Memahami Masa Toddler si Kecil

DEPOKPOS – Setiap orang tua pasti merasa senang dan bahagia melihat si buah hati tumbuh dengan baik, bahkan tak sedikit orang tua yang selalu mengabadikan moment tumbuh kembang si kecil. Tapi, apakah kalian sudah mengetahui apa itu fase toddler bagi si kecil?

Fase toddler sendiri terjadi pada usia anak 12 (Dua belas) hingga 36 (Tiga puluh enam) bulan, dimana pada masa ini si kecil semakin aktif namun juga menjadi sensitif terhadap lingkungan sekitar dimana orang tua harus memiliki perhatian ekstra pada buah hatinya tersebut. Masa toddler merupakan masa penting, kritis & sensitif yang dipastikan tidak akan kembali lagi (irreversible) dirasakan orang tua. Disebut periode kritis karena pengaruh dari lingkungan sangat diperlukan untuk pembentukan sinaps otak si kecil.

Maka dari itu dibutuhkan kesabaran ekstra dalam menghadapi masa toddler si kecil ini, juga memberikan play learning yang baik kepada si kecil. Play learning sendiri adalah perpaduan antara bermain dan belajar yang mampu mengembangkan potensi kreativitas si kecil, seperti permainan sederhana menangkap dan melempar bola, permainan menggunakan adonan tepung atau playdough dimana si kecil bisa membentuk apapun sesuai imajinasi mereka, serta permainan meraba kasar halusnya suatu benda.

BACA JUGA:  Kisah Rachelia Rapha Handoko, Jadi Beauty Content Creator

Di masa toddler juga si kecil menjadi lebih sensitif dan gampang tantrum, eits! tantrum nya si kecil bukan berarti manja ya. Tantrum merupakan emosi besar anak toddler yang diakibatkan oleh kebutuhan atau keinginan yang tidak dipenuhi. Pada masa ini otak anak toddler masih berkembang, sehingga kemampuan mereka untuk memahami dan mempelajari hal-hal terbaru masih terbatas, maka dari itu si kecil sulit mengekspresikan hal tersebut dan hanya dengan menangis mereka bisa mengekspresikan nya.

Karena saat itulah anak toddler mulai belajar mengembangkan kemandiriannya tanpa bantuan orang tua, namun mereka tidak bisa. Anak toddler juga sedang mengalami struggle bagaimana cara memecahkan suatu masalah dan juga bingung dengan emosi besar yang tengah dirasakannya. Ketika si kecil mengalami tantrum dan tidak berhenti menangis, mereka sedang memberitahu kita bahwa mereka tengah merasakan rasa sakit emosional yang dalam dan mereka tidak dapat mengatasinya sendiri. Dengan kata lain, mereka membutuhkan bantuan kita sebagai orang tua nya.

BACA JUGA:  Bahaya ISPA pada Tumbuh Kembang Anak

Ada beberapa solusi untuk menghadapi tantrum si kecil pada usia toddler, sebagai berikut :

⦁ Berusaha untuk tetap tenang. Ketika anak mulai tantrum, orang tua harus tenang terlebih dahulu, jangan terbawa emosi, jangan panik dan jangan ikutan tantrum karena itu akan membuat si kecil semakin menangis karena takut.

⦁ Bawa anak ke tempat yang tidak terlalu ramai. Dengan ini orang tua bisa membiarkan si kecil meluapkan emosi nya sampai ia merasa tenang dengan kondisi sekitarnya yang tidak membuatnya terdesak juga, pastikan juga lokasi ketika anak tantrum tersebut terbebas dari benda-benda berbahaya.

BACA JUGA:  Kejang Demam, Pertolongan Pertama saat Kejang Demam

⦁ Memberikan validasi si kecil terhadap perasaannya. Ketika si kecil mulai tenang, ajak komunikasi atas perasaannya dengan baik dan jelas. Beri pemahaman dengan hati-hati agar si kecil mudah mengerti akan ucapan kita, jangan lupa untuk memberikan afeksi kecil berupa pelukan atau ciuman kepada si kecil setelah ia berhenti menangis.

Usia toddler memang sangat menguras emosi dan tenaga, tapi pada usia tersebut juga anak sedang mengalami pertumbuhan yang pastinya tidak bisa dilewatkan oleh setiap orang tua. Maka dari itu sangat perlu diperhatikan nutrisi si kecil agar tetap sehat dan aktif dalam mempelajari hal-hal baru lebih banyak lagi, juga semakin mendekatkan diri terhadap si kecil agar lebih memahami perasaannya.

Almaina Banyu Khodijah

Pos terkait