Membangun Mental Remaja dengan Perdpektif Psikologi Islam

Membangun Mental Remaja dengan Perdpektif Psikologi Islam

 

Pada masa pertumbuhan anak menuju pada fase remaja sangat berpengaruh dalam pembentukan konsep diri. Mereka mulai berinteraksi dengan lingkungannya dan mendapat banyak masukan dari lingkungan itu sendiri. Remaja adalah proses peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju fase yang lebih tinggi sebelum masuk kedalam fase dewasa. Di masa inilah pertumbuhan dan perkembangan psikologis sertas fisiologisnya meningkat pesat, sehingga kondisi ini mempengaruhi pemikiran dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu remaja harus diarahkan dan dibimbing agar kecenderungan negatif pada remaja dapat dikurangi. Selain itu kecenderungan positifnya dapat berkembang kea rah yang produktif dengan seluruh keberadaan pendidikan Islam. Pendidikan Islam adalah suatu proses dimana transformasi dan internalisasi pengetahuan dan nilai-nilai peserta didik melalui penumbuhan serta pengembangan potensi untuk mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup dalam segala bagiannya.

Dalam perspektif Islam, kesehatan mental adalah kemampuan individu untuk mengendalikan fungsi psikologis dan secara dinamis melakukan penyesuaian diri, orang lain dan lingkungan berdasarkan Al-Quran dan as-Sunnah sebagai pedoman untuk hidup bahagia di dunia dan di akhirat dunia luar. Pandangan Islam tentang gangguan kesehatan jiwa tidak jauh berbeda dengan pandangan para professional ahli kesehatan jiwa pada umumnya. Peran agama Islam dapat membantu manusia menjaga jiwanya dan mencegah gangguan kejiwaan serta meningkatkan masalah kesehatan mental. Kajian berikut mengkaji berbagai bentuk ibadah dan dampak psikologisnya, yang kemudian disebut sebagai psikoterapi melalui amalan ibadah.

⦁ Konsep Dasar Psikologi Islam

Psikologi Islam adalah ilmu yang mempelajari manusia, khususnya mata pelajaran kepribadian manusia, berdasarkan filosofis, teoritis, metodis dan sumber formal Islam (al-Qur’an dan al-Hadits) dan akal, perasaan dan intuisi (Ancok). Djamaluddin dan Fuat Nashori Suroso, 1994). Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia termasuk fisik, psikologis dan sosial. Selain itu, manusia sebagai makhluk berbeda dengan makhluk lainnya, yang ciri utamanya adalah akal atau kemampuan berpikir. (Safrina, 2008)

Islam adalah agama yang ajarannya komprehensif mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik maupun psikis, serta seluruh aspek kehidupan sosial. Psikologi Islam merupakan sarana yang sangat efektif untuk membawa penelitian psikologi dari dimensi lain sebagaimana teori-teori barat hingga saat ini. Mereka sangat dangkal dalam dimensi spiritual, yang harus bersambung dengan dimensi psikologis dalam segala aktivitasnya. Psikologi Islam seharusnya menjadi ladang yang sangat subur bagi para psikolog muslim untuk menghadirkan perspektif baru di bidang psikologi, dan diharapkan akan membawa angin segar yang dapat menenangkan hati dan jiwa orang-orang yang peduli pada semua orang, baca terbitan artikel . . karena penelitian ini mencakup dua dimensi sekaligus, yaitu dimensi spiritual dan dimensi spiritual.

Psikologi Islam merupakan sebuah aliran baru dalam dunia psikologi yang mendasarkan seluruh bangunan bangunan teori dan konsep-konsepnya kepada Islam. Islam sebagai subjek dan objek kajian dalam ilmu pengetahuan, harus dibedakan kepada tiga bentuk: Islam sebagai ajaran, Islam sebagai pemahaman dan pemikiran serta Islam sebagai praktek atau pengalaman. Islam sebagai ajaran bersifat universal dan berlaku pada semua tempat dan waktu, bersifat absolut dan memiliki kebebnaran yang normatif, yaitu benar menurut pemeluk agama tersebut, Psikologi Islam adalah aliran terbaru dalam dunia psikologi yang mendasarkan semua konstruksi dan konsep teoretisnya pada Islam. Islam sebagai subjek keilmuan dan sebagai subjek penelitian harus dibagi menjadi tiga bentuk yaitu: Islam sebagai ajaran, Islam sebagai pemahaman dan pemikiran, dan Islam sebagai pengamalan atau pengalaman. Islam sebagai ajaran bersifat universal dan berlaku untuk semua tempat dan waktu, bersifat mutlak dan mengandung kebenaran normatif yang benar menurut pemeluk agama tersebut.

BACA JUGA:  Pengaruh Komunikasi Bisnis Terhadap Branding Suatu Brand Oleh KPop Idol

⦁ Pengertian Kesehatan Mental Menurut Psikologi Islam

Menurut para psikolog Muslim, Psikologi Islam adalah ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia yang bersifat filsafat, teori, metodologi, dan pendekatan problem dengan didasari sumber – sumber formal Islam (Al – Qur’an & Hadits). Psikologi Islam adalah konsep psikologi modern yang telah mengalami proses filterisasi dan didalamnya terdapat wawasan Islam dan membuang konsep – konsep yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Islam.

Kesehatan mental atau Mental Health dalam perspesktif psikologi islam adalah suatu kemampuan diri manusia dalam mengelola fungsi-fungsi kejiwaan sehingga tercipta penyesuaian diri yang baik antara dirinya sendiri, manusia & makhluk hidup lain, lingkungan, alam semesta maupun dengan Allah secara dinamis yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist yang merupakan pedoman hidup dalam menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan yang dinamis bila dikelola dengan baik dengan mengembangkan seluruh aspek yang dimilikinya seperti kecerdasan, emosi maupun kesehatan dan spiritual. Sehingga Allah melimpahkan ketenangan jiwa dalam diri manusia, sesuai dalam Q.S. Al-Fath : 4 yaitu “Allah-lah yang telah menurunkan ketenangan jiwa kedalam hati orang-orang mukmin, supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan yang sudah ada.” . Menurut Utsman Najati memaparkan kesehatan mental.

⦁ Penyakit Mental Yang Sering Terjadi Pada Manusia

Menurut Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi (1970), membagi penyakit jiwa dalam sembilan bagian, yaitu: pamer (riya’), marah (al-ghadhab), lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah), was-was (al-was-wasah), frustrasi (al-ya’s), rakus (tama’), terperdaya (al-ghurur), sombong (al-ujub), dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd). Beberapa sifat tercela di atas ada relevansinya jika dianggap sebagai penyakit jiwa, sebab dalam kesehatan mental (mental hygiene) sifat-sifat tersebut merupakan indikasi dari penyakit kejiwaan manusia (psychoses). Jadi pada penderitanya sakit jiwa salah satunya ditandai oleh sifat-sifat buruk tersebut.

4. Keterkaitan Mental Remaja Dengan Psikologi Islam

Kesehatan mental merupakan suatu disiplin ilmu yang menjadi bagian dari psikologi Islam dan terus berkembang pesat. Di zaman modern ini banyak terjadinya perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari aspek politik, ekonomi, pendidikan, tradisi, dan budaya juga mengalami kemajuan yang pesat. Selain itu tidak jarang sebagian remaja tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman berakibat pada penderita gangguan jiwa. Kesehatan mental dalam pandangan psikologi Islam, memiliki fungsi yang besar terhadap pikiran, jiwa, sikap, perasaan, pandangan, dan keyakinan. Sehingga dapat memusatkan perhatian pada keharmonisan, menjauhkan keraguan dan kebimbangan, serta menghindari rasa takut, kegelisahan dan konflik batin. Orang yang mempunyai mental sehat adalah orang-orang yang bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Dikarenakan mereka merasa bahwa diri mereka berharga, berguna dan mampu menggunakan seluruh potensi dan kemampuannya semaksimal mungkin yang akan membawa kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

BACA JUGA:  Peranan Kekuasaan dan Politik terhadap Pengembangan Organisasi

Ada beberapa keriteria pribadi yang normal (sehat) menurut Maslow dan Mittelman, yaitu: pertama, memiliki perasaan aman yang tepat. Kedua, memiliki penilaian diri dan wawasan rasional. Ketiga, memiliki spontanitas dan emosionalitas yang tepat. Keempat, mempunyai kontak dengan realitas secara efisien. Kelima, memiliki dorongan-dorongan dan nafsu-nafsu jasmaniyah yang sehat, serta memiliki kemampuan untuk memenuhi dan memuaskannya. Keenam, mempunyai pengetahuan diri yang cukup. Ketujuh, memiliki kemampuan untuk belajar dari pengalaman hidupnya.

Dari sinilah dapat kita ketahui bahwasanya kesehatan mental itu sangat penting dalam psikologi Islam, karena jika kesehatan jiwa seseorang terganggu, maka akan muncul tanda-tanda dari gejala mental yang tidak sehat. Berikut inilah tanda-tanda mental yang tidak sehat, yaitu : timbulnya rasa takut dan kecemasan, selalu iri hati terhadap keberhasilan yang didapatkan orang lain, sedih dalam menghadapi masalah hidup, merasa rendah ketika banyak orang, mudah marah ketika menyelesaikan suatu permasalahan, merasa bimbang dan ragu dalam menentukan sikap.

Terdapat ayat-ayat dalam paradigma al-Qur’an yang berbicara tentang kesehatan mental baik berupa segi fisik, nafs/psikis, sosial dan rohani. Ayat-ayat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, konsep yang terkait dalam makna normatif khusus, dan terhadap doktrin-doktrin. Pada bagian pertama ini kita akan mempelajari banyak konsep tentang kesehatan, baik yang abstrak maupun yang konkrit. Konsep abstrak meliputi konsep keadaan mental (psikologis), perasaan (emosi), akal dan sebagainnya. Konsep konkrit tentang tentang pola kepribadian manusia seperti, pola kepribadian yang beriman, pola kepribadian munafik, dan pola kepribadian yang kafir. Tersedia dalam format QS. Ali Imran ayat 110, QS.Al-Fath ayat 92, QS. As-Zariyat ayat 56. Kedua, ayat-ayat yang berisi sejarah dan perumpamaan (asal-muasal). Seperti kisah tentang kesabaran Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian berupa penyakit yang diberikan oleh Allah kepadanya.

⦁ Model Kesehatan Mental Menurut Islam

Hanna Djumhana Bastaman lebih lebar mengutip empat model kesehatan mental, yaitu 1) model gejalapola, gangguan atau penyakit nafsiyah. 2) Model pengaturan diri adalah model berbasis aktivitasseseorang menanggapi tuntutan lingkungan tanpa kehilangan harga diri. 3) Pola pengembangan diri, model-model yang berkaitan dengan karakteristik unik dari karakteristik manusia seperti kreativitas, produktivitas, kecerdasan, tanggung jawab dan lainnya. 4) templat agama, model yang berkaitan dengan ajaran agama. Manusia adalah bagian dari masalah, juga masalah, sumbernya peristiwa sosial terkadang disebabkan oleh perilaku manusia menyimpang dari standar yang ada keduanya merupakan faktor ekonomi misalnya kemiskinan, pengangguran, korupsi dan lain-lain, faktor biologis, misalnya penyakit menular, keracunan makanan, dll), faktorpsikologis (penyakit saraf, bunuh diri, gangguan mental, dll.),dan faktor budaya (perceraian, kenakalan remaja dan lain-lain). Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap masalah sosial yang disebutkan di atas. Penyebab permasalahan tersebut dapat diatasi sebagai berikut:

BACA JUGA:  Self Management – Langkah Hidup Terarah

1. Menjalankan ibadah salat. Ibadah ini memiliki menfaat besar untuk membuat hati menjadi lebih tenang dalam Islam. Selain itu, salat juga memiliki tujuan gara seseorang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Zikir juga menjadi cara menjaga kesehatan mental menurut Islam. Zikir merupakan aktivitas umat muslim untuk menyebut nama Allah SWT. Setiap muslim dianjurkan untuk selalu mengingat Allah dengan cara berzikir. Selain untuk memuja kebesaran Allah SWT, berzikir juga dapat membuat hati dan pikiran seseorang menjadi lebih tenang.

3. Tetaplah berdoa, cara pertama untuk tetap waras dalam Islam adalah dengan berdoa. Ibadah ini memiliki manfaat yang besar untuk membuat hati lebih tenteram dalam Islam. Selain itu, shalat juga memiliki tujuan karena seseorang lebih dekat dengan Allah SWT. 2. Ingat Menurut Islam, mengingat juga merupakan cara menjaga kewarasan. Dzikir adalah kegiatan islami untuk menyebut nama Allah SWT. Setiap muslim selalu dianjurkan untuk mengingat Allah melalui zikir. Selain menyembah kebesaran Allah SWT, dzikir juga dapat menenangkan hati dan pikiran.

4. Selalu bersyukur. Kita semua tahu bahwa masyarakat dunia tentu tidak akan pernah lepas dari permasalahan hidup. Hampir dapat dipastikan bahwa masing-masing memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Jadi, Anda harus memahami bahwa kita tidak hidup sendiri dan masih banyak orang di luar sana yang memiliki masalah lebih besar. Salah satu puncak kebahagiaan adalah ketika seseorang bisa mensyukuri apa yang dimilikinya. Selalu percaya bahwa semua masalah yang kita hadapi saat ini adalah upaya untuk mendewasakan kita agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Meski begitu, masih banyak hal di dunia ini yang patut kita syukuri seperti teman, keluarga dan pekerjaan.

⦁ Berdoa agar Lebih Tenang

Cara menjaga kesehatan mental menurut Islam dianjurkan untuk terus mengingat Allah SWT. Berdoa dan meminta pada Sang Pencipta. Selain itu, juga dapat dengan membaca doa di bawah ini yang termuat dalam Alquran surat Ar Rad, ayat 28.

“Alladziina aamanuu watathmainnu quluubuhum bi dzikrillaahi alaa bi dzikrillaahi tathmainnul quluubu.”
Artinya:
” (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Oleh : Ardelia safitri, Aminame Syam Bintan, Cindy Tsabita dan Siti Nurhayati
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pos terkait