Manfaat Terapi Berendam Air Es Ala Atlet

DEPOK POS – Atlet yang melakukan berbagai olahraga sering mandi di air es setelah berolahraga untuk memulihkan diri. Cara ini sudah ada sejak dulu Faktanya, ada bukti sejarah tentang pemandian mata air dingin yang berasal dari zaman Romawi kuno, Yunani, dan Mesir.

Seiring berjalannya waktu, cara ini dinilai masih cukup efektif, karena memiliki banyak keunggulan.

Kegunaan terapi berendam di air es untuk para Atlet adalah:

1. Memperbaiki Energi

BACA JUGA:  Masa Depan Cerah untuk Fisioterapis Wanita

Perendaman dalam air es sangat baik dan ampuh dalam menghilangkan rasa pegal dan lelah setelah berolahraga.

Atlet biasanya berendam dalam air es selama sekitar 7-14 menit dengan suhu air bervariasi, biasanya sekitar 10-15 derajat Celcius, untuk mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan.

2. Menurunkan Risiko Akibat Cedera

Perendaman air es telah terbukti memulihkan tubuh dan menurunkn rasa sakit. Ini juga mengatasi risiko akibat cedera sewaktu kompetisi atau sesi latihan Atlet berikutnya.

BACA JUGA:  Handsanitizer Alternatif dari Daun Kemangi

3. Menenangkan Pikiran

Cara ini juga bisa untuk mengurangi kelelahan saat Atlet “banyak pikiran atau overthinking” baik dari segi istirahat dan pernapasan.

Air dingin juga dapat meningkatkan endorfin yang dapat mengurangi gejala depresi setelah olahraga berat atau kecemasan.

4. Menurunkan Ngilu Pada Otot

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perendaman air es bisa menjadi pilihan bagi para atlet untuk bersantai setelah melakukan latihan yang intens. Sebab, cara ini bisa menurunkan nyeri otot lebih cepat dibandingkan istirahat biasa.

BACA JUGA:  Hepatitis B dapat Menular dari Ibu ke Anak? Yuk, Kenali Pencegahannya

5. Mengoptimalkan Kekebalan Tubuh

Menurut para atlet, berendam di air es selesai latihan mempunyai banyak kegunaan, yang terutama dalam hal pemulihan yang cepat. Selain itu, cara ini juga dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah putih, karena tubuh dipaksa bereaksi terhadap dingin yang baik untuk kekebalan tubuh.

Penulis : Asifa Lasmi
Mahasiswi Promram Studi D4 Fisioterapi Universitas Binawan

Pos terkait