Kenali Penyebab Insomnia dan Pengobatannya

Kenali Penyebab Insomnia dan Pengobatannya

DEPOK POS – Insomnia berasal dari kata in dan somnus, in bermakna “tidak” dan somnus bermakna “tidur”, maka, insomnia memiliki makna tidak tidur, sulit tidur atau gangguan tidur. Insomnia terdapat tiga jenis, yaitu Initial Insomnia, Middle Insomnia, Late Insomnia, Insomnia Akut dan Insomnia Kronis.

Initial Insomnia merupakan gangguan tidur pada saat awal memasuki tidur. Middle Insomnia merupakan gangguan tidur dimana seseorang bangun di tengah malam dan sulit untuk tidur kembali. Dan Late Insomnia merupakan gangguan sulit tidur saat bangun pagi. Insomnia Akut merupakan gangguan tidur yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek, sekitar semalam sampai beberapa minggu. Sedangkan Insomnia Kronis merupakan gangguan tidur yang terjadi dalam jangka waktu lama, seperti beberapa hari dalam seminggu, setiap malam maupun berbulan-bulan.

Menurut Hoeve (1992), insomnia merupakan gangguan tidur seseorang yang terganggu. Orang yang mengalami insomnia tidak dapat tidur, sulit untuk tidur, atau mudah bangun dan kemudian tidak dapat tidur kembali. Hal ini dapat disebabkan dari gangguan fisik, seperti gejala depresi, kelelahan, dan kecemasan. Gangguan tidur ini berkaitan dengan durasi tidur (kuantitas) atau kantuk (kualitas). Orang yang memiliki gangguan insomnia kerap mengeluh tidak dapat tidur dengan pulas, tidak cukup tidur, mimpi buruk, dan merasa tidak fit.

BACA JUGA:  Stress pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Penyebab Insomnia

Insomnia dapat disebabkan dari berbagai macam faktor, yakni gangguan psikologis, suasana kamar tidur yang kurang nyaman, kegaduhan, pencahayaan yang terlalu terang, suhu kamar yang tidak teratur, teh, rokok, dan perbedaan waktu atau jet lag, peradangan pada sendi, mengidap penyakit seperti kanker, GERD, diabetes, gangguan stress pasca trauma (PTSD) dan sebagainya. Beberapa ahli berkata bahwa gangguan tidur tidak berkaitan langsung dengan penurunan hormon. Akan tetapi, penyakit psikologis, peningkatan kecemasan dan emosi yang kerap kali tidak teratasi karena kadar estrogen yang rendah.

BACA JUGA:  Protein Hewani Efektif Cegah Anak Alami Stunting

Gejala Insomnia

Gejala insomnia meliputi terjaga di malam hari, terbangun di malam hari dan sulit untuk tidur kembali, bangun terlalu pagi, merasa tidak cukup tidur, sakit kepala, merasa lelah di pagi hari, mudah marah, kurangnya konsentrasi, dan kesulitan dalam mengingat.

Pengobatan Insomnia

Menururt Woolfolk (1983) terdapat salah satu cara untuk mengatasi insomnia, yaitu dengan menggunakan metode relaksasi progresif. Relaksasi Progresif merupakan metode terapi perilaku untuk mengurangi ketegangan seperti ketegangan pada otot, dan kecemasan atau kekhawatiran. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Chicago Jacobson. Latihan relaksasi dapat memicu rasa kantuk, karena suasana yang tenang dan rileks dapat membantu seseorang untuk memasuki tahap awal tidur.

BACA JUGA:  Makanan Ultra Proses Perlahan Membunuhmu!

Insomnia dapat dikurangi dengan membuat jadwal tidur agar mendapat waktu tidur yang optimal, menghindari tidur siang, aktif di siang hari, menghindari makan di waktu malam, menghindari konsumsi kafein di malam hari, melakukan aktivitas rileksasi sebelum tidur, meredupkan atau mematikan lampu, menghindari penggunaan smartphone menjelang tidur, menata kamar agar nyaman, menyalakan aroma terapi, menyesuaikan suhu kamar agar nyaman.

Apabila insomnia tidak dapat teratasi dengan swamedikasi, maka segera konsultasikan dengan dokter dan biasanya dokter akan meresepkan obat tidur. Dan perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat bebas yang mengandung antihistamin dan pereda mabuk perjalanan guna membantu untuk tidur itu tidak direkomdasikan, karena dalam jangka panjang dapat menyebabkan pusing, kesulitan dalam buang air kecil dan penurunan fungsi kognitif.

Rizka Marsilea Crenata
Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Binawan

Pos terkait