Mengenal Lebih Jauh Tuberkulosis (TBC)

Mengenal Lebih Jauh Tuberkulosis (TBC)

Apa Itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis atau yang dikenal dengan TBC, adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini termasuk mematikan karena menyerang organ paru – paru. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2012, data dari Kementerian Kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa 1 orang meninggal setiap 8 menit karena penyakit TBC ini. Hal ini jelas menunjukkan betapa bahayanya jenis penyakit ini.

Penularan Penyakit Tuberkulosis

Penularan penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik – titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis, anak – anak sering mendapatkan penularan dari orang dewasa di sekitar rumah maupun saat berada di fasilitas umum seperti kendaraan umum, rumah sakit dan lingkungan sekitar rumah.

BACA JUGA:  Daun Kelor, Superfood Solusi Anemia Ibu Hamil

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gejala sistematik/umum :

⦁ Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.
⦁ Kadang – kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
⦁ Penurunan nafsu makan dan berat badan.
⦁ Batuk – batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
⦁ Perasaan tidak enak (malaise)
⦁ Lemah

BACA JUGA:  Lima Kunci Diet Sehat dari Ahli Gizi UGM

Pengobatan Penyakit Tuberkulosis

Karena penyakit tuberkulosis dapat hidup berbulan – bulan walaupun sudah terkena antibiotika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat), sehingga pengobatan TBC memerlukan waktu antara 6 sampai 9 bulan. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi terhadap obat. Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat.

BACA JUGA:  Terapi Insulin untuk Pengobatan Diabetes

Tiyana anjarwati
Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Binawan

Pos terkait