Menepati Janji dalam Islam

DEPOKPOS – Janji adalah kata kunci yang menyatakan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Pengakuan yang mengikat sendiri atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi atau dipenuhi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Dalam Islam akan ditanyakan janji, Satu lagi sifat yang hampir sama dengan dua sifat sebelumnya (shiddiq dan amanah) adalah menepati janji.

Menepati janji berarti berusaha untuk memenuhi semua yang telah dijanjikan kepada orang lain di masa depan.

Orang yang menepati janji adalah orang yang bisa menepati semua yang dia janjikan. Kebalikan dari menepati janji adalah mengingkari janji

BACA JUGA:  Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini

Pada saat ini, janji sering digunakan sebagai Bahasa biasa di tongkrongan pergaulan, Kalangan pengusaha yang bertransaksi, Masyarakat yang sedang berkampanye, bahkan orang tua ketika membujuk anaknya sering Memberi janji-janji manis. Ada yang konsisten dengan janjinya dan berupaya memenuhi.

Namun, tidak sedikit yang ingkar dan menganggap hanya becandaan, Mereka mengabaikan sabda yang mengatakan janji adalah Hutang.

Juga mengabaikan perintah Allah SWT yang telah mengingatkan janji itu harus ditepatin karena akan dimintai pertanggungjawaban Akhirat Kelak, Ada banyak manfaat berharga bagi manusia yang selalu menepati janjinya, baik di dunia maupun di akhirat.

BACA JUGA:  Keuntungan Menuntut Ilmu di Lingkungan Pesantren

Manfaat ini ada di berupa hubungan sosial yang baik dan Harmonis, memperbesar kepercayaan kepada orang lain, yang akan meluaskan pahala kebaikan Untuk Sesama Manusia.

Menepati janji dapat menjadi penyebab dihapusnya dosa kita dan memasukkan kita ke surga (QS al- Baqarah: 40). Menurut Ibnu Jarir, penulis tafsir Jami’ul Bayan, Allah SAW menjanjikan kepada orang-orang yang memenuhi janji akan memasukkan mereka ke surga-Nya, Memenuhi janji merupakan target dan harusdi perioritaskan terpenting dalam kehidupan.

BACA JUGA:  Bulan Sya’ban Lebih Produktif dengan Amalan-amalan Ini

Sebagai orang tua, wajib memenuhi janji kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan benar, membimbing mereka ke kehidupan yang jujur dan lurus, mengenal adab tata krama sopan santun dan Ahklak, Serta melindungi dari bahaya pergaulan Bebas.

Sebagai Manusiawi, Semua wajib memenuhi janji kepada konstituen dan para pemberi suara yang telah menjadikan kita wakil rakyat, atau pemimpin di berbagai Gelar. Jangan hanya menganggap janji itu hanya sebagai pemanis Di awal saja, “Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.(QS Ali Imran: 194).

Muhamad Rifki Setiawan

Pos terkait