KONTROVERSI NAMA RSUD DR. SOBIRIN: KANTI SIAP AKSI DAMAI MENOLAK RS AMIN

KONTROVERSI NAMA RSUD DR. SOBIRIN: KANTI SIAP AKSI DAMAI MENOLAK RS AMIN

MJ, Musirawas – Keputusan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sobirin menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sobirin Pangeran Moehamad Amin menuai kontroversi.

Kebijakan tersebut disoroti karena dianggap melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

BACA JUGA:  Kasat Reskrim Polres Asahan Gelar Konferensi Pers Terkait Tindak Pidana Persetubuhan Anak Kandung di Bawah Umur

Ketua Organisasi Masyarakat KANTI, Sancik, mengungkapkan kekecewaan dan menolak perubahan nama tersebut.

Dalam wawancara dengan media, Sancik menyatakan, “Tentunya prihal ini harus kita tanggapi dengan serius dikarenakan selain dianggap mengangkangi UU, pihak Pemkab Musirawas juga seolah-olah menamai rumah sakit ini seperti milik pribadi, dan sikap bupati ini sangat kita sayangkan.” Ujarnya. Kamis, 1/02/2024

BACA JUGA:  Rumah dan Harta Benda Wartawan di Labuhan Batu Hangus Dilalap Si Jago Merah, Diduga Ulah Oknum Tak Dikenal

Atas penolakan tersebut, KANTI berencana menggelar Aksi Damai di halaman Kantor DPRD, Kantor Bupati, dan RSUD Dr. Sobirin Pangeran Moehamad Amin pada Rabu, 7 Februari pukul 09.00.

Aksi tersebut bertujuan menyuarakan kritik dan aspirasi masyarakat terhadap kebijakan kontroversial tersebut.

BACA JUGA:  Peresmian Ruas Jalan Tol di Sumatra Utara Membuka Potensi Industri Pariwisata

Sancik menjelaskan tema aksi yang akan disampaikan, “Menolak kehadiran RSUD Dr. Sobirin dengan tambahan nama Pangeran Moehamad Amin.”

KANTI berharap aksi damai ini dapat menjadi panggung bagi masyarakat Musi Rawas untuk bersuara dan mempertahankan nilai-nilai budaya Bumi Silampari.

Pos terkait