Manfaat Senam Lansia pada Penderita Hipertensi

DEPOKPOS – Banyak orang yang sudah mengetahui bahwa hipertensi ialah suatu penyakit dengan keadaan tekanan darah pada manusia terjadi peningkatan atau tinggi. Nah, pada lansia ternyata banyak yang mengalami hipertensi diakibatkan karena pertambahan usianya.

Lansia sangat mudah terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) disebabkan karena elastisitas dinding aorta yang sudah menurun, katub jantung menjadi lebih tebal dan kaku, kemampuan jantung untuk memompa darah berkurang, sehingga menurunnya kontraksi dan volumenya, kehilangan elastisitas pembuluh darah akibat dari kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, dan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.

Selanjutnya, kita bahas tentang senam lansia, Senam lansia ini merupakan kegiatan dengan gerakan yang diiringi oleh nada atau musik secara beraturan dan sudah dirancang. Dilakukan oleh lansia sebagai bentuk latihan fisik yang nantinya akan dipengaruhi pada seberapa jauh kemampuan gerak pada lansia. Senam lansia ini juga dilakukan dengan teratur yaitu 3 kali dalam seminggu untuk melenturkan pembuluh darah serta bisa dilakukan secara mandiri dan berkelompok.

BACA JUGA:  MKI Babeh Haikal Salurkan Donasi Korban Gempa Cianjur Melalui Jurnalis Filantropi Indonesia

Selain itu ada juga tujuan dari senam lansia lohh, yuk kita simak bersama-sama!

Tujuan Senam Lansia

Tujuan senam lansia ini agar tubuh merasa lebih bugar dan segar karena melatih tulang agar tetap kuat serta membantu menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan tubuh, menunda terjadinya penuaan pada lansia, rentan terhadap cidera, penurunan kelenturan pada sendi, serta melindungi lansia dari resiko jatuh.

Maka dari itu pentingnya senam lansia ataupun aktivitas fisik yang dilakukan oleh lansia sangat berguna untuk mencegah atau menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia, sehingga dapat meminimalkan dan mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit hipertensi itu sendiri.

BACA JUGA:  5 Rekomendasi Model Baju Muslim Pria untuk Lebaran 2023

Selanjutnya kita akan bahas hubungan mengenai olahraga dan hipertensi, hubungan antara keduanya yaitu : pada individu yang kurang aktif dapat resiko terkena hipertensi 30-35% lebih besar daripada individu yang sangat aktif berolahraga. Kegiatan berolahraga biasanya akan menurunkan tekanan darah berlangsung pada 22 jam setelah berolahraga. Pengaruh olahraga pada jangka panjang sekitar 4-6 bulan dapat menurunkan tekanan darah mencapai 7,4/5,8 mmHg tanpa obat hipertensi.

Berikut ini cara pencegahan agar kita terhindar dari penyakit hipertensi, yaitu :

⦁ Lakukan rutin olahraga 3 kali dalam seminggu
⦁ Mengkonsumsi obat hipertensi yang dianjurkan oleh dokter
⦁ Mengatur diet pada makanan dengan rendah garam, rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh
⦁ Hindari sesuatu hal yang membuat kita stress
⦁ Mengatur pola makan sehari-hari

Dengan adanya senam lansia ini maka kekuatan pompa jantung pada lansia ini akan bertambah sehingga aliran darah kembali lancar. Rata-rata tekanan darah pada lansia sebelum melakukan senam adalah 167,50 mmHg sedangkan sesudah senam adalah 161,47 mmHg. Untuk tekanan diastolik sebelum senam adalah 88,47 mmHg, sedangkan sesudah senam adalah 82,22 mmHg.

BACA JUGA:  4 Tips Fashion Elegan untuk Wanita

Nah, mari kita ingatkan kepada orang tua kita agar melakukan aktivitas positif dengan cara senam, olahraga, jalan santai atau berkegiatan lainnya agar orang yang kita sayangi terhindar dari penyakit hipertensi ini. Dan juga jangan lupa untuk konsumsi makan-makanan yang sehat, mengatur tingkat kelelahan pada diri sendiri, rutin mengecek tekanan darah. Karena penting bagi kita menjaga kesehatan tubuh untuk terhindar dari segala penyakit salah satunya hipertensi.

Karena jika bukan kita sendiri yang menjaga kesehatan, lalu siapa lagi? Yuk! Kita lebih peduli dengan diri sendiri

Rahmatika Fitri Amalia
Mahasiswi Program Studi Keperawatan Universitas Binawan

Pos terkait