Manfaat dan Risiko Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang

Manfaat dan Risiko Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang

 

Pembangunan jalan tol Serang – Panimbang adalah penyediaan akses dari Ibukota Banten (serang) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) parawisata tanjung lesung dan taman nasional ujung kulon. Jalan tol Serang – Panimbang sudah direncanakan akan tersambung dengan jalan tol Jakarta – Merak. Jalan tol serang – panimbang memiliki Panjang sekitar 84 kilometer dan luas sekiter 785 hektare. Jalan tol Serang – Panimbang memiliki 3 seksi, seksi yang pertama yaitu Serang – Rangkasbitung yang membentang sepanjang 26,5 kilometer yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Seksi 2 yaitu Rangksbitung – Cileles dengan Panjang sekitar 24 kilometer. dan seksi 3 yaitu Cileles – Panimbang dengan Panjang sekitar 33 kilometer.

Pembangunan jalan tol Serang – Panimbang menghabiskan biaya sekitar 8 Triliun untuk seksi 2 (Serang – Cileles) dengan panjang 50,67 kilometer, dan seksi 3 dengan panjang 33 kilometer akan memakai anggaran APBN. Dengan anggaran yang tidak sedikit pasti selalu ada risiko yang harus dihadapi oleh pemerintah, apalagi anggaran yang dipakai untuk pembangunan jalan tol ini Sebagian besar memakai uang China, tol Serang – Panimbang sekitar 85% anggarannya berasal dari China dan 15% berasal dari anggaran APBN. Pemerintah pasti sudah memimikirkan risiko yang akan terjadi Dengan meminjam uang dari China, otomatis hutang negara akan bertambah sedangakan mengembalikan modal dari pembuatan jalan tol tidak akan sebentar pasti memiliki waktu yang cukup lama.

Tujuan dibangunnya jal tol Serang – Panimbang yaitu sebagai salah satu solusi alternatif penyediaan sistem transportasi yang efisien, agar terciptanya pertumbuhana dan perkembangan wilayah yang menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasiaonal. Dengan dibangunnya jalan tol ini sekarang terdapat jalan penghubung anatara lintas barat dengan jalan lintas tengah Banten yang dimana arus lalu lintas cukup padat dengan adanya jalan tol ini bisa mengurangi macet, dengan kehadiran jalan tol ini perjalanan menjadi lebih cepat. Jadi bisa hemat waktu dalam perjalanan. Jalan tol ini dilengkapi dengan 7 interkoneksi simpang susun yaitu simpang susun Petir, Cikesal, Rangkasbitung, Cikulur, Bojong, Cileles dan Pagelaran.

BACA JUGA:  Fanatisme Suporter Bola Indonesia

Dengan adanya jalan tol Serang – Panimbang bisa mendorong perekonomian di wilayah Banten terutama di daerah kabupaten Lebak dan Pandeglang khususnya melalui sektor parawisata dan industri. Pertumbuhan ekonomi Banten akan bertambah bagus, sekarang sudah lebih dari 5,3% atau di atas rata–rata nasional. Jadi jika jalan tol ini sudah selesai dipastikan perekonomian di Banten akan meningkat dan bisa mencapai 6% dalam beberapa tahun kedepan itulah yang dikatakan oleh Menko bidang kemaritiman dan investasi.

Banyak manfaat dari pembangunan jalan tol ini tapi banyak juga risikonya, yah setiap pembangunan pasti ada plus dan minusnya. Ada beberapa manfaat bagi masyarakat Banten terutama daerah Lebak dan Pandeglang, yang pertama meningkatnya ekonomi yang ada di Banten, kemudian memperlancar lalu lintas daerah Banten dan mempersingkat perjalanan bagi pengendara mobil dari Jakarta ke Tanjung Lesung. Itulah kurang lebihnya manfaat dari pembangunan jalan tol ini.

Kemudian manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya pembangunan jalan tol Serang – Panimbang lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat menengah ke atas saja,sedangkan untuk masyarakat kecil tidak terlalu berpengaruh dalam pemanfaatan jalan tol ini. dan itupun yang mempuyai mobil saja yang bisa merasakan manfaat perjalanan yang lebih cepat dan hemat waktu tetapi bnyak yang berpendapat bahwa harga tol ini lumayan mahal dan tidak hemat di kantong.

BACA JUGA:  Hadapi Tantangan Zaman: Inovasi dan Peluang Mempertahankan Pasar Tradisional Shafa Aulia

Risiko dalam pembangunan jalan tol Serang – Panimbang juga banyak dampak negatifnya terutaman bagi masyarakat kecil, seperti Petani yang harus kehilangan sawahnya karna sawahnya dijadikan lahan untuk pembangunan Jalan Tol, dan banyak rumah warga yang harus digusur untuk pembuatan jalan tol ini, ya meskipun dibayar rumahnya dengan harga yang tinggi oleh perusahaan yang membangun jalan tol Serang – Panimbang, tetapi bnyak warga yang tidak rela rumahnya di gusur, ya karna mungkin banyak kenangan yang terkandung di dalam rumah tersebut. kemudian Risiko yang ditimbulkan oleh Pembangunan jalan tol ini yaitu polusi udara yang mencemari lingkungan sekitar. Dan apabila turun hujan tanah yang terkena air menyatu dengan aspal akibat terbawa ban mobil pengangkut tanah sehingga jalan aspal menjadi licin. Dan sangat berbahaya untuk pengendara motor yang melintas jalan tersebut akibatnya mereka bisa terjatuk karna jalan aspal yang licin.

Dalam ilmu manajemen Risiko terdapat beberapa Risiko dalam pembangunan jalan tol Serang – Panimbang, diantaranya yaitu : Risiko Pembiayaan, yang sudah disebutkan sebelumnya bahwasannya pembangunan jalan tol ini menghabiskan dana yang besar dan 85% memakai uang China sehingga hutang negara semakin bertambah banyak, Hanya 15% yang memakai uang APBN. Kemudian Risiko Pembangunan, dimana pembangunan jalan tol ini memakai lahan yang sangat luas sehingga harus menggusur rumah warga dan sawah milik petani, dimana petani tidak akan bisa menanam padi lagi karna sawahnya sudah dipake untuk pembanggunan jalan tol, mungkin banyak dari petani yang protes akan penggusuran sawah tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa melawan dan akhirnya mereka harus menuruti peraturan yang dibuat oleh pemerintah, dan Ada juga Risiko Peralatan yang mengganggu masyarakat karna beroprasi setiap hari, dan yang terakhir Risiko Force Majeure yaitu Risiko Bencana Alam, Yang biasa disebut hazard risk dalam ilmu manajemen risiko. Hazard risk merupakan risiko yang yang tidak terduga seperti bencana alam yang dimana risiko ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia.

BACA JUGA:  Waspadai Pergaulan Bebas bagi Generasi Bangsa

Setiap pembangunan jalan tol pasti ada Risiko di dalamnya tetapi semoga pembangunan jalan tol Serang – Panimbang lebih banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh Masyarakat Banten, dan juga bisa menambah pertumbuhan ekonomi daerah Banten terutama di daerah Lebak dan Pandeglang. Kita selalu berharap yang terbaik dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semoga dengan adanya pembangunan jalan tol ini bisa menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar dan membuka peluang bisnis bagi yang ingin menjalankan bisnis.

Semoga jika sudah selesai pembangunan jalan tol Serang – Panimbang harapannya bisa mensejahterakan masyarakat sekitar dan meningkatnya ekonomi daerah tersebut, terget selesainya pembangunun jalan tol ini yaitu akhir tahun ini dan mulai beroprasi secara keseluruhan di awal tahun 2024. Semoga tidak ada hambatan dan selesai tepat waktu agar jalan tol ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Oleh Muhamad Alex
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Pos terkait