdo’a.

Sabda Nabi Muhammad saw., “Addu’a shilahul mukmin”, do’a itu senjatanya orang mukmin.

Berdoalah dengan mengandalkan jawaban dari Allah, jangan hanya mengandalkan usaha, tapi jangan meremehkan sebuah usaha. Panggillah Allah dengan penuh kesungguhan.

Allah akan memberikan jawaban, tetapi Allah juga tidak ingin kita tahu bentuk terkabulnya doa seperti apa. Allah akan memberikan jawaban dengan caraNya yang begitu indah. Begitu dawuh Habib Novel.

Lalu apa manfaat berdo’a?

Dalam segi medis atau kesehatan, berdo’a dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menenangkan seseorang.

Hal ini bisa menurunkan denyut nadi hingga dapat membantu sinkronisasi sistem jantung.

Penderita depresi atau penyakit kronis yang melakukan aktivitas religius setiap harinya dilaporkan menjadi lebih optimistis dibanding yang lain.

Sebagaimana dalam firman-nya dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“’Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.’’(QS.AL-Baqarah (2):186)

BACA JUGA:  Resmi Jadi Mualaf, Agnes Monica Nangis Saat Syahadat

Jadi, ALLAH SWT itu dekat dia tidak jauh seperti apa yang kita pikirkan, tempat sebaik-baiknya kembali, tempat mengadu keluh kesah dan kebahagiaan, tempat kerinduan yang mendalam, dan satu-satunya sang pencipta.

Lalu, apalagi yang kita ragukan dari kekuasaan dan penciptaan ALLAH SWT di bumi ini? Kita Cuma hidup sementara di dunia ini.

Jadi, tunggu apalagi marilah kita bersama-sama mendekat diri kepada ALLAH SWT.

Karena Doa dapat diibaratkan sebuah senjata, obat, serta pintu segala kebaikan. Setiap umat beragama pasti telah mendapatkan pengertian betapa pentingnya berdoa dalam kehidupan sehari-hari.

Beragam hal diminta seseorang saat berdoa, mulai kekuatan, keberanian, penghiburan, keselamatan, atau apa saja yang diinginkan.

Ayo… Semangat jangan lupa berusaha juga ya! Karena do’a kharus di dampingin dengan kerja keras.
‘’Teruslah bertumbuh dan nikmati hasil kerja kerasmu.” .
“Lakukan sekarang juga, sebelum ‘nanti’ berubah menjadi ‘tidak sama sekali’.”
“Tetap bertahan dan setia pada tujuan saat menghadapi hambatan adalah kunci kesuksesan.” .
“Sukses itu berawal dari setiap tantangan, bukan dari zona nyaman.”

ANISA PUTRI NABILA

Pos terkait