Memahami Perilaku Bisnis Lintas Budaya

DEPOK POS – Budaya bisa membuat suatu proses negosiasi bisnis menjadi lebih mudah atau lebih sulit dalam melakukan proses negosiasi bisnis. Suatu negosiasi bisnis akan berjalan lancar jika adanya persamaan persepsi maupun gaya perilaku. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi perusahaan yang ingin melakukan negosiasi bisnis lintas budaya serta dibutuhkan pemahaman dalam melakukan negosiasi bisnis lintas budaya.

Negosiasi bisnis adalah interaksi sosial untuk mencapai kesepakatan antara dua pihak atau lebih, dengan tujuan atau kepentingan yang berbeda yang mereka anggap penting (Manning & Robertson, 2003). Stringer and Cassiday (2009) menyatakan komunikasi lintas budaya adalah komunikasi yang terjalin antar manusia dengan latar belakang budaya yang berbeda. Ini dapat mencakup seluruh rentang perbedaan dari kebangsaan, usia, hingga departemen yang berbeda dalam organisasi yang sama.

BACA JUGA:  Ekonomi Cianjur Pasca Gempa

Mempelajari komunikasi lintas budaya sangat diperlukan untuk mempermudah proses komunikasi dengan publik. Alasan mempelajari komunikasi lintas budaya juga disampaikan oleh Litvin (Suryadi, 2019). Litvin menyebutkan beberapa alasan di antaranya sebagai berikut:

Dunia sedang menyusut dan kapasitas untuk memahami keanekaragaman budaya sangat diperlukan.
Semua budaya berfungsi dan penting bagi pengalaman anggota-anggota budaya tersebut meskipun nilai-nilainya berbeda.
Nilai-nilai setiap masyarakat sebaik nilai-nilai masyarakat lainnya.
Setiap individu dan/atau budaya berhak menggunakan nilai-nilainya sendiri.
Perbedaan-perbedaan individu itu penting, namun ada asumsi-asumsi dan pola-pola budaya mendasar yang berlaku.
Pemahaman atas nilai-nilai budaya sendiri merupakan prasyarat untuk mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai budaya lain.
Dengan mengatasi hambatan-hambatan budaya untuk berhubungan dengan orang lain kita memperoleh pemahaman dan penghargaan bagi kebutuhan, aspirasi, perasaan dan masalah manusia.
Pemahaman atas orang lain secara lintas budaya dan antarpribadi adalah suatu usaha yang memerlukan keberanian dan kepekaan. Semakin mengancam pandangan dunia orang itu bagi pandangan dunia kita, semakin banyak yang harus kita pelajari dari dia, tetapi semakin berbahaya untuk memahaminya.
Pengalaman-pengalaman antarbudaya dapat menyenangkan dan menumbuhkan kepribadian.
Keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperoleh memudahkan perpindahan seseorang dari pandangan yang monokultural terhadap interaksi manusia ke pandangan multikultural.
Perbedaan-perbedaan budaya menandakan kebutuhan akan penerimaan dalam komunikasi, namun perbedaan-perbedaan tersebut secara arbitrer tidaklah menyusahkan atau memudahkan. Situasi-situasi komunikasi antarbudaya tidaklah statik dan bukan pula stereotip. Karena itu, seorang komunikator tidak dapat dilatih untuk mengatasi situasi. Dalam konteks ini kepekaan, pengetahuan dan keterampilannya bisa membuatnya siap untuk berperan serta dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang efektif dan saling memuaskan.

BACA JUGA:  5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Merintis Usaha

Dalam mencapai tujuan dalam negosiasi bisnis, sangat penting sekali untuk memahami budaya dari berbagai negara. Pemahaman lintas budaya yang luas akan membantu para negosiator dalam melakukan negosiasi bisnis lintas budaya. Pemahaman lintas budaya sebelum melakukan negosiasi bisnis lintas budaya akan meningkatkan peluang keberhasilan dari negosiasi tersebut.

BACA JUGA:  Pasar Tradisional, Warisan Budaya yang Perlu Dijaga

Natasya Amalia
Mahasiswa Universitas Pamulang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1 Akuntansi

Pos terkait