Klorinasi pada Air dapat Mencegah Diare, Mengapa?

DEPOK POS – Seperti yang Anda ketahui, air bersih memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan manusia. Air yang tercemar, dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah penyakit diare. Diare merupakan kondisi dimana feses atau tinja seseorang berbentuk cair dan frekuensi buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih per harinya. Diare dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Diare menjadi penyebab utama kedua kematian pada anak di bawah usia lima tahun di dunia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018, persentase tertinggi kejadian diare adalah sebesar 11,5% yang terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun yang bertempat tinggal di pedesaan. Sebelum mengetahui apa faktor penyebab dari diare, Anda perlu mengetahui gejala yang muncul ketika seseorang mengalami diare. Beberapa gejala diantaranya yaitu meningkatnya frekuensi buang air besar sebanyak lebih dari 3 kali sehari dengan feses yang dihasilkan berupa cairan ataupun lembek, merasa mual, kram pada perut, hingga adanya darah pada feses.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diare, seperti faktor agent, pejamu, lingkungan, dan perilaku manusia. Faktor lingkungan yang tidak sehat merupakan faktor dominan yang dapat menyebabkan diare, yaitu akibat adanya interaksi antara sarana air bersih dengan tempat pembuangan tinja. Pembuangan tinja sembarangan yang tidak baik tentunya akan menyebabkan terjadinya pencemaran pada air, tanah, atau menjadi sumber infeksi. Air yang tercemar dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menyebabkan terjadinya diare.

BACA JUGA:  Pengaruh Virus Hepatitis B Terhadap Ibu Hamil

Selain faktor lingkungan, faktor perilaku manusia juga perlu diperhatikan. Perilaku mencuci tangan sebelum makan, mencuci peralatan makan sebelum digunakan, mencuci bahan makanan, dan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar harus dilakukan dengan baik dan benar. Jika tidak dilakukan dengan baik dan benar, potensi bakteri penyebab diare masuk ke dalam tubuh akan muncul. Selain itu, diare juga dapat terjadi akibat dari seseorang yang mengonsumsi air yang tidak bersih dan tercemar. Dengan kata lain, sumber penyebab diare paling tinggi berasal dari media air.

Secara garis besar, diare terjadi akibat dari penggunaan atau konsumsi air yang telah terkontaminasi oleh bakteri penyebab diare. Sanitasi air yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya diare. Dengan begitu, air yang digunakan pada suatu rumah tangga tentunya harus bersih agar tidak menyebabkan kejadian diare. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi air dari berbagai macam kuman. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjernihkan air adalah dengan cara klorinasi air. Apa itu klorinasi? Pengertian dari klorinasi itu sendiri adalah proses pengolahan air minum dengan menambahkan klorin ke dalam air sehingga air aman dari bakteri dan virus yang dapat menyebabkan sakit. Menurut beberapa penelitian yang ada, dengan dilakukannya penambahan klorin pada pengolahan air secara efektif dapat menurunkan kejadian penyakit diare. Cara klorinasi ini sudah cukup lama dilakukan, yaitu sejak tahun 1990. Cara ini juga lebih mudah dan murah untuk dapat dilakukan di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:  Mengenal Lebih Jauh Hepatitis C

Walaupun hanya dengan biaya yang lebih murah, proses klorinasi air ini menghasilkan banyak manfaat yang dijadikan sebagai kelebihan dari proses klorinasi itu sendiri. Apa saja manfaat dan kelebihan dari proses klorinasi?

Pertama, proses klorinasi dapat membunuh bakteri dan virus pada air yang dapat menyebabkan diare. Ketika klorin dituang ke dalam air, klorin akan menembus membran sel pada bakteri. Klorin tersebut kemudian dapat mengganggu proses metabolismenya sehingga bakteri menjadi tidak aktif. Klorin juga dapat masuk ke dalam virus dan melemahkan kemampuan virus untuk bisa menginfeksi manusia. Selain membunuh bakteri dan virus, klorinasi juga dapat menghilangkan jamur dan alga yang terdapat pada wadah air, pipa air, dan tangki penyimpanan air. Oleh karena itu, klorinasi dapat mengurangi mikroorganisme penyebab penyakit dalam air ke tingkat yang sesuai peraturan.

Kedua, tidak hanya menghilangkan mikroorganisme, klorinasi juga dapat menghilangkan berbagai zat kimia, seperti zat besi dan mangan terlarut dari air mentah. Selain itu, terkadang air memiliki rasa dan bau yang tidak enak. Hal tersebut juga dapat dihilangkan menggunakan klorinasi, seperti menghilangkan bau telur busuk dengan menghancurkan hidrogen sulfida dan menghilangkan rasa yang tidak enak dengan cara menghilangkan amonia dan senyawa nitrogen lainnya. Selain itu, air yang tidak dirawat dapat ditumbuhi ganggang yang mengeluarkan senyawa kimia dalam bentuk lendir dan berbau busuk serta adanya vegetasi yang membusuk. Hal tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan klorinasi.

BACA JUGA:  Ini Manfaat Lain Pasta Gigi yang Jarang Diketahui

Ketiga, proses klorinasi sangat mudah untuk dilakukan. Penggunaan klorin dilakukan hanya dengan menambahkan produk berbasis klorin, seperti cairan pemutih, Natrium hipoklorit, Kalium hipoklorit (kaporit), ataupun Klorin dioksida ke dalam air. Diantara beberapa jenis produk berbasis klorin, Kalium hipoklorit (kaporit) merupakan produk yang paling sering digunakan. Klorinasi menggunakan Kalium hipoklorit (kaporit) dilakukan dengan menambahkan 6-10 gram kaporit murni pada setiap 1000 Liter air atau 12-20 gram kaporit 50% setiap 1000 Liter air.

Keempat, walaupun menggunakan bahan kimia, proses klorinasi tidak membahayakan kesehatan jika tertelan atau terkena kulit. Jumlah klorin yang terdapat di air tidak akan menyebabkan iritasi pada kulit atau masalah kesehatan lain jika tertelan karena jumlahnya sangat sedikit di dalam air.

Dengan berbagai manfaat yang dihasilkan dari proses klorinasi, Anda tentunya dapat menerapkan penggunaan klorin pada air dalam rumah tangga Anda untuk mencegah terjadinya penyakit diare yang dapat disebabkan dari penggunaan atau konsumsi air dengan kualitas yang buruk bahkan telah tercemar untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Namun, dalam menggunakan klorin tentunya harus tetap memperhatikan takaran klorin yang akan dituang ke dalam air karena jika tidak memperhatikan jumlah takarannya, klorin dapat menimbulkan efek samping pada air, seperti adanya bau dan rasa pada air yang diklorinasi.

Oleh Ahya Amaniy Daniya, Annisa Putri Calista

Pos terkait