Memaksimalkan Kemampuan Korespondensi sebagai Implementasi Komunikasi Verbal untuk Mencapai Keberhasilan Bisnis

Memaksimalkan Kemampuan Korespondensi sebagai Implementasi Komunikasi Verbal untuk Mencapai Keberhasilan Bisnis

MAJALAH JAKARTA – Saat ini, tidak sulit bagi kita untuk menemui bisnis baru bahkan mendirikan sebuah bisnis. Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat terbantu karena adanya perkembangan teknologi dan informasi yang semakin mudah dijangkau semua pihak. Namun, dalam aktivitasnya, banyak bisnis yang gagal dalam mencapai tujuan. Karena, kebanyakkan dari mereka tidak memahami kemampuan-kemampuan dasar yang perlu dimiliki oleh pebisnis.

Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki seseorang yang menjalani bisnis yaitu kemampuan dalam berkomunikasi. Menurut Hovland, Jains dan Kelley, komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (Komunikator) menyampaikan stimulus (Biasanya dalam bentuk kata- kata) dengan tujuan untuk membentuk perilaku orang- orang lainnya (Khalayak).

Kemampuan komunikasi yang baik jelas dibutuhkan pebisnis dalam menjalankan usahanya. Komunikasi dalam bisnis sendiri merupakan rangkaian proses pertukaran gagasan atau informasi terkait kegiatan sebuah bisnis dengan tujuan agar tugas/kegiatan bisnis dapat lebih efektif dan efisien, serta dengan komunikasi bisnis tersebut mampu menciptakan hubungan kerja sama atau relasi untuk membantu dalam mencapai tujuan. Maka jelas, komunikasi bisnis membantu pebisnis dalam mengemukakan pendapat atau penyampaian informasi demi kelancaran dan keberhasilan sebuah bisnis.

BACA JUGA:  Self Management – Langkah Hidup Terarah

Lalu, bagaimana nasib bagi bisnis yang tidak memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik atau bahkan buruk?

Jawabannya jelas, tanpa kemampuan komunikasi bisnis yang baik akan menyulitkan pebisnis dalam menjalankan usahanya. Dipastikan akan lebih sering menghadapi kesulitan-kesulitan dalam kegiatannya, hingga lebih rentan dengan kerugian maupun kegagalan bagi bisnis tersebut. Maka, pebisnis perlu memahami bahwa kemampuan komunikasi perlu ia miliki agar bisnisnya mampu berdiri dengan kuat untuk mencapai keberhasilan.

Dalam komunikasi terdapat dua jenis komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi antar individu maupun kelompok yang menggunakan bahasa verbal dalam menggambarkan gagasan atau informasi yang mana dapat berbentuk 3M yaitu Menulis, Membaca, dan Mendengar. Sedangkan komunikasi non verbal adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi antar individu maupun kelompok tanpa menggunakan bahasa verbal (Tanpa kata-kata) namun memiliki makna yang mana dapat berbentuk ekspresi wajah, gesture, tatapan mata, sentuhan, dan penampilan.

BACA JUGA:  6 Karakteristik yang Harus Dimiliki Seorang Wirausaha

Dalam dunia bisnis, salah satu komunikasi yang tidak asing dan sering dilakukan adalah komunikasi verbal menulis. Komunikasi verbal menulis ini seperti menulis surat, email, laporan, memo, dan lainnya. Kegiatan komunikasi verbal menulis tersebut disebut dengan korespondensi. Korespondensi merupakan kegiatan mengkomunikasikan ide, gagasann, maksud, pendapat, maupun informasi oleh satu pihak ke pihak lain dengan tujuan informasi dapat sampai ke pihak sasaran.

Dengan kemampuan korespondensi yang baik, membantu pebisnis dalam penyampaian informasi bagi pihak internal maupun pihak eksternal. Kegunaan korespondensi dalam bisnis selain dapat digunakan sebagai alat penyampaian informasi maupun kegiatan, dapat pula menjadi alat pencipta hubungan kerjasama antar pihak yang berkomunikasi.

Apabila pebisnis memiliki kemampuan korespondensi yang kurang baik atau bahkan buruk, maka akan menyulitkan proses pertukaran informasi terkait kegiatan bisnis, karena akan sulit mengemukakan ide maupun informasi yang mana memerlukan ketepatan dalam pemilihan kosakata, ejaan, dan tata bahasa.

Tidak semua bisnis yang ada memiliki kemampuan korespondensi yang baik, sehingga banyak dari mereka yang sulit menjalankan bisnisnya atau bahkan tidak mampu mencapai keberhasilan. Sehingga, kemampuan korespondensi pebisnis berbanding lurus dengan keberhasilan yang akan didapatkan sebuah bisnis.

BACA JUGA:  Batik Karya Warga Binaan Lapas dan Rutan Jatim yang Mendunia

Dalam melakukan korespondensi, harus memerhatikan pemilihan kosakata, tata bahasa, ejaan yang baik dan jelas. Selain itu harus urut, tidak bertele-tele, rapih, dan menarik bagi sasaran. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar informasi dan tujuan melakukan korespondensi dapat tercapai, sehingga meminimalisir terjadinya salah tafsir.

Walaupun saat ini sudah serba digital, kemampuan korespondensi tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang ada, seperti melakukan korespondensi dalam bentuk digital paperless yaitu menulis surat dengan komputer dan mengirimkannya melalui email. Kesimpulannya, kemampuan korespondensi yang baik perlu dimiliki pebisnis, karena perannya vital dalam menjamin kelancaran dan keberhasilan bisnisnya dengan terus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang ada, sehingga bisnis pun dapat berhasil dan mencapai tujuannya.

Erlangga Eka Putra Kodirun
Mahasiswa Universitas Pamulang,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi S1 Akuntansi.

Pos terkait