Manfaat Madu untuk Pengobatan Maag

Manfaat Madu untuk Pengobatan Maag

DEPOK POS – Umumnya pengobatan asam lambung atau maag harus dengan penanganan dokter atau sesuai dengan farmakoterapi. Tetapi tidak sedikit penderita maag melakukan pengobatan alami atau herbal. Karena berasal Dari tumbuhan alami, pengobatan herbal juga tidak memiliki efek samping jika masih dikonsumsi dalam batas yang wajar atau sesuai anjuran dokter.

Memiliki rasa yang manis, tetapi tidak seperti bahan pemanis lainnya, karena prorses alami dari madu ini sehingga memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Salah satunya yaitu madu membantu mencegah maag. Meski maag bukan penyakit yang menular tetapi membuat penderitanya menjadi tidak nyaman. Saat maag terjadi, orang yang mengalami akan merasakan begah, nyeri perut, pusing, heartburn ketika maag terjadi.

Madu memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan lambung

Probiotik adalah bakteri “baik” dalam usus yang bekerja untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan proses metabolisme yang terjadi. Ulasan ilmiah yang diterbitkan Oxford Academic pada tahun 2017 menyatakan, kandungan oligosakarida yang terdapat dalam madu memiliki manfaat untuk mendorong pertumbuhan bakteri baik dalam lambung.

BACA JUGA:  Waspada Penyakit Diabetes pada Anak

Selain itu, kandungan anti mikroba dalam madu juga bekerja secara sinergis bersama probiotik untuk melawan beberapa jenis patogen (parasit penyebab penyakit). Lalu, madu juga dapat membantu penyembuhan luka, termasuk luka dalam lambung yang diakibatkan oleh maag. Madu juga dikenal memiliki sifat anti-inflasmasi dan anti bakteri. Oleh karena itu, madu telah lama dikenal sebagai bahan alami dengan segudang manfaat bagi kesehatan, salah satunya maag (lambung).

Apakah Madu Dapat di Konsumsi untuk Penderita Maag ?

Penelitian yang dipublikasikan dalam Middle East Journal of Digestive Diseases tahun 2015 menyebutkan bahwa madu merupakan bahan makanan yang dapat meredakan gejala dispepsia (maag). Sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2018 juga mengungkapkan bahwa konsumsi madu yang dikombinasikan dengan perubahan pola makan dapat mencegah maag.

BACA JUGA:  Memahami Penyakit Malaria dan Penyebabnya

Dalam artikel ini, satu sendok teh madu dikonsumsi satu jam sebelum makan. Madu dapat merangsang saraf lambung karena kandungan antioksidannya. Menurut sebuah penelitian yang juga dikutip dalam artikel ilmiah tersebut, konsumsi madu dapat menurunkan kadar asam lambung hingga 56%.

Orang yang perlu berhati-hati dalam mengonsumsi Madu

Madu umumnya aman untuk orang dewasa. Namun, berhati-hatilah jika Anda alergi terhadap serbuk sari atau lebah. Selain itu, penderita diabetes harus berhati-hati saat mengonsumsi madu. Pasalnya, madu bisa memengaruhi gula darah.

BACA JUGA:  Sindrom Ovarium Polikistik dan Faktor Risikonya

Selain itu, wanita hamil dan menyusui serta mereka yang sedang dalam pengobatan harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi madu. Yang terpenting, anak di bawah satu tahun atau 12 bulan tidak boleh mengonsumsi madu. Ini karena madu berisiko membawa bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini tidak berbahaya bagi anak di atas 1 tahun dan orang dewasa karena sistem kekebalan dan pencernaannya sudah matang.

Jika bayi di bawah usia 1 tahun memakan bakteri Clostridium, bakteri tersebut dapat berkembang biak di ususnya dan memengaruhi sistem sarafnya. Penyakit ini dikenal sebagai botulisme bayi. Penyakit ini jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Sebelum menggunakan madu untuk meredakan maag, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Mouren Stefania Aerts Rettob
Mahasiswi Universitas Binawan Prodi Farmasi

Pos terkait