DLHK Depok Ungkap Pentingnya Program Kampung Iklim

“Dari Proklim, masyarakat akan menerima manfaat, seperti meningkatkan ketahanan dalam menghadapi variasi iklim dan dampak perubahan iklim”

DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok tengah menggencarkan sosialisasi pelatihan Sistem Registrasi Nasional (SRN) dan Spektrum Program Kampung Iklim (Proklim), sebagai salah satu syarat menjadi peserta Proklim 2023.

Terdapat beberapa manfaat, khususnya untuk Kota Depok jika 63 kelurahan menerapkan program Proklim.

BACA JUGA:  SML Gandeng Investor Jepang Kembangkan Office Portfolio Partnership di CBD

“Dari Proklim, masyarakat akan menerima manfaat, seperti meningkatkan ketahanan dalam menghadapi variasi iklim dan dampak perubahan iklim,” ujar Kepala DLHK Kota Depok Ety Suryahati, disela kegiatan Sosialisasi Pelatihan SRN dan Spektrum Proklim di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Selasa (31/01/23).

Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati.
Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati.

Kemudian, ujarnya, dapat meningkatkan kualitas hidup dan sosial ekonomi masyarakat karena masyarakat semakin kompak dengan gotong royong. Keterampilan masyarakat juga meningkat sehingga dapat mengurangi pengeluaran sehari-hari dan menambah ekonomi keluarga.

BACA JUGA:  Anniversary TB Interpol Ke 17 Tahun, Gelar Silaturahmi dan Pelatihan Jurnalistik Teknik Dasar Dan Hukum Pers

“Proklim ini juga dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional. Serta terbangunnya kesadaran dan penerapan pola hidup rendah emisi GRK,” paparnya.

Untuk DLHK, sambung Ety, tersedia data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan potensi pengembangannya di tingkat lokal. Dengan harapan dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program pengendalian perubahan iklim.

BACA JUGA:  Putra Bungsunya Ingin jadi Polisi, Ini Kata Ketum FWJI

“Terakhir, Proklim dapat meningkatkan kemampuan masyarakat di tingkat lokal untuk mengadopsi teknologi adaptif terhadap perubahan iklim dan rendah emisi GRK,” tutupnya.

Pos terkait