Ketidakpastian Politik dan Hukum Akan Berdampak Pada Keputusan Investasi

MJ, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen merupakan pencapaian yang positif, terutama mengingat banyak negara menghadapi tantangan ekonomi, terutama yang terkait dengan ketidakpastian geopolitik.

“Jokowi mungkin merasa bangga karena pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat menjadi indikator keberhasilan kebijakan ekonomi dan manajemen pemerintahan. Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan ekonomi bukanlah satu-satunya indikator kesejahteraan masyarakat. Distribusi pendapatan, kesetaraan, pengurangan kemiskinan, dan berbagai faktor sosial lainnya juga harus dipertimbangkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penting juga untuk mengatasi berbagai masalah internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di masa depan,” ujar Jisman.M. Lubis Praktisi Ekonomi dan Perbankan dalam tulisanya yang diterima Majalahjakarta.id Rabu (6/12/2023).

Dari pandangan Jisman, Analisis terhadap kinerja ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerlukan pemahaman tentang berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ada 5 poin hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis situasi ini termasuk yakni, 1. Pandemi COVID-19: Wabah COVID-19 secara signifikan mempengaruhi kinerja ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kontraksi ekonomi pada tahun 2020 sebagian besar disebabkan oleh pembatasan ekonomi dan dampak global dari pandemi. Pemulihan ekonomi setelah pandemi memberikan harapan, tetapi mencapai pertumbuhan sebesar 7% dalam waktu singkat mungkin menjadi tugas yang sulit. 2. Target Pertumbuhan yang Ambisius: Target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% mungkin dianggap ambisius, terutama dalam kondisi global yang tidak pasti. Faktor-faktor seperti tingkat investasi, konsumsi masyarakat, dan pertumbuhan sektor-sektor utama perlu diperhatikan dalam menilai realisme target tersebut. 3. Reformasi Struktural: Upaya pemerintah dalam melakukan reformasi struktural, termasuk perbaikan iklim investasi, infrastruktur, dan reformasi sektor-sektor kunci, dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, hasilnya mungkin tidak terlihat dalam waktu singkat. 4. Kondisi Geopolitik dan Global: Faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan perubahan kondisi global dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pemerintah mungkin perlu menyesuaikan kebijakan ekonomi dengan kondisi global yang berubah. 5. Distribusi Pendapatan dan Kesetaraan: Meskipun pertumbuhan ekonomi penting, distribusi pendapatan dan kesetaraan juga krusial untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial, urainya.

BACA JUGA:  Cerita Para Pemuda Pemerhati Monta Bassi, Batu Mustika Bertuah dari Sulawesi Selatan

Menurut Putra Laguboti ini menjelaskan, bahwa kebijakan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia, seperti tol laut, tol darat, dan bendungan, merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan keadilan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Konsep Indonesia Sentris, dengan fokus pembangunan di luar pulau Jawa, mencerminkan komitmen Presiden Jokowi untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Upaya ini diharapkan kata Jisman, dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi disparitas ekonomi antarwilayah. Selain itu, pencapaian dalam diplomasi global, seperti penyelenggaraan pertemuan G20 di Bali, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam kancah internasional.

“Keberhasilan menyelenggarakan acara tersebut di tengah kondisi dunia yang sulit mencerminkan kemampuan diplomasi yang diakui oleh dunia internasional. Meskipun demikian, penilaian terhadap kinerja pemerintahan Jokowi tetap subjektif, dengan berbagai pandangan yang dapat muncul tergantung pada perspektif dan prioritas masing-masing individu,” tandasnya.

Kata Jisman Kembali menjelaskan, bahwa capaian dalam pembangunan infrastruktur jalan, terutama yang diuraikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menunjukkan upaya pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas di seluruh Indonesia. Peningkatan panjang jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota mencerminkan komitmen untuk meratakan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, mengurangi disparitas pembangunan regional.

Pengembangan jalan tol yang signifikan juga berpotensi meningkatkan efisiensi transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pembangunan bendungan yang meningkat jumlahnya memiliki dampak positif pada sektor pertanian, pengendalian banjir, dan pembangkit listrik. Peningkatan kapasitas irigasi dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sementara kontrol banjir dapat melindungi masyarakat dan aset dari risiko banjir.

Selain itu kata Jisman, pertambahan kapasitas pembangkit listrik nasional lebih dari 20 gigawatt dapat mengurangi kekurangan pasokan listrik dan mendukung keberlanjutan sektor energi. Meskipun capaian ini menggambarkan progres yang signifikan, perlu juga mempertimbangkan aspek lain seperti dampak lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Selain itu, evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek-proyek infrastruktur juga penting untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

“Dengan demikian, capaian ini seharusnya diapresiasi, sambil terus mempertimbangkan aspek-aspek tersebut dalam pengembangan infrastruktur di masa mendatang, paparnya.

BACA JUGA:  Tangani Kemacetan Lalin di Bundaran Taman Pelangi, Surabaya Rencana Bangun Underpass

Disisi lain Jisman menerangkan, Pemerintahan yang menetapkan target pendapatan negara sebesar Rp2.803,2 triliun dalam APBN 2024 menandakan ambisi untuk mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan yang kompleks. Strategi-strategi yang diterapkan untuk mencapai target yang lebih besar dari APBN 2023 memerlukan pendekatan yang cermat dan terencana.

Menurut Dia, suku bunga yang tinggi untuk waktu yang lebih lama dan fenomena El Nino adalah tantangan serius yang perlu dihadapi. Suku bunga yang tinggi dapat memengaruhi beban utang dan biaya pinjaman, sehingga diperlukan manajemen utang yang efisien dan kebijakan moneter yang tepat. Sementara itu, El Nino dapat berdampak negatif pada sektor pertanian dan menyebabkan ketidakpastian dalam ketahanan pangan, sehingga perlunya perencanaan mitigasi risiko dalam sektor ini.

Jadi kata Jisman menguraikan dalam menghadapi kondisi ini, strategi yang komprehensif dan berkelanjutan sangat diperlukan. Mungkin termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan non-migas, seperti diversifikasi sumber pendapatan, pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial, dan peningkatan investasi. Selain itu, perlunya fokus pada efisiensi pengeluaran dan penggunaan anggaran secara bijaksana untuk mengoptimalkan hasil dari setiap rupiah yang diinvestasikan. Penting juga untuk memperkuat kerja sama internasional dan menjaga stabilitas makroekonomi sebagai langkah-langkah preventif terhadap potensi dampak negatif dari perubahan suku bunga global dan perubahan iklim. Evaluasi dan penyesuaian terus-menerus terhadap strategi ini akan menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian eksternal dan internal yang mungkin timbul. Selain itu, partisipasi dan transparansi dalam perencanaan dan implementasi kebijakan ekonomi dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan investor. Dengan demikian, pemerintah dapat membangun fondasi yang kuat untuk mencapai target pendapatan negara yang ambisius dalam APBN 2024, ungkapnya.

Pesta Demokrasi Pemilu 2024

Menghadapi Pemilu 2024, Indonesia memang berada di persimpangan yang signifikan dengan potensi dampak yang besar terhadap perekonomian dan struktur pasar kerja. Pemilu bukan hanya sebuah peristiwa politik, tetapi juga menjadi faktor penting yang membentuk arah kebijakan ekonomi dan bisnis di masa depan. Pertanyaan sekarang bukan hanya seputar apakah akan ada dampak, tetapi seberapa besar dan dalamnya dampak yang akan terjadi.

“Pemilu dapat menciptakan ketidakpastian, terutama dalam kebijakan ekonomi dan regulasi bisnis. Para pemimpin bisnis perlu memperhatikan perkembangan politik dan kebijakan yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintah baru. Ketidakpastian politik dapat mempengaruhi keputusan investasi, perencanaan bisnis, dan strategi pengembangan perusahaa”

BACA JUGA:  Penanganan Kasus Plumpang, DPR: Luhut Jangan Asal Bicara!

Selain itu, Pemilu dapat menciptakan fluktuasi pasar keuangan, yang pada gilirannya dapat berdampak pada iklim investasi dan kepercayaan konsumen. Para pemimpin bisnis perlu menganalisis potensi risiko dan peluang yang muncul selama periode Pemilu untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menjaga stabilitas operasional dan keuangan Perusahaan, ujar Jisman.

Di sisi lain kata Jisman, Pemilu juga dapat membuka peluang baru. Pemerintahan yang baru terpilih mungkin membawa kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi. Pemimpin bisnis yang proaktif dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan strategi yang responsif terhadap dinamika pasar yang baru. Dengan mengawasi dengan cermat dinamika politik, pemimpin bisnis dapat mengantisipasi perubahan-perubahan signifikan dan bersiap untuk merespons dengan cepat.

Ini termasuk membangun fleksibilitas dalam strategi bisnis, memperkuat manajemen risiko, dan membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan politik untuk memahami lebih baik perubahanperubahan yang mungkin terjadi. Secara keseluruhan, kehati-hatian dan kesiapan adalah kunci dalam menghadapi dampak Pemilu 2024 terhadap dunia bisnis. Para pemimpin bisnis perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang lingkungan politik dan ekonomi yang berkembang, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dan kesuksesan perusahaan di tengah dinamika perubahan politik,” ungkapnya.

Dari pandangan Jisman Lubis, Kesadaran para HR dan pemimpin bisnis terhadap dampak Pemilu 2024 bukan hanya sebatas pemahaman terhadap ekonomi dan pasar kerja, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut dengan strategi dan perencanaan yang cerdas. Mengetahui dinamika gaji terkini dan pekerjaan yang paling dicari menjadi kunci dalam menavigasi lingkungan yang berubah-ubah, sehingga perusahaan dapat mempertahankan daya saingnya. Mengadaptasi strategi pengelolaan sumber daya manusia dengan memahami perubahan dalam struktur pekerjaan yang dibutuhkan oleh pasar dapat membantu organisasi tetap relevan. Terlebih lagi, pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar yang akan datang memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan talenta internal dan merencanakan rekrutmen yang tepat waktu,” pungkasnya.

Pos terkait