Memilih Calon Pasangan Hidup Berlandaskan Bibit, Bebet, Bobot

DEPOK POS – Masa dewasa awal adalah suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru (H. S. Becker). Usia dewasa awal di klasikifasikan oleh Hurlock (1996) dimulai pada usia 18 tahun hingga usia 40 tahun.

Pada usia dewasa awal ini merupakan masa peralihan dari seorang remaja ke masa orang dewasa, maka ketika masuk masa ini, diharapkan orang yang sudah dianggap dewasa bisa menerima kesetaraan nya bersama orang dewasa lainnya. Adapun Santrock (2011) mengklasifikasikan juga masa dewasa awal dimulai pada usia sekitar 18 hingga usia 25 tahun, sebagai transfiguasi dari masa remaja ke masa dewasa.

Manusia sebagai makhluk sosial pada hakikat nya memiliki hak untuk hidup bersama dan menjalani kehidupan sosial bersama orang lain dengan sebuah pernikahan. Pada rentang usia 20 hingga 25 tahun mayoritas masyarakat yang ada di Indonesia akan melangsungkan pernikahan, baik pria dan juga wanita.

BACA JUGA:  Mengenal Gaji dan Implementasinya

Sebagaimana menurut Havighurst (dalam Monks, Knoers dan Haditono, 2001) tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik dan mengasuh anak, memikul tanggung jawab sebagai warga negara, membuat hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan. Adapun undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 mengatur usia minimal menikah adalah 19 tahun baik untuk pria maupun wanita.

Berkaitan dengan pernikahan, sebelum memutuskan untuk menikah pastinya tidak akan lepas dari yang nama nya pasangan hidup. Pasangan hidup ini biasanya disebut dengan calon, calon suami ataupun calon istri. Dengan pasangan hidup inilah nanti nya akan terbentuk sebuah keluarga.

Keluarga yang isi nya dua atau lebih orang yang saling berkomitmen untuk berbagi keintiman, sumber daya, dan tanggung jawab (Olson, Defrain, dan Skogard, 2011).

BACA JUGA:  Tips Belajar Efektif Anti Sistem Kebut Semalam

Memiliki calon pasangan hidup yang baik merupakan impian bagi semua orang, maka dengan itu pula ketika memilih pasangan hidup harus memperhatikan beberapa kriteria.

Kriteria-kriteria yang diperhatikan ketika memilih pasangan hidup yaitu berupa Bibit, Bebet, dan Bobot. Biasanya orang-orang yang berasal dari etnis Jawa akan memperhatikan konsep pemilihan pasangan hidup pada 3 aspek ini, namun tidak hanya berpusat pada masyarakat etnis Jawa saja, etnis dari daerah lain di Indonesia juga memiliki istilah lain yang artinya sama dengan penamaan Bibit, Bebet, Bobot.

Bibit yang merupakan garis keturunan, dimana biasanya yang dipandang itu dari sudut kedua orang tua pihak perempuan misalnya apakah berasal dari keturunan raja atau memiliki pangkat tinggi di pemerintahan atau juga apakah hanya masyarakat biasa pada umum nya.

BACA JUGA:  Mengikuti Tren Fashion yang Sesuai Dengan Adab Berpakaian dalam Islam

Lalu ada Bebet, yang berupa status sosial ekonomi, dimaksudkan agar nanti nya ketika sudah menjadi pasangan tidak sama-sama membebani satu sama lain ataupun kedua orang tua karena keadaan ekonomi yang stabil dan terakhir ada Bobot, yang berupa kepribadian dan juga pendidikan.

Memiliki kepribadian dan pendidikan yang baik menjadi salah satu pertimbangan karena kedepan nya dua hal ini akan di implementasikan ketika membina rumah tangga sesuai dari ilmu yang di dapat.

Tentu nya pemilihan pasangan dengan dilandasi bibit, bebet, bobot di era sekarang ini bisa digunakan supaya pasangan yang akan menikah nanti dapat membina keluarga dengan bahagia lahir dan bathin serta serasi selamanya.

Aryo Musyaffa Amnur, Kahfi Makiya Yudhistira, Shafa Rahmah Salsabila
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Pos terkait