Media Sosial Sebagai Sarana dalam Berdakwah

Media Sosial Sebagai Sarana dalam Berdakwah

DEPOK POS – Hakikat dakwah merupakan suatu upaya dalam merubah sebuah keadaan dan perilaku seseorang atau masyarakat untuk menjadi lebih baik dalam perspektif Islam, sehingga dapat mengamalkan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup.

Dakwah Islam di era modern mempunyai dua tantangan yang harus di hadapi. Yang pertama tantangan keilmuan dakwah yang sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan. Kedua, adalah tantangan problem praksis dakwah. Ilmu dakwah tampak stagnan dalam pengembangan keilmuannya. Jika mengacu pada pengembangan dimensi tersebut pada tulisan tuisan ilmu dakwah yang sangat menonjol. Maka rasanya jarang kita jumpai karya akademis outstanding tentang dakwah tersebut.

Modernisasi itu sifatnya maju kedepan bukan mundur. Berarti harus ada perubahan dalam diri manusia untuk menciptakan pembaharuan dalam agama Islam. Sebagai mana didalam Alqur’an yang menganjurkan kita untuk menciptakan perubahan baru dalam Q.S. Ar ra’d ayat 11:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Sekarang kita memasuki era teknolgi dan informasi, yang mana perkembangan teknologi dan informasi di zaman ini telah menjadikan dunia seperti “tanpa penghalang”. Arus informasi sudah bisa diakses manusia dimanapun berada. Orang orang bisa menonton siaran langsung dari belahan dunia manapun, bisa mengakses informasi apapun dan mampu berkomunikasi dengan siapapun dari belahan dunia lain.

BACA JUGA:  Bisnis Tak Berjalan Mulus? Baca Ini!

Sebagian masyarakat cenderung berfikir bahwa para pendakwah itu kolot, tua, berfikiran kuno, apatis, dan tidak mau menghadapi perubahan (modernisasi). Namun, tanpa disadari bahwa saat ini justru para pendakwah lebih banyak berasal dari kalangan milenial dan bahkan dari kalangan yang sudah dewasa pun telah mengerti bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak, yakni dimanfaatkan untuk sara berdakwah.

Media sosial menjadi alat propaganda dan mempengaruhi sikap, dan opini publik melalui platform atau konten yang ditayangkan. Pengaruh media sosial cukup signifikan terhadap perilaku dan sikap orang yang mengkonsumsi produk atau konten media sosial tersebut. Berita, film, video, yang dapat mempengaruhi opini dan sikap masyarakat.

Eko Ariwidodo & Mohammad Ali Al Humaidy berpendapat bahwa Teori komunikasi dakwah secara definitif, diartikan sebagai proses retorika persuasif yang dilakukan oleh komunikator (da’i) untuk menyebarluaskan pesan-pesan yang mengandung nilai-nilai agama, baik dalam bentuk verbal ataupun nonverbal, dengan tujuan memperoleh kebaikan di dunia maupun akhirat.

Islam adalah agama dakwah, Islam tidak memusuhi dan tidak menindas. Esensi dakwah Islam adalah menyampaikan pesan dalam upaya membangun kehidupan manusia secara utuh, baik sebagai individu ataupun masyarakat untuk memperoleh keselamatan dunia akhirat, hubungan ini ada kaitannya dengan alqur’an surah Al Imran ayat 103:

BACA JUGA:  Pengaruh Keluarga Harmonis terhadap Kesehatan Mental Anak

وَاعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰهِ جَمِيۡعًا وَّلَا تَفَرَّقُوۡا‌ ۖ وَاذۡكُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ عَلَيۡكُمۡ اِذۡ كُنۡتُمۡ اَعۡدَآءً فَاَ لَّفَ بَيۡنَ قُلُوۡبِكُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ بِنِعۡمَتِهٖۤ اِخۡوَانًا ۚ وَكُنۡتُمۡ عَلٰى شَفَا حُفۡرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنۡقَذَكُمۡ مِّنۡهَا ‌ؕ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمۡ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُوۡنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Ada banyak sekali cara yang digunakan oleh para pendakwah di era modern ini khususnya para pendakwah di media sosial, mereka tidak hanya berdakwah bil kitabah ataupun bil kalam tapi juag menggunakan metode audiovisual gambar, suara ataupun ceramah hal ini tergantung pada passion atau trend masa kini. Konsep inilah yang membuat menarik perhatian warga di dunia maya sehingga membuat jumlah followers semakin bertambah dan tersebar luas di seluruh penjuru dari berbagai kalangan usia.

Pendidikan Islam dalam penyampaiannya perlu dikemas dengan trend yang sedang berkembang. Alhasil harus diperlukan metode-metode khusus agar dakwah tersebuh bisa diakses oleh semua kalangan. Internet bisa dikatakan akses yang cukup praktis, internet bisa dimanfaatkan sebagai media dakwah dengan jangkauan yang lebih luas agar misi pendidikan yang dikemas bisa tersampaikan kepada masyarakat.

Berdasarkan keuntungan berdakwah di media sosial pada dasarnya memberikan manfaat bahwa konten dakwah yang disajikan dapat saling berkontribusi dan berkolaborasi satu sama lain dengan tetap menggunakan media dengan bijak. Dalam hal ini para da’i dapat leluasa untuk membuat konten konten keagamaan sesuai dengan minat, kemampuan dan tingkat kepercayaan diri masing-masing. Sebab, tidak semua pendakwah mempunyai metode dan teknik yang sama dalam berdakwah.

BACA JUGA:  Batik Karya Warga Binaan Lapas dan Rutan Jatim yang Mendunia

Tetapi disamping praktisnya dakwah Islam untuk diakses di media massa dengan internet, adapun dampak dampak negatif dakwah di media massa yakni dimedia sosial sukar mendalami ilmu agama, dalam hal ini tidak ada lagi pendalam materi karena cenderung materi dimedia sosial itu hanya pada inti materinya saja dan para informan harus berusaha sendiri untuk memahaminya. Sulit mengetahui kebenaran materi ilmu agama dimedia sosial karena banyaknya sumber dan masih kurangnya ilmu dalam hal tersebut. Banyak juga bersebaran berita atau ilmu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist, sehingga dapat menyebabkan menerima ilmu yang tidak benar karena tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Rasullullah.

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa. Dakwah adalahkewajiban bagi setiap umat Islam, dakwah juga merupakan kegiatan dalam penyebarluasan agama Islam melalui ajakan dan seruan, salah satunya dengan platform di media sosial. Akan tetapi, dalam memanfaatkan media sosial sebagai ajang berdakwah harus memperhatikan etika dan norma norma dalam menyebarkan dakwah di media sosial. Sehiangga media sosial benar benar mendatangkan manfaat dalam ajang beribadah menyebarkan agama Islam.

Jahira Sakifa
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakrta

Pos terkait