Masalah Sistemis Sekularisme Sukses Menghilangkan Fitrah Keibuan

DEPOKPOS – Akhir-akhir ini, menurut Ustadzah Sri Agustini S.Pd., para ibu dihadapkan pada situasi fitrah keibuan seakan hilang karena masalah sistemis sekularisme (memisahkan kehidupan dan agama) sukses menghilangkan fitrah keibuan.

“Masalah sistemis sekularisme-memisahkan kehidupan dan agama-sukses menghilangkan fitrah keibuan,” ungkapnya dalam kajian bulanan Muslimah Perindu Surga: Menjadi Ibu Tangguh di Era Modern, Ahad (16/07/2023), di Mushala Nurul Hidayah, Depok.

Lanjutnya menurut Ustadzah Sri Agustini, faktor terbesar penyebab sang ibu kehilangan kewarasan hingga tega membunuh anak-anaknya karena keimanan yang memudar dalam diri serta ketakwaan yang tidak bersemayam pada tingkah laku.

BACA JUGA:  Tiga Personel Bhabinkamtibmas Polres Tulang Bawang Diberi Penghargaan atas Kinerja Unggul

“Ternyata sistem ekonomi kapitalistik yang membuat kesejahteraan menjauh dari kehidupan umat. Beban ganda para ibu yang juga dituntut untuk membantu nafkah keluarga, ditambah kebutuhan pokok yang serba mahal, membuat setres pada para ibu berujung tindakan kriminal. Seperti ibu di Brebes gorok 3 anak, 1 meninggal 2 dilarikan ke rumah sakit; Bayi 1 bulan dijual ibunya tujuh juta rupiah; dan kasus baby blues tertinggi ketiga se Asia,” bebernya di hadapan sekitar 56 peserta.

Ia pun mengajak jamaah untuk kembali kepada Al-Qur’an, karena akhir-akhir ini para ibu dihadapkan pada situasi fitrah keibuan seakan hilang. “Seganas-ganasnya harimau, ia tidak akan memakan anaknya sendiri. Peribahasa ini tampaknya bertolak belakang dengan fakta hari ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Menggali Kembali Potret Lama Kegiatan Pengedar Obat Keras Yang Terus Merajalela Tak Kunjung Ditertibkan Polisi

Oleh karenanya, menurutnya ada tiga tips menciptakan keluarga samawa (sakinah, mawadah dan warahmah) agar fitrahnya seorang ibu tetap terjaga kewarasannya. “Pertama, tercantum dalam Qur’an surah ar Rum ayat 21 tentang pernikahan dalam Islam. Kedua, menjadi Ahlul Qur’an. Ketiga, peran maksimal suami dan istri yakni Islam mengatur dan memastikan suami paham akan tugasnya mencari nafkah.”

Tambahnya lagi, “Bahkan negara menyediakan pekerjaan buat sang suami kalau sulit mencarinya. Negara memastikan seorang istri bisa fokus merawat anaknya karena pendidikan dan kesehatan dijamin dalam Islam sehingga setiap anggota keluarga ditekankan untuk melakukan tugasnya dengan baik, dengan disokong oleh sistem negara yang baik.”

BACA JUGA:  Pemkot Bekasi Gelar Rakor Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik

“Adapun solusinya dengan menerapkan Islam secara kaffah (Lihat Qur’an surah al-Baqarah ayat 208) adalah kunci terselesaikannya masalah ini. Karena apabila sistem Islam diterapkan maka perkara cabang lainnya akan mengikuti. Seperti persoalan ekonomi, perselingkuhan, perceraian, kemiskinan, kesehatan mental, stunting, dan lain sebagainya. Semua akan selaras dengan hukum yang Allah beri,” pungkasnya. [Ambarwati]

Pos terkait