“Masyarakat Pasangkayu Bersatu Menuntut Hentikan Kejahatan Lingkungan oleh Korporasi yang Merambah Kawasan Hutan”

MJ, Pasangkayu – Masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, menyoroti kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi di daerah mereka.

Korporasi ini telah melanggar UU NO. 5/1967, UU NO. 41/1999, serta UU NO.18/2013 dengan merambah Kawasan Hutan. Dampak dari tindakan ini sangat merugikan, mengancam ekosistem lokal dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Polres Tulang Bawang Gelar Patroli dan Razia Perbatasan, Berikut Sasaran Utamanya

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, sekitar 24 juta hektar lahan hutan di Indonesia telah hilang antara tahun 1990 dan 2015. Ini menjadi peringatan serius bahwa tindakan merusak lingkungan bukanlah masalah yang terisolasi, melainkan bagian dari tantangan lingkungan yang lebih besar.

BACA JUGA:  Blusukan di Talaud Sulut, Denny Tewu Menyerap Aspirasi

Masyarakat Pasangkayu mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Mereka menuntut perlindungan hukum untuk kawasan hutan mereka dan menginginkan tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang secara ilegal menyerobot kawasan hutan.

Selain itu, mereka juga meminta untuk pemulihan dan rehabilitasi kawasan hutan yang telah rusak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

BACA JUGA:  Polres Tulang Bawang Perketat Pengamanan di Kantor Penyelenggara Pemilu Pada OMB Krakatau 2024

Masyarakat Pasangkayu mengajak semua pihak untuk bergabung dalam perjuangan ini dengan menandatangani petisi yang telah disediakan.

Bersama-sama, mari kita berdiri melawan kejahatan lingkungan dan memperjuangkan keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Sumber : Dedi Aktivis HAM & Lingkungan

Pos terkait