Kemendag Janji Harga MinyaKita Selama Ramadan Rp14 Ribu, Tapi di Depok Sudah Rp16 Ribu

DEPOKPOS – Penjualan minyak goreng, MinyaKita secara online dinilai sebagai salah satu penyebab kelangkaan MinyaKita di pasar. Maraknya penjualan MinyaKita secara online, dilakukan melalui kerja sama dengan distributor bahkan ada toko online yang mendapatkan MinyaKita langsung dari produsen.

Kementerian Perdagangan nantinya akan memberikan sanksi kepada produsen yang tidak mengikuti dan memenuhi Domestic Market Obligation (DMO). Sanksi yang diberikan nantinya adalah pencabutan izin ekspor minyak.

BACA JUGA:  Stok Daging Sehat di Purwakarta Aman Hingga Lebaran

Saat ini, Kemendag menurunkan 6.700 situs dan toko online yang menjual produk MinyaKita. Kemendag memastikan seluruh produk minyak subsidi pemerintah hanya dapat dibeli di pasar tradisional. Penjualan MinyaKita pun akan dibatasi setiap orang hanya dapat membeli 2 liter MinyaKita.

Kemendag juga memastikan momen Ramadan dan Idulfitri tidak memengaruhi harga MinyaKita dengan harga eceran tertinggi yakni Rp14 ribu/liter.

BACA JUGA:  Menpora Dito Sambut Baik Cabor Korfball Dipertandingkan di PON 2024 dan SEA Games 2025

Minyakita di Depok Dijual Rp18 Ribu

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok memastikan minyak goreng bermerek Minyakita tidak langka. Saat ini, stok Minyakita di lima pasar tradisional terbilang cukup.

Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi, menjelaskan berdasarkan laporan lima pasar tradisional milik Pemkot, Minyakita tidak langka. “Kami pantau ke Pasar Agung, pedagang masih menjual Minyakita,” jelas Zamrowi.

BACA JUGA:  Polrestabes Surabaya Buka Hotline Aduan Terkait Peredaran Narkoba

Meski stok aman, lanjut Zamrowi harga Minyakita di pasaran cenderung naik dari 14 ribu menjadi 16 ribu per liter. “Kenaikan harga disebabkan penurunan suplai dari produsen dan distributor,” kata Zamrowi. []

Pos terkait