Manfaat Air Putih untuk Kesehatan

DEPOKPOS – Tahukah anda bahwa komponen dalam tubuh kita ini 70-80% nya merupakan cairan. Cairan dalam tubuh kita perlu dicukupi setiap harinya agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Banyak jenis minuman yang dapat kita konsumsi, namun air putih menjadi pilihan yang paling baik dikonsumsi untuk tubuh karena bebas kalori dan gula.

Selain untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi, air putih ini juga memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh. Kebutuhan cairan tubuh dapat terpenuhi dengan cara mengkonsumsi air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Jika kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi, tubuh pun akan terasa lebih sehat dan lebih nyaman untuk beraktivitas.

Lalu apa saja manfaat air putih bagi kesehatan tubuh? Mari simak beberapa penjelasan berikut :

⦁ Mencegah Terjadinya Dehidrasi
Kekurangan cairan atau yang biasa disebut dengan dehidrasi ini dapat menyebabkan gangguan pada ginjal yang fatal jika terus disepelekan. Maka dari itu mengkonsumsi air dengan cukup dapat mencegah tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

BACA JUGA:  MKI Babeh Haikal Salurkan Donasi Korban Gempa Cianjur Melalui Jurnalis Filantropi Indonesia

⦁ Meningkatkan Daya Ingat Otak
Air yang memiliki kandungan mineral tinggi memiliki kandungan kalium yang dapat membantu mengaktifkan elektrolit pada otak, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi yang baik.

⦁ Melembapkan Kulit
Air dapat membuat kulit dapat terhidrasi apabila dikonsumsi dengan cukup. Jadi, untuk beberapa orang yang memiliki permasalahan pada kulitnya, langkah awal yang dilakukan adalah perbanyak minum air putih agar kulit dapat terhidrasi dari dalam.

⦁ Menyehatkan Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air putih secara cukup dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Jika tubuh kekurangan cairan, akibat yang bisa terjadi pada pencernaan adalah membuat feses menjadi keras dan dapat menyebabkan sembelit.

⦁ Membantu Menurunkan Berat Badan
Salah satu manfaat air putih yang satu ini tentunya merupakan kabar baik bagi siapa saja yang sedang menjalani programd diet. Mengapa demikian? Karena air putih ini mampu menekan nafsu makan berlebih dan meningkatkan metabolism pada tubuh anda.

BACA JUGA:  Collabonation Tour: Tulus, Iwa K, dan Barasuara Hadir Sapa Kota Bekasi

Lalu kapan waktu yang baik untuk mengkonsumsi air putih? Berikut rekomendasi dari para pakar :

⦁ Pagi hari setelah bangun tidur (1-2 gelas).
⦁ Sebelum makan (1 gelas).
⦁ Sesudah makan (1 gelas).
⦁ Sebelum dan setelah olahraga (minum 1 gelas 30 menit sebelum berolahraga dan 1 gelas setelah olahraga).
⦁ Menjelang sore hari (1 gelas. Pada sore hari ini opsional jika anda ingin meminum kopi atau the sebagai pengganti).
⦁ Sebelum tidur (1-2 gelas).

Perlu diperhatikan juga beberapa aktifitas atau kondisi yang membuat tubuh menjadi lebih membutuhkan asupan cairan, diantaranya :

⦁ Berolahraga atau aktif secara fisik.
⦁ Mengalami diare, demam dan muntah-muntah.
⦁ Cuaca yang sangat terik dan panas.
⦁ Wanita hamil dan menyusui. Pada wanita hamil ini justru membutuhkan lebih banyak cairan.

Adapun alternative lain jika anda bosan hanya meminum air putih saja. Anda dapat menambahkan irisan buah-buahan pada minuman anda atau kerap disebut dengan infused water atau anda dapat mengkonsumsi jus buah tanpa tambahan pemanis buatan. Anda dapat menggunakan lemon, jeruk, apel dan juga mentimun untuk membuat infused water.

BACA JUGA:  Cephalgia Dapat Menyebabkan Depresi dan Kecemasan

Namun demikian, anda juga harus mengatur asupan cairan yang masuk ke tubuh anda. Jika anda mengkonsumsi air secara berlebihan pun aka nada efek sampingnya yaitu ginjal tidak mampu membuang air berlebih, Selain itu, bila tubuh mengalami kelebihan cairan dapat terjadinya penekanan pada otak dan menyebabkan pembengkakkan, apabila hal tersebut dibiarkan terjadi maka dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penurunan detak jantung.

Jadi, jagalah tubuh anda dengan banyak mengkonsumsi air putih tentunya dengan anjuran para ahli agar sesuai takaran dan tidak menyebabkan terjadinya kelebihan cairan pada tubuh.

Septiani Devi Safitri
Program Studi Keperawatan Universitas Binawan

Pos terkait