Komunikasi Bisnis pada K-Drama

Komunikasi bisnis merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah kegiatan bisnis.
Semua aktivitas bisnis yang terorganisir dengan baik bergantung pada proses komunikasi bisnisnya.

Menurut Rosenbalt “1982:7” Komunikasi bisnis ialah komunikasi yang dipakai di dalam dunia bisnis berupa pertukaran ide-ide, opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui komunikasi verbal maupun non verbal untuk mencapai tujuan tertentu perusahaan.

Tujuan komunikasi bisnis itu sendiri bermacam-macam, ada yang bertujuan memberikan informasi, menimbulkan kolaborasi, melakukan persuasi maupun penyampaian ide kepada pihak lain.

Pada tujuan komunikasi bisnis berupa persuasi, bisa kita temukan pada kegiatan bisnis berupa negosiasi. Dimana pada kegiatan ini kita melakukan upaya persuasi kepada pihak lain untuk mencapai kesepakatan agar tercapainya sebuah tujuan.

Untuk dapat memperoleh hasil yang optimal dalam bernegosiasi, setiap pihak perlu memahami prinsip win-win solution.

Apa sih prinsip win-win solution itu?

Secara Bahasa, Win-win itu berarti saling menguntungkan.

Dalam artian, pada keputusan akhir semua pihak yang terlibat tidak merasa dirugikan dan semua pihak memperoleh manfaat yang sama-sama menguntungkan.

Mengutip buku Komunikasi Bisnis Teori dan Praktik karya Dr. Nieke Masruchiyah (2022), teknik win win solution dapat membangun hubungan harmonis antara kedua belah pihak dalam jangka panjang. Ini dapat tercapai apabila keduanya mau bekerja sama mewujudkan tujuan yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:  Daun Seledri Dapat Turunkan Hipertensi

Berbicara komunikasi bisnis, di K-Drama yang saat ini sedang marak-maraknya menyerang kaula muda, ternyata bisa kita temukan salah satu contoh komunikasi bisnis loh.

Yaaa, contohnya pada K-Drama yang berjudul “Dali and cooky prince”

Drama komedi romantis yang digarap oleh Lee Jung Sub, Son Eun Hye dan Park Se Eun, di bintangi oleh Kim Min Jae dan Park Gyu Young.

Secara garis besar drama ini menceritakan tentang perjuangan Kim Da Li (Park Gyu Young) seorang ahli waris galeri cheongsong yang terancam bangkrut karna terhimpit hutang dan berbagai masalah dari orang-orang yang menginginkan galeri tersebut.

Jin Moo Hak (Kim Min Jae) merupakan pemuda yang sangat menyukai uang kebetulan terlibat dalam investasi pada galeri cheongsong tersebut, demi mendapatkan kembali uangnya Jin Moo Hak berniat mengubah manajemen yang ada di galeri tersebut.

Konflik yang mendasari untuk melakukan negosiasi muncul pada episode 6, dimana galeri cheongsong akan mengadakan sebuah pameran kelompok para seniman. Pada pameran tersebut salah satunya terdapat seniman bernama Nona Hong yang terkenal dengan karya seninya yang berjudul “The Living and The Dead” dimana karya seni tersebut berisi kumpulan barang-barang bekas, dengan ketidaktahuan Jin Moo Hak mengenai seni ia membereskan karya seni tersebut dan membuangnya ke luar karena mengira barang-barang tersebut adalah sampah. Kehebohan terjadi di galeri karena hilangnya karya seni dari series “The Living and The Dead” milik Nona Hong yang akan mereka pajang di galeri untuk kebutuhan pameran.
Nona Hong yang hari itu berniat akan mengawasi persiapan pameran di galeri dibuat kaget karna melihat karya seninya berada diluar dengan keadaan hancur. Mengetahui hal tersebut Nona Hong marah dan mengurungkan niatnya untuk mengikuti pameran tersebut kemudian meminta karya seninya dikirim kembali ke studio tempatnya tanpa kurang satu pun.

BACA JUGA:  Perjuangan Gen Z Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Masa Kini

Dengan adanya kejadian ini Kim Da Li yang merupakan direktur baru galeri cheongsong kebingungan, karena Nona Hong merupakan seniman yang diandalkan pada pamerannya kali ini.

Kim dali ditemani oleh Nona Song (Kurator galeri) mendatangi studio tempat Nona Hong tinggal dengan maksud melakukan negosiasi agar Nona Hong mau kembali mengikuti pameran di cheongsong. Sesampainya disana, berbekal buah tangan berupa buah-buahan Kim Da Li dan Nona Song melakukan negosisasi dengan seniman tersebut.

Solusi pertama yang ditawarkan yaitu berupa ganti rugi, namun Nona Hong menolak dengan alasan kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi, solusi kedua yang ditawarkan berupa kunjungan artis yang di sponsori oleh Yayasan Hamilton di New York tapi Nona Hong tetap menolak dengan alasan jadwalnya sudah penuh sampai tahun depan, Solusi ketiga yang ditawarkan berupa pameran tunggal Nona Hong yang akan diadakan setahun sekali oleh galeri choengsong, Kemudian Nona Hong menyetujui solusi tersebut.

BACA JUGA:  FOMO Mulu, Hati-Hati Stress!

Sebelum Da Li datang ke studio Nona Hong, ternyata Jin Moo Hak sudah datang terlebih dahulu dengan sekretarisnya dan juga melakukan negosiasi agar Nona Hong tetap mengikuti pameran di Cheongsong, Negosiasi ini selesai dengan kesepakatan Jin Moo Hak harus membeli Karya seni pertama Nona Hong dalam Seri “The Living and The Dead” maka Nona Hong bersedia untuk mengikuti kembali pameran tersebut kemudian Jin Moo Hak pun menyetujui hal itu.

Simpulnya Negosiasi yang terjadi antara Kim Da Li, Jin Moo Hak, dan Nona Hong berakhir dengan keputusan saling menguntungkan, dimana Da Li dan Jin Moo Hak diuntungkan dengan kedatangan kembali Nona Hong di pamerannya, dan Nona Hong mendapat keuntungan berupa pelaksanaan pameran tunggal setiap tahunnya di cheongsong.

Kiranya dari penggalan kisah diatas bisa mengilustrasikan mengenai apa itu Negosiasi dengan prinsip win-win solution.

Desya Malta Safitri,
Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.

Pos terkait