Mendulang Cuan Lewat Konten: Tulisan, Foto, hingga Video

Mendulang Cuan Lewat Konten: Tulisan, Foto, hingga Video

DEPOK POSUser Generated Content (UGC) pada dasarnya merupakan sebuah konten yang dibuat secara sukarela oleh user atau pengguna, dengan memanfaatkan platform digital yang tersedia. Konten bisa berupa tulisan, foto, gambar hingga video.

UGC tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk keuntungan pemillik brand. Bagi konsumen, UGC sendiri merupakan potensi yanag bisa dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan materi.

Para pemilik merk sudah memanfaatkan UGC sebagai bagian dari strategi marketing mereka. Pemanfaatan UGC terbukti mampu meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu merk karena konten yang berasal langsung dari konsumen dianggap orisinal tanpa rekayasa.

Lantas bagaimana kita sebagai user bisa memperoleh keuntungan secara materi melalui UGC?

Caranya adalah dengan membuat konten untuk dipublikasikan melalui platform digital yang ada. Cari platform yang sesuai dengan konten yang Anda buat.

BACA JUGA:  Resesi Ekonomi Global, Mungkinkah Terjadi di Indonesia?

Jika Anda suka membuat video, platform Youtube dan Tiktok bisa menjadi pilihan.

Suka menulis? Wah kalau ini banyak juga pilihannya. Kalau suka menulis fiksi, ada banyak platform yang berfungsi sebagai wadah bagi para penulis novel.

Konten tidak dibatasi pada tulisan fiksi, melainkan juga nonfiksi. Anda dibebaskan membuat tulisan yang sesuai dengan minat Anda.

Sebagai pembuat konten, Anda berhak untuk mendapatkan cuan sesuai dengan seberapa besar konten yang Anda buat mendapatkan view. Semakin banyak orang yang meng-klik, akan semakin besar uang yang diperoleh.

Tips mendulang cuan dari UGC

Pertama, ketahui potensi dan minat yang apa yang kita miliki. Mengetahui kelebihan diri sendiri akan memudahkan kita untuk merumuskan jenis konten yang akan kita buat.

Kedua, spesifik. Ada jutaan konten yang tersedia di dunia digital. Untuk memperoleh perhatian khalayak, sebaiknya menghindari konten yang bersifat umum. Pilih tema yang spesifik tapi memiliki segmentasi yang jelas.

BACA JUGA:  Tren "Friends With Benefit" Bisa Bikin Ketularan HIV?

Contoh, jika Anda guru matematika, buatlah konten yang memposisikan diri Anda sebagai guru privat les matematika. Isi konten bisa berupa tips-tips penyelesaian soal matematika.

Ketiga, distribusi. Semakin banyak orang yang mengklik konten kita, semakin besar cuan yang kita peroleh. Karena itu selalu pastikan untuk men-share konten yang kita buat.

Misalkan Anda guru nih, selain mengajar di kelas, boleh dong memposting materi pembelajaran secara online untuk menunjang pembelajaran.

Keempat, pahami skema pembayaran yang ditawarkan oleh platfotm. Akan ada biaya yang dikenakan karena kita sudah menggunakan platform tersebut. Besarannya akan berbeda di setiap platform.

BACA JUGA:  Gen Z dan Peran Mereka dalam Transformasi Ekonomi Indonesia

Kelima, up to date. Isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat, bisa menjadi alat untuk menaikkan traffic konten yang kita buat. Karena itu, pastikan untuk selalu memantau perkembangan yang terjadi di dunia luar.

Keenam, konsisten. Jangan berpikir bahwa konten yang Anda buat akan langsung cuan dalam waktu singkat. Kemungkinan ini bisa saja terjadi jika Anda hoki, tapi seberapa besar sih kemungkinannya?

Daripada begitu, lebih baik tetap konsisten menggarap konten yang kita miliki untuk hasil jangka panjang yang akan kita raih. Percaya atau tidak, konsistensi yang kita buat akan ‘menarik perhatian’ secara algoritma.

Itulah sebabnya, pastikan untuk selalu menggunakan kata-kata yang akan memudahkan kemunculan kita di mesin pencarian. Penggunaan tagar disarankan secara konsisten sesuai dengan teman konten yang kita buat.

Pos terkait