KPK Endus Keberadaan Buronan Perantara Suap PT PAL Kirana Kotama

DEPOKPOS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeteksi keberadaan pemilik PT Perusa Sejati Kirana Kotama di Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyatakan pihaknya masih terus bekerja sama dengan pihak terkait untuk memproses hukum buron kasus dugaan korupsi berupa pemberian hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc. tersebut.

“Informasi terakhir di Amerika yang bersangkutan. Itu menyangkut kasus PAL. Sudah kita komunikasikan dengan Interpol,” ujar Alex di Kantornya, Jakarta, Kamis (2/3).

BACA JUGA:  Kuasa Hukum: Katarina Dia Disuruh Keluar Saat Penandatanganan Akta

Pimpinan KPK berlatar belakang hakim tindak pidana korupsi (tipikor) ini tidak mau nasib Kirana seperti Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi pengadaan KTP-elektronik (e-KTP) yang tewas diduga akibat tembakan di kepala.

“Kami memang berusaha melacak keberadaan yang bersangkutan [Kirana Kotama], informasi terakhir kalau enggak salah di Amerika. Tentu kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang,” terang Alex.

BACA JUGA:  KPK Angkut 4 Koper Uang dari Rumah Hanan Supangkat?

KPK menetapkan Kirana sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi berupa pemberian hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc. sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam Pengadaan Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) untuk Pemerintah Filipina Tahun 2014-2017.

BACA JUGA:  Tersangka Dan Barang Bukti Kasus Pembunuhan Di Ancol Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

Kirana selaku pemilik PT Perusa Sejati menjadi perantara suap yang melibatkan Direksi PT PAL Indonesia, yakni Kepala Divisi Perbendaharaan Arif Cahyana, Direktur Utama M. Firmansyah Arifin, serta Direktur Desain dan Teknologi merangkap Direktur Keuangan Saiful Anwar.

Kirana masuk ke dalam DPO sejak 15 Juni 2017.

Pos terkait