KELOMPOK MASYARAKAT KABUPATEN PASANGKAYU, LAPORKAN PT PASANGKAYU KE KEJAKSAAN AGUNG RI TERKAIT DUGAAN PENYEROBOTAN KAWASAN HUTAN

MJ, Pasangkayu SulBar – Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam komunitas alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan yang lainnya.

“Hutan untuk dilindungi, bukan untuk dirusak,” ujar Sanusi salah satu Kelompok Masyarakat Pelapor ke Kejaksaan Agung RI. (29/11/23)

“Tangkap perambah hutan serta oknum yang diduga terlibat” tandasnya Sanusi.

Hal itu ia sampaikan terkait dugaan Penyerobotan Kawasan Hutan yang di Lakukan PT Pasangkayu sebelumnya telah disuarakan sebelumnya oleh Kelompok masyarakat dan Aktivis. Hal ini tentu menjadi menarik untuk disimak dan di kawal bersama. Kelompok masyarakat Kabupaten Pasangkayu dan Aktivis mengajak seluruh Lapisan Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan untuk bersama-sama bersuara untuk melindungi Kawasan Hutan.

BACA JUGA:  Satuan Reskrim Polsek Kualuh Hulu, Berhasil Mengamankan Tiga Orang Pelaku Serta Barang Bukti Narkoba Dilokasi Yang Berbeda

Implementasi Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 Pasal 69 Ayat 1 dan 2 adalah Peran serta masyarakat dalam perlindungan kawasan hutan serta UNDANG-UNDANG Nomor 18 tahun 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN.

Kronologi izin PT Pasangkayu dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan izin pelepasan kawasan hutan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 98/kpts-II/1996 seluas 5.008 Hektar akan tetapi pada diktum Kelima keputusan ini menjelaskan bahwa apabila di dalam kawasan hutan tersebut terdapat lahan yang telah menjadi tanah milik, perkampungan, tegalan, persawahan atau telah diduduki dan digarap pihak ketiga, maka lahan tersebut tidak termasuk yang dilepaskan.

BACA JUGA:  Operasi Lilin Candi 2023, Polres Demak Siagakan 400 Personel Amankan Nataru

“Hal Mustahil di tahun 1996 lahan seluas 5.008 Hektar tidak ada masyarakat atau perkampungan serta tegalan di dalamnya. Pasti ada khususnya rumput Bada dan inde serta Bunggu”

Kelompok Masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat terus aktif dilapangan untuk mempertahankan Kawasan Hutan Dengan cara terus menjaga tiga Pos Kehutanan yang berdiri di beberapa tempat. Sebagai tanda dan bukti bahwa di kawasan hutan tersebut ada kawasan hutan. Meskipun sangat disayangkan di kawasan tersebut telah tertanam ratusan pohon sawit yang ditanam PT Pasangkayu.

BACA JUGA:  Paulus Bau Modok Meretas Kemiskinan Rakyat Dan Korupsi

“Kami minta kepada Presiden Republik Indonesia untuk terus mendesak Lembaga Negara terkait untuk mengusut tuntas Dugaan Penyerobotan Kawasan Hutan, Demi dan untuk perlindungan Sumber Daya alam dan Ekosistem” Tegas Dedi Kelompok Aktivis Pembela Masyarakat Penjaga Kawasan Hutan.(7/12/23)

Pos terkait