Kelompok Masyarakat PENERUS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA Mulai Petisi untuk Lindungi Hutan

MJ, Pasangkayu Sul-Bar – Kelompok Masyarakat PENERUS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, sebuah inisiatif masyarakat yang prihatin dengan perlindungan kawasan hutan, telah meluncurkan petisi sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran oleh PT PASANGKAYU terhadap Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013.

Keterlibatan Masyarakat dalam Perlindungan Hutan Kelompok ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, yang diatur oleh Undang-undang. Hutan diakui sebagai paru-paru dunia dan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Desa Pepe Sedati, Antre Beras Gratis Bantuan Pemerintah

Dugaan Pelanggaran oleh PT. PASANGKAYU diduga melanggar Undang-undang yang menciptakan kewajiban perlindungan terhadap kawasan hutan. Sebagai respons, kelompok ini mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kerusakan Hutan Menurut Data KLHK
Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kerusakan hutan di Indonesia mencapai ratusan ribu hektar per tahun selama periode tahun 2009-2013, memperkuat urgensi perlindungan lingkungan.

Panggilan untuk Pertanggungjawaban dan Investigasi Kelompok ini menegaskan bahwa PT. PASANGKAYU harus bertanggung jawab atas dugaan pelanggarannya dan mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mengambil langkah-langkah yang sesuai.

BACA JUGA:  Dharma Wanita Persatuan Kemenlu, Berikan Bantuan Dana Pendidikan

Dukungan Melalui Penyebaran Berita
Dengan membaca dan menyebarkan berita ini, kelompok tersebut berharap dapat memobilisasi dukungan masyarakat dan memberikan tekanan kepada PT. PASANGKAYU agar mematuhi undang-undang perlindungan kawasan hutan.

Komitmen untuk Pemulihan Lingkungan dan Keadilan Kelompok Masyarakat PENERUS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA berkomitmen untuk terus menyuarakan pemulihan lingkungan bagi generasi mendatang dan menuntut keadilan ekologis serta Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA:  Dua Tanggul Jebol Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro Tinjau Lokasi Rumah Warga Terdampak Banjir.

Ungkapan dari Aktivis Dedi Aktivis Inisiator PEOPLES LETTER, Dedi, menyatakan, “Bismillah, kami akan terus bersuara untuk melindungi Lingkungan dan Kawasan hutan. Lingkungan yang sehat dan Hutan yang terjaga adalah bagian dari Hak Asasi Manusia. Kami juga menuntut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap Kelompok Masyarakat dan Aktivis yang memperjuangkan masalah HAM dan Lingkungan.” Jum’at 9/2/2024

Kelompok Masyarakat PENERUS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA meminta dukungan luas dari masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan dan keadilan.

Pos terkait