Memahami Komunikasi bisnis dalam hubungan lintas budaya

Memahami Komunikasi bisnis dalam hubungan lintas budaya

DEPOK POS – Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti membutuhkan yang namanya komunikasi. Komunikasi sendiri merupakan hal yang sudah biasanya dilakukan oleh seluruh umat manusia, contohnya seperti diskusi kelompok di sekolah, presentasi di tempat kerja, ketika kita bernegosiasi saat membeli suatu barang, dan juga ketika kita berbicara kepada teman kita itu juga menjadi salah satu contoh berkomunikasi.

Apa sih pengertian dari Komunikasi itu sendiri? Menurut Barelson dan Steiner, Komunikasi merupakan penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan symbol, angka, kata, grafik, dan lain lain. Sedangkan menurut Shannon weaver (1949) mendefinisikan bahwa komunikasi yaitu mencakup semua prosedur melalui pikiran seseorang yang mana dapat mempengaruhi pikiran orang lain (Jalaludin Rachmat, 1978;10).

Komunikasi bisnis lintas budaya dapat diartikan sebagai sebuah komunikasi bisnis yang terjalin antara komunikator dengan komunikan yang memiliki perbedaan budaya. Dalam komunikasi lintas budaya ini terdapat konsep kebudayaan dan juga konsep komunikasi. Dimana Hubungan diantara keduanya ini bersifat timbal balik dan fungsional. Budaya sendiri turut serta dalam menciptakan dan memelihara realitas budaya dalam komunitas masyarakat yang berbudaya.

Komunikasi dan budaya jika di ibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan dan saling mempengaruhi. Budaya menentukan peran para pelaku komunikasi dan menjadi media yang menafsirkan isi pesan diantara para komunikan.

Komunikasi tentunya berperan besar dalam dunia bisnis, terlebih bagi mereka yang memang mengeluti dunia bisnis yang cakupannya sudah internasional. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik tentunya sangat diperlukan pada saat ini, hal ini dikarenakan untuk dapat meraih kesuksesan bukanlah hal yang mudah apalagi ditengah kompetitifnya orang orang atau perusahaan untuk mengejar pasar di era globalisasi ini.

BACA JUGA:  Membangun Masa Depan: Peran Penting Generasi Muda dalam Dunia Bisnis

Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang tentunya hal yang pertama harus kita lakukan adalah mengetahui latar belakang orang yang kita ajak bicara. Mengapa demikian? Seperti yang kita ketahui di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan- perusahaan yang berasal dari luar negeri tetapi didirikan di Indonesia, yang mana pasti memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda dengan kita. Dalam hal ini tentu saja ketika kita melakukan komunikasi dengan orang asing tersebut pasti akan dipengaruhi oleh budaya yang mempengaruhi seseorang dalam menyampaikan pesan tersebut, sehingga akan terjadi perbedaan persepsi diantara kedua belah pihak.

Di era globalisasi saat ini, tentunya memiliki pemahaman lintas budaya sangat penting. Karena dengan memiliki pemahaman lintas budaya tentunya dapat meningkatkan presentase keberhasilan dalam melakukan negosiasi bisnis lintas budaya. Budaya merupakan variable penting yang mempengaruhi negosiasi bisnis. Nilai nilai dan norma norma yang termasuk dalam kebudayaan, dapat mempengaruhi negosiasi baik kuat maupun lemah (Christopher et al, 2005;95 dalam Peleckis 2013).

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab gagalnya negosiasi lintas budaya, salah satunya karena rendahnya pemahaman lintas budaya yang dimiliki perusahaan, sehingga banyak kesalahpahaman saat melakukan negosiasi bisnis ataupun standar kualitas yang dimiliki masih rendah di mata perusahaan lainnya. Negosiasi sendiri memiliki arti yaitu interaksi social untuk mencapai kesepakatan antara dua orang atau lebih, dengan tujuan atau kepentingan yang berbeda yang mereka anggap penting (Manning & Robertson, 2003).

BACA JUGA:  Keuntungan Menggunakan Bank Syari’ah

Dalam mencapai tujuan pada negosiasi bisnis, Hal yang perlu kita perhatikan yaitu memahami ragam budaya yang ada dari berbagai negara, Pemahaman lintas budaya tentunya akan membantu para negosiator dalam melakukan kegiatan negosiasi bisnis lintas budaya.

Memiliki Pemahaman lintas budaya sebelum melakukan kegiatan negosiasi bisnis lintas budaya tentu saja akan meningkatkan peluang keberhasilan dari negosiasi tersebut. Negosiasi bisnis akan berjalan dengan sangat mudah jika salah satu negosiator telah bertemu dengan mitra bisnisnya sebelum dilakukannya negosiasi formal dan diasumsikan memiliki percakapan yang menyenangkan dan dapat mengerti budayanya.

Dilansir dari jurnal Kemendikbud.go.id/article.php, dengan judul “Perlunya Pemahaman Lintas Budaya Dalam Proses Negosiasi”. diambil Studi Kasus salah satu perusahaan jasa di Indonesia yang melakukan negosiasi lintas budaya yaitu PT. Pratama Jaya Perkasa. PT. Pratama Jaya Perkasa ini merupakan salah satu perusahaan jasa yang berada di Indonesia, tepatnya di daerah bekasi, jawa barat. PT. Pratama Jaya Perkasa didirikan pada tahun 2001 sebagai perusahaan yang aktif di bidang kontraktor umum, terutama untuk pembangunan mechanical dan electrical, tetapi perusahaan ini juga terlibat dalam pembagunan di bidang industry, gedung bertingkat tinggi, pergudangan baja tower, baja StorageBank, jembatan, hangar, Oil & Gas industry, Jetty, dan bangunan komersial lainnya.

BACA JUGA:  Ancaman Ekonomi yang Bisa Terjadi pada Suatu Negara dan Penangannnya dalam Islam

PT. Pratama Jaya Perkasa lebih banyak mendapatkan proyek atau pekerjaan yang berasal dari perusahaan Jepang. Banyaknya pekerjaan yang berasal dari perusahaan jepang dikarenakan bagusnya pemahaman lintas budaya jepang yang dimiliki oleh PT. Pratama Jaya Perkasa.

Menurut pendapat Linton dalam maryati dan Suryawati (2001; 109) mereka mengemukakan bahwa budaya merupakan keseluruhan dalam pengetahuan, sikap, dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu. PT. Pratama Jaya Perkasa kini sudah mengerti mengenai bagaimana cara berpikir, cara bertindak, dan bagaimana cara orang jepang melakukan komunikasi antara satu sama lain. Dengan pemahaman yang dimilikinya ini, tentu tidak heran jika PT. Pratama Jaya Perkasa ini mendapatkan pekerjaan dari perusahaan Jepang.

Adapun gaya negosiasi yang dimiliki oleh PT. Pratama Jaya Perkasa yaitu cukup baik untuk meyakinkan para customernya. Hal ini didukung oleh oleh pernyataan dari para informan. Pengetahuan yang dimiliki oleh PT. Pratama Jaya Perkasa mengenai bidang pekerjaannya bisa dikatakan sangat baik, mengingat pengalaman yang dimiliki perusahaan tersebut sudah cukup banyak, dan juga dalam hal penguasaan materi serta cara penyampaian yang baik ketika melakukan kegiatan negosiasi bisnis, tentu akan membuat customer yakin untuk memakai jasa tersebut.

Nadira Aulia Suherman
Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi & Bisnis.

Pos terkait