Kesetaraan Gender jadi Tujuan ke-5 SDGs 2030

DEPOKPOS – Gender adalah perbedaan peran, sifat, sikap, dan perilaku yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dan peran gender dibagi menjadi peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial.

Kata gender dapat diartikan sebagai peran dan perilaku yang terbentuk secara sosial yang berakar pada proses sosialisasi dalam kaitannya dengan gender perempuan dan laki-laki.

Ada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, tetapi budaya menginterpretasikan perbedaan biologis tersebut sebagai seperangkat persyaratan sosial untuk perilaku yang sesuai dan karena itu untuk hak, sumber daya, dan kekuasaan.

Meskipun persyaratan ini bervariasi dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya, ada beberapa kesamaan yang mencolok. Misalnya, hampir semua kelompok masyarakat mendelegasikan tanggung jawab mengasuh anak kepada perempuan, sedangkan tugas militer dilimpahkan kepada laki-laki.

Seperti ras, etnis dan kelas, gender adalah kategori sosial yang sangat menentukan gaya hidup dan partisipasi seseorang dalam masyarakat dan ekonomi.

Tidak semua masyarakat mengalami diskriminasi berdasarkan ras atau etnis, tetapi semua masyarakat mengalami diskriminasi gender dalam bentuk perbedaan derajat yang berbeda-beda.

BACA JUGA:  Kebangkitan Timnas Indonesia di Era Shin Tae-Yong

Seringkali perlu beberapa waktu agar ketidakadilan ini berubah. Iklim ketidakadilan ini terkadang dapat berubah secara radikal karena perubahan politik dan sosial ekonomi.

Definisi kesetaraan gender mengacu pada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam pemenuhan hak dan kewajiban.

Diskriminasi gender masih terjadi di semua lapisan masyarakat, di seluruh dunia. Ini terlepas dari kemajuan signifikan dalam kesetaraan gender. Sifat dan tingkat diskriminasi sangat bervariasi antar negara atau wilayah.

Tidak ada wilayah di negara Dunia Ketiga di mana perempuan menikmati hak hukum, sosial dan ekonomi yang setara.

Perbedaan gender dalam kesempatan dan kendali atas sumber daya, keuangan, kekuasaan, dan partisipasi politik tersebar luas. Perempuan dan anak perempuan menanggung beban ketidaksetaraan yang diakibatkannya, tetapi pada dasarnya mereka menyakiti semua orang.

Oleh karena itu, kesetaraan gender menjadi tema dari tujuan pembangunan yang memiliki nilai tersendiri. Kesetaraan gender memperkuat kemampuan suatu negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan memerintah secara efektif.

Oleh karena itu, mempromosikan kesetaraan gender merupakan elemen kunci dari strategi pembangunan untuk membantu perempuan dan laki-laki keluar dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

BACA JUGA:  8 Tips Mengatasi Overthinking: Menyegarkan Pikiran dan Menenangkan Jiwa

Tujuan utama dari tema kesetaraan gender adalah mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan dengan target yang harus dicapai pada tahun 2030 yaitu :

  • Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak perempuan dimana saja.
  • Mengeliminasi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan pada ruang publik dan privat, termasuk perdagangan (trafficking) dan seksual dan bentuk eksploitasi lainnya.
  • Menghapukan segalasemua praktek-praktek yang membahayakan, seperti perkawinan anak, dini dan paksa dan sunat pada perempuan.
  • Menyadari dan menghargai pelayanandan kerja domestik yang tidak dibayar melalui penyediaan pelayanan publik, kebijakan perlindungan infrastruktur dan sosial serta mendorong adanya tanggung jawab bersama didalam rumah tangga dan keluarga yang pantas secara nasional.
  • Memastikan bahwa semua perempuan dapat berpartisipasi penuh dan mendapat kesempatan yang sama untuk kepemimpinan pada semua level pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan public.
  • Memastikan adanya akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi dan hak reproduksi sebagaimana telah disepakati dalam Program Aksi Konferensi Internasional mengenai Kependudukan dan Pembangunan dan Aksi Platform Beijing dan dokumen hasil dari konferensi review keduanya.
  • Melakukan reformasi untuk memberikan hak yang sama bagi perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi dan juga akses terhadap kepemilikan dan kontrol terhadap tanah dan bentuk property lainnya pelayanan finansial, warisan dan sumber daya alam, sesuai dengan hukum nasional.
  • Memperbanyak penggunaan teknologi terapan, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, untuk mendukung pemberdayaan perempuan.
  • Mengadopsi dan menguatkan kebijakan yang jelas dan penegakkan perundang-undangan untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan pada semua level.
BACA JUGA:  Hindari Bullying di Sekolah dengan Cara Ini

Semoga semua itu dapat terwujud pada tahun 2030 ataupun bahkan jauh sebelum itu. Sudah sepatutnya kita sebagai yang paham akan kesetaraan gender untuk turut ikut andil dalam mewujudkannya. Agar terciptanya dunia kita yang lebih baik.

Salma Dzakiyah

Pos terkait