Larangan Maysir dalam Transaksi

Pengertian Maysir (Gambling/Judi)

Dalam bahasa Arab kata maysir sering juga disebut qimar yang artinya adalah taruhan atau perlombaan.5 Kata-kata maysir dan qimar digunakan secara identik dalam bahasa Arab. Secara bahasa, kata maysir ( ) adalah ism makan ( = menunjuk pada tempat) dari yasara–yaisaru/yaisiru-yasran (,( yang mengandung beberapa makna, seperti ‘mudah’antonim dari makna sulit; mengharapkan sesuatu yang berharga dengan mudah atau tanpa membayar kompensasi (‘iwad) untuknya atau tanpa mengambil tanggung jawab melalui permainan peluang. Maysir adalah istilah dalam hukum Islam yang merujuk pada praktik perjudian atau permainan kebetulan yang melibatkan taruhan dengan harapan mendapatkan keuntungan finansial. Dalam hukum syariah, maysir dianggap sebagai hal yang haram (dilarang) karena melanggar beberapa prinsip etika dan moral dalam Islam.

Dasar Hukum Pelarangan Maysir

Judi pada umumnya (maysir dan qimar) dan penjualan undian khususnya (azlam) dan segala bentuk taruhan, undian atau lotre yang berdasarkan pada bentuk-bentuk perjudian adalah haram di dalam Islam. Islam melarang segala bentuk aktivitas bisnis yang mendatangkan uang yang diperoleh dari untung-untungan, spekulasi dan ramalan atau terkaan (misalnya judi) dan bukan di peroleh dari bekerja.

BACA JUGA:  5 Cara Ampuh Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan

Firman Allah SWT Q.S. al-Baqarah [2]: 219

يَسْلُونَكَ عَن الخمر والميسر لأن فيهما إِثْم كبيرٌ ومنفع للنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَ
وَيَسْلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ العلو كذبك يُبين الله لكُم أَن يَتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Merujuk pada pengertian tersebut, ada kesan bahwa pengertian judi hanya terbatas kepada aktivitas permainan yang ada unsur pertaruhan, menang atau kalah, untung atau rugi yang bergantung kepada risiko kemungkinan dan nasib. Namun demikian ada pandangan lain yang memperluas cakupan dan pemahaman tentang judi kepada semua aktivitas yang mempunyai risiko kepada pemain atau pesertanya sama ada untung atau rugi dengan adanya unsur pertaruhan untuk mendapatkan harta kekayaan.

BACA JUGA:  Ekonomi Syariah: Prinsip dan Implementasinya

Larangan maysir didasarkan pada beberapa prinsip dalam Islam, di antaranya:

1. Keadilan dan Keadilan: Maysir dianggap tidak adil karena mengandalkan keberuntungan semata tanpa kontribusi nyata atau usaha yang adil dari pihak yang terlibat. Prinsip keadilan menjadi salah satu alasan mengapa perjudian dilarang dalam Islam.

2. Risiko dan Ketidakpastian: Maysir melibatkan risiko dan ketidakpastian yang tinggi, dan Islam mendorong umatnya untuk menghindari praktik spekulatif yang berpotensi merugikan.

3. Penghindaran Ketamakan: Larangan maysir juga merupakan upaya untuk mencegah ketamakan dan keserakahan yang mungkin timbul dari hasrat untuk cepat kaya atau mencari keuntungan yang tidak halal.

Al-Quran secara tegas melarang maysir dalam Surah Al-Baqarah (2:219), yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan maysir. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari kebutuhan.” Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

BACA JUGA:  Mengisi Akhir Pekan dengan Belajar Membatik

Selain larangan maysir, hukum syariah juga melarang riba (bunga) dan transaksi yang tidak adil atau merugikan salah satu pihak dalam perdagangan. Semua larangan ini bertujuan untuk mempromosikan keadilan, keseimbangan, dan keberkahan dalam transaksi ekonomi serta mencegah eksploitasi dan ketidakadilan.

Untuk mendapatkan artikel terperinci tentang larangan maysir dalam transaksi berdasarkan perkembangan terbaru, disarankan untuk mencari sumber-sumber tepercaya seperti jurnal akademik, situs web resmi otoritas Islam, atau buku-buku kredibel yang ditulis oleh pakar hukum Islam.

Bayu umara

Pos terkait