Komunikasi Lintas Budaya dalam Dunia Bisnis

Komunikasi Lintas Budaya dalam Dunia Bisnis

DEPOK POS – Setiap orang di dunia ini pasti tidak akan pernah lepas dari komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, Banyak atau sedikit aktivitas yang mereka lakukan pasti membutuhkan komunikasi.

Apa itu komunikasi ? Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi dari dua orang atau lebih melalui penggunaan tanda, simbol, maupun perilaku atau tindakan. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, komunikasi juga dilakukan di dalam dunia bisnis.

Salah satunya komunikasi lintas budaya, Komunikasi memiliki peran yang sangat besar dalam dunia bisnis khususnya mereka yang bergabung di dunia bisnis berskala internasional untuk mencapai kesuksesan di tengah persaingan pasar di era globalisasi seperti sekarang ini. Dalam bisnis, komunikasi sangat diperlukan untuk mencapai kesepakatan.

Setiap perusahaan memiliki individu yang berbeda budayanya. , baik dari gaya komunikasi dan peran. Komunikasi lintas budaya tidak hanya memahami kebudayaan lain seperti Agama, Ras, Suku, dan Adat, tapi kebudayaan di sini juga menyangkut peranan, status, dan nilai sosial seperti kejujuran, disiplin, dan mudah beradaptasi inilah yang memberikan kesuksesan dalam dunia bisnis. Dalam dunia bisnis kita juga memperlukan komunikasi apalagi jika kita berbisnis dengan orang yang mempunyai kebudayaan berbeda

BACA JUGA:  Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, UI Bahas Manfaat Tembakau pada Teknologi

Dalam berkomunikasi, perlu diperhatikan siapakah yang menjadi lawan berbicara dan bagaimana background atau latar belakang orang tersebut. Seperti sekarang semakin banyak perusahaan asing yang didirikan di Indonesia sehingga tentunya berdampak pada banyaknya orang asing yang datang dan tinggal di Indonesia dengan keragaman budaya yang mereka miliki. atau bahkan orang Indonesia yang memiliki latar belakang budaya berbeda, sehingga dalam berkomunikasi terdapat budaya yang mempengaruhi cara setiap orang dalam menyampaikan pesan, sehingga terdapat perbedaan persepsi antar rekan kerja yang lain.

Persaingan bisnis yang begitu ketat menuntut para pebisnis harus mampu bersaing bukan hanya dengan pebisnis lokal, namun juga bersaing dengan para pebisnis dari luar negeri. Tentunya para pebisnis asing memiliki cara atau kebiasan tersendiri dalam berkomunikasi. Dalam hal ini para pebisnis harus mampu memahami bagaimana kebiasaan serta budaya mereka. Dalam sebuah perusahaan memerlukan budaya sebagai bagian dari kehidupannya, sehingga anggota memerlukan interaksi dan hubungan yang dilandasi oleh budaya.

BACA JUGA:  AFKN Gelar Wisuda Alumni Angkatan XXXIII di Pondok Pesantren Nuu Waar

Oleh karena itu, komunikasi bisnis lintas budaya merupakan komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah atau negara. Dengan demikian komunikasi bisnis lintas budaya dapat terjadi apabila terdapat 2 budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.

Sebelum berkomunikasi dengan orang asing sebaiknya kita mempelajari dahulu budaya orang asing tersebut. Hal ini dilakukan supaya mengurangi terjadinya kesalahpahaman yang nantinya menyebabkan hal yang tidak diinginkan dalam berkomunikasi di sebuah perusahaan.

Budaya dibedakan dalam 2 kelompok yaitu budaya permukaan (surface culture) seperti makanan, liburan, gaya hidup, dan budaya tinggi (deep culture), yang terdiri atas sikap nilai-nilai yang menjadi dasar budaya tersebut.

Dalam melakukan bisnis dengan perusahaan lain baik dalam negeri maupun luar negeri, yang notabene berasal dari budaya yang berbeda seringkali mempunyai pendekatan negosiasi yang berbeda. Tingkat toleransi untuk suatu ketidaksetujuan pun bervariasi.

Contohnya, dalam perdagangan, penjual dari daerah jawa dengan pembeli dari medan melakukan transaksi jual beli, negosiator dari medan cenderung lebih lantang dan menggunakan nada suara yang tinggi. Sebaliknya, negosiator yang berasal dari daerah jawa cenderung lebih halus dalam berbicara.

BACA JUGA:  Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Produk Olahan Salak Pondoh

Jika ingin berhasil bernegosiasi, sebaiknya bersikap bersabar dan menguasai bagaimana hubungan personal di daerah medan tersebut. Dan kita sebagai partner harus menumbuhkan hubungan personal sebagai dasar membangun kepercayaan dalam negosiasi. Karena sebenarnya jika kita paham dengan ragam budaya yang ada di indonesia tidak terjadi kesalahpahaman.

Negosiator dari budaya yang berbeda mungkin menggunakan teknik pemecahan masalah dan metode pengambilan keputusan yang berbeda. Jika mempelajari budaya partner sebelum bernegosiasi, akan lebih mudah untuk dapat memahami pandangan mereka. Menunjukkan sikap yang luwes, hormat, sabar dan sikap bersahabat akan membawa pengaruh yang baik bagi proses negosiasi yang sedang berjalan, yang pada akhirnya dapat ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Komunikasi lintas budaya bisa terjadi antardaerah, antarwilayah, maupun antarnegara. Adanya bentuk komunikasi ini memudahkan individu atau kelompok saling berinteraksi dan berkomunikasi, walaupun berasal dari dua budaya berbeda.

Kelompok 7 (Universitas Pamulang)
Mamduhah – Mega Jullia

Pos terkait