Mahasiswa Biologi UI Ajari Anak Panti Bercocok Tanam Hidroponik

MAJALAH JAKARTA Masyarakat Indonesia masih mengonsumsi sayur pada tingkat yang sangat rendah. Selain tingkat konsumsi yang rendah, lahan untuk bertanam sayur juga semakin terbatas. Hal ini menginspirasi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi dan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia (UI) untuk melaksanakan program edukasi bercocok tanam melalui program pengabdian masyarakat (pengmas) yang mereka namakan Kukayur (akronim dari Aku Suka Sayur).

Ketua himpunan mahasiswa tersebut, Edwin Arga, menyampaikan bahwa melalui kegiatan Kukayur yang diberikan kepada penghuni Panti Daarul Ma’wa, Depok, Jawa Barat, mereka berharap anak-anak di panti dapat memahami cara tanaman itu berkembang meski tidak menggunakan media tanah. Mereka pun dapat memenuhi kebutuhan sayur yang sehat dan terhindar dari zat berbahaya.

BACA JUGA:  UI Terima Hibah Bus Listrik dari Kementerian Investasi/BKPM

Pengmas ini melibatkan 22 anak dari panti untuk mengenal sayur lebih dekat, mengedukasi tentang kandungan dan manfaat sayuran bagi tubuh, serta memperkenalkan cara bercocok tanam dengan metode hidroponik. Kegiatan yang diketuai oleh Firliani Nabila dan dibimbing dosen Biologi FMIPA UI, Afiatry Putrika, M. Si., dilakukan melalui presentasi dan pemutaran video mengenai cara penanaman sayur, dilanjutkan praktik bercocok tanam.

Kegiatan pertama dilaksanakan Oktober lalu, diawali dengan penyampaian materi yang didahului pre-test untuk mengetahui pengetahuan umum anak-anak mengenai sayur dan hidroponik. Pemaparan materi adalah tentang jenis-jenis sayur yang dapat ditanam melalui hidroponik serta manfaatnya bagi tubuh, dan pengertian hidroponik.

Mereka mendapat penjelasan juga tentang keuntungan metode hidroponik, seperti penggunaan lahan yang lebih efisien dan tidak memerlukan banyak biaya. Selain itu, mengedukasi tentang manfaat mengonsumsi sayur bagi tubuh, diakhiri dengan games interaktif untuk menguji pengetahuan peserta. Para peserta terlihat sangat antusias menjawab, terutama karena pemateri menyediakan hadiah.

BACA JUGA:  Pj. Wali Kota Bekasi Hadiri Launching STIE Arlindo di Wilayah Kecamatan Jatisampurna

Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar anak-anak mendapat gambaran dan dapat merasakan langsung pengalaman dan pengetahuan dalam bercocok tanam dengan metode hidroponik. Peserta dibagi empat kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 9-10 orang, dan mereka praktik dari satu pos ke pos lain. Ada tiga pos yang mereka lalui, yaitu pos 1 yang menjelaskan edukasi praktik penyemaian benih ke dalam rockwool; pos 2 yang mempraktikkan pembuatan pupuk AB Mix; serta pos 3 yang mempraktikan memasukkan rockwool yang berisikan kecambah ke dalam netpot. Terakhir, peletakan netpot ke dalam bak berisi nutrisi. Post to post berlangsung selama 1 jam dan semua anak terlihat aktif dalam kegiatan post to post.

BACA JUGA:  UI dan TNI AL Kolaborasi Riset Archipelagic Joy Sailing and Research

Tim pengmas membagikan booklet untuk setiap anak dan mengajak peserta untuk melakukan penelitian kecil mengamati sayuran yang telah mereka tanam sampai satu bulan ke depan. Peserta diminta untuk mengukur tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna daun, selama proses pemeliharaan. Setelah itu, mereka diminta juga untuk menuliskan hal yang dirasakan selama merawat tanaman.

Kegiatan pengmas tersebut mendapat respon positif dari Abdullah Hafidz selaku Ketua Yayasan Yatim Daarul Ma’wa. Ia mengatakan bahwa kegiatan Kukayur memberikan ilmu yang jarang diperoleh anak-anak panti.

Pos terkait