Mengenal Penyakit Asam Urat

Mengenal Penyakit Asam Urat

Asam urat adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, bengkak, dan panas di area persendian. Semua persendian di dalam tubuh berisiko terkena asam urat, namun persendian yang paling sering terkena adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Kadar asam urat darah yang normal adalah 2-6 mg/dl pada wanita dan 3-7,2 mg/dl pada pria. Kadar asam urat serum 7 mg/dl atau lebih tinggi pada pria dan 6 mg/dl atau lebih tinggi pada wanita adalah tinggi (hiperurisemia). Kadar asam urat serum rendah (hipourisemia) ketika kadar asam urat serum kurang dari 2,5 mg/dl pada pria dan 2 mg/dl pada wanita.

Asam urat diekskresikan terutama oleh ginjal dan hanya sebagian kecil yang diekskresikan melalui saluran cerna. Ketika kadar asam urat meningkat, disebut hiperurisemia, pasien mengalami asam urat. Hiperurisemia disebabkan oleh produksi berlebihan atau penurunan ekskresi (seperti gagal ginjal). Produksi yang berlebihan terlihat pada pasien dengan keganasan, mengakibatkan pergantian purin dan DNA yang sangat tinggi. Penyebab lain hiperurisemia termasuk dehidrasi akibat alkohol, leukemia, kanker metastatik, mieloma multipel, hiperlipoproteinemia, diabetes melitus, gagal ginjal, stres, keracunan timbal, dan penggunaan diuretik. (Syukri, 2007)

BACA JUGA:  Pengaruh Pengawasan Mutu Terhadap Pemeriksaan Trombosit

Hiperurisemia

Asam urat serum tinggi disebut hiperurisemia. Gejala sendi disebut artritis gout. Manifestasi pada sendi disebut artristis pirai.

Pirai adalah penyakit metabolisme dan dalam keadaan lengkap disertai dengan gejala berikut:

1. Peningkatan kadar asam urat serum
2. Serangan berulang Pada radang sendi akut yang khas, kristal asam urat (monosodium) hadir dalam sel darah putih dari cairan sinovial.
3. Tophi (endapan asam urat), terutama di dalam dan sekitar persendian ekstremitas.
4. Abnormalitas ginjal yang mempengaruhi jaringan interstisial dan ekstremitas periarticular.
5. Batu ginjal tersusun dari asam urat

Penyebab Penyakit Asam Urat

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan asam urat antara lain:

⦁ Makan makanan yang kaya purin, seperti jeroan hewan, makanan laut, dan daging tanpa lemak.
⦁ Konsumsi minuman manis atau beralkohol secara berlebihan. Penggunaan obat jenis tertentu, seperti obat pengencer darah, inhibitor enzim, dan obat kemoterapi.
⦁ memiliki riwayat asam urat pada salah satu anggota keluarga.

BACA JUGA:  Mengatasi Penuaan Kulit: 7 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Gejala Penyakit Asam Urat 

Asam urat memiliki beberapa gejala umum, antara lain:

⦁ Sendi mendadak terasa sangat sakit.
⦁ Rasa sakit yang terus-menerus membuatnya sulit untuk berjalan, terutama di malam hari.
⦁ Nyeri berkembang pesat dalam beberapa jam dan disertai dengan nyeri hebat, bengkak, terbakar, dan kemerahan pada kulit sendi.
⦁ Saat gejala mereda dan bengkak mereda, kulit di sekitar sendi yang terkena menjadi kering, terkelupas, dan gatal.
⦁ Gejala gangguan ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pengobatan diperlukan untuk menghindari perburukan gejala dan risiko kekambuhan.

Obat yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah :

⦁ asam askorbat
⦁ kalsitonin
⦁ sitrat
⦁ dikumarol
⦁ estrogen

BACA JUGA:  Sindrom Ovarium Polikistik dan Faktor Risikonya

Faktor – Faktor yang mempengaruhi :

⦁ Stres, penyebab kadar asam urat serumnya meningkat.
⦁ Tingkat kontras sinar Menurunkan kadar asam urat bagian serum dan Tingkat urin naik.
⦁ obat yang dapat meningkat Kadar asam urat bagian serum: alkohol, asam askorbat, aspirin dosis rendah, kafein, cisplatin, diazoksida, diuretik, epinefrin, etambutol, levodopa, dopa logam, asam nikotinat, fenotiazin, dan teofilin.
⦁ Obat penurun asam urat serum: allopurinol, aspirin dosis tinggi, azathioprine, clofibrate, kortikosteroid, estrogen, glukosa intravena, guafenisin, manitol, probenesid, warfarin.

Terapi/ Pengobatan 

Terapi/Pengobatan ditunjukan tidak hanya untuk menurunkan kadar asam urat serum, tetapi juga untuk menghilangkan tanda dan gejala.

Untuk radang sendi akut yang sangat menyakitkan:

– istirahat
– Dosis Colchicine :
– – – 0,5 mg/jam sampai kejang mereda atau sampai gejala keracunan colchicine muncul, yaitu diare, muntah, atau gejala gastrointestinal lainnya
Dosis maksimum: 7mg Dosis pemeliharaan: 0,5-1 mg/hari

Indira Fidelina Lendiani
Mahasiswa Universitas Binawan Prodi Farmasi

Pos terkait