Manajemen Risiko Bencana

Manajemen Risiko Bencana

 

Akhir-akhir ini kita sering kali mendengar adanya terjadi bencana alam, baik di dalam negeri ataupun luar negeri, bencana tersebut bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja. Dari beberapa sumber yang ada, Indonesia merupakan salah satu daerah rawan bencana alam.

Tujuan penulisan artikel opini ini adalah, untuk membantu mensosialisasikan pemahaman masyarakat di Indonesia yang masih rendah terhadap bencana alam. Hal ini juga sangat patut menjadi pembahasan yang sangat serius agar kita bisa mengurangi potensi-potensi bencana yang akan datang.

Pada dasarnya suatu peristiwa atau bencana adalah kehendak Allah SWT, kita sebagai orang-orang yang beriman mempercayainya sebagai takdir. Namun, ada sebagian teori Manajemen Risiko dan keselamatan yang bisa diaplikasikan. Khususnya untuk pencegahan

Secara umum Manajemen Risiko adalah salah satu ilmu untuk menghidari risiko dengan mengaturnya agar tidak terjadi.

Banjir

SIstem jaringan drainase di Indonesia sampai saat ini belum mampu mengatasi banjir disetiap musim hujan, masalah tersebut di karenakan kurang nya pengelolaan system jaringan drainase yang berkaitan dengan cepatnya pertumbuhan pemukiman. Perubahan tata guna lahan maupun akibat aktifitas lainnya yang beresiko terhadap terjadinya banjir. Salah satu penyebab terjadinya risiko dalam penanganan banjir pada system jaringan drainase adalah belum adanya identifikasi risiko terutama kategori major risk yang dapat dipakai sebagai dasar dalam melakukan penanganan/mitigasi terhadap konsekuensi yang ditimbulkan.

BACA JUGA:  Pendidikan Karakter dengan Gerakan Literasi ABC 5 Dasar

Penanganan risiko dalam hal ini mengarah pada cara mencegah atau meminimalkan, yaitu dengan persiapan. Namun hal tersebut masih belum maksimal, karena kurang nya identifikasi terhadap system jaringan drainase.

Untuk mengatasi masalah ini jangan hanya berfokus pada satu aspek untuk menanggulangi banjir, banyak aspek-aspek lain yang bisa diterapkan untuk permasalahan tersebut. Seperti, memetakan daerah yang rawan terkena banjir, menghidari pembangunan gedung atau bangunan, menghutankan kembali kembali dan mengatur tanah endapan karena banjir, membuat dan menambah pembuangan air, mengidentifikasi curah hujan, mensosialisasikan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap aspek yang ingin digunakan, agar hasilnya maksimal.

Longsor

Tidak dapat dipungkiri Indonesia merupakan salah satu wilayah yang sangat berpotensi akan terjadinya bencana longsor, salah satu yang terkena dampak adalah jalan, karena jalan merupakan suatu penghubung antara daerah satu ke daerah lain, hal tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Longsor bisa sangat berpotensi karena dengan berbagai macam bentuk atau variasi dataran tinggi, perbukitan. Curah hujan yang tinggi, tanah yang rawan akan erosi, dan penebangan pohon yang tidak dibatasi jumlahnya

BACA JUGA:  Benarkah Hiu Pemangsa Manusia

Salah satu pencegahan untuk mengurangi terjadinya longsor adalah menghindari pembangunan pemukiman di daerah dibawah lereng yang rawan terjadinya longsor dan mengurangi tingkat keterjangan lereng dengan pengolahan lahan terasering di kawasan lereng

Dalam permasalahan ini, sebagian besar upaya dari pencegahan terjadinya longsor sudah berhasil. Namun, perlu ditingkatkan dan dipertahankan upaya-upaya tersebut agar tidak terjadi longsor kembali

Langkah untuk kedepannya

Langkah-langkah yang perlu diterapkan untuk mengurangi/menurunkan risiko bencana banjir.

Pertama, untuk selalu mensosialisasikan/menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan buang sampah sembarangan, jika perlu buat sanksi yang tegas dan memberi efek jera kepada mereka yang membuang sampah sembarangan,

Kedua, identifikasi secara menyeluruh masalah-masalah yang ada, merancang beberapa aspek yang ingin digunakan untuk menanggulangi banjir, dan jangan bersandar/bertumpu pada satu aspek, karena dengan seperti itu, akan sulit menyelesaikan banjir tersebut

Ketiga, lakukan obervasi terhadap apa-apa yang menjadi/pemicu terjadi nya banjir

BACA JUGA:  Meretas Kemiskinan dengan Pengetahuan

Untuk penanggulangan bencana longsor, perlu ada nya langkah-langkah yang harus dilakukan. Contohnya seperti :

-Membangun dinding penahan. Karena longsor dapat merembes melalui celah diantara tumpukan,

-Membatasi jumlah bangunan pada lahan yang rawan longsor. Untuk mencegah terjadinya
peningkatan beban tanah pada atas lereng. Yang bisa memicu ketidakstabilan tanah

-Memasang sambungan atau jembatan. Dengan adanya sambungan/jembatan maka beban yang ditanggung oleh tanah yang dilalui kendaraan akan berkurang

-Melestarikan vegetasi. Vegetasi dapat meminimalkan jumlah air yang meresap ke dalam tanah, dengan adanya tanaman tersebut mampu memperlambat erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan

Dan fokus pada kesiapsiagaan, mitigasi dampak, tanggap darurat, rehabilitasi dan pemulihan serta rekonstruksi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak, dan daerah yang terkena dampak diharapkan dapat pulih seperti sedia kala, bahkan meningkat secara mental, ekonomi. , infrastruktur dan dalam kehidupan sosial lainnya

Semoga manajemen risiko bencana alam bisa semakin baik kedepannya dengan langkah-langkah/solusi yang ada pada tulisan diatas, dan benar-benar mengurangi seminimal mungkin akibat dari bencana tersebut

(Fauzan Azhima Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah di STEI SEBI)

Pos terkait