Menjadikan Gaya Hidup Sebagai Media Promosi

DEPOK POS – Dalam berbisnis tentunya kita perlu melakukan promosi untuk menginformasikan dan mempengaruhi presepsi target pasar atas perusahaan dan produk yang kita miliki. Promosi sangatlah penting untuk keberlangsungan suatu bisnis, hal itu bisa dilihat dari salah satu pengaruh yang ditimbulkan oleh promosi yaitu, mendatangkan calon pembeli.

Bisa kita bayangkan bagaimana jika suatu bisnis tanpa promosi, perusahaan tidak akan dikenal oleh pasar, lalu jika sudah seperti itu dampaknya bisa langsung mengarah kepada produk maupun jasa yang diperjualbelikan, tidak adanya transaksi jual beli di dalam bisnis tersebut. Jika tidak ada transaksi maka kita tidak akan mendapatkan laba maupun baliknya modal awal.

Promosi punya banyak jenis, diantaranya Tradisional Marketing, Digital Marketing, Direct Marketing, dan Endorsement. Dari empat jenis promosi yang ada Endorsment untuk saat ini merupakan salah satu promosi yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Promosi ini memanfaatkan media sosial sebagai medianya.

BACA JUGA:  Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja

Endorsement dilakukan oleh seorang tokoh terkenal atau influencer yang mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat yang lebih dari masyarakat. Dengan kata lain kita menggunakan nama tokoh atau influencer ini untuk mempromosikan produk yang kita jual. Biasanya mereka akan membuat sebuah video atau foto bersama produk kita dan seakan-akan produk tersebut merupakan bagian dari gaya hidup mereka.

Cara ini cukup berhasil karena masyarakat cenderung mudah terpengaruh terhadap sikap dan perilaku para influencer. Selain itu, promosi ini sangat mudah untuk tepat sasaran karena kita bisa memilih seorang tokoh atau influencer mana yang memiliki gaya hidup sesuai dengan produk yang kita miliki.

BACA JUGA:  Literasi Tak Sekedar Membaca dan Menulis

Faktanya, kita bisa lihat salah satu influencer dengan nama akun instagram @_dindayasmin, Dinda yasmin merupakan seorang content creator atau influencer Indonesia. Dia memulai karirnya dengan membuat konten fashion. Pakaian yang dipilih biasanya minimalis, simpel tapi elegan dengan warna-warna basic seperti hitam, putih, maupun abu-abu.

Dinda biasanya membuat Q&A di instagramnya terkait kegiatan sehari-harinya. Lalu, pengikutnya akan bertanya seputar fashion, mulai dari nama toko yang menjual suatu barang, merek favorit, desainer favorit, dan sebaginya.

Tanpa di sadari pengikutnya sudah terpengaruh dengan gaya hidup dinda dan membuat mereka menginginkan barang atau jasa yang digunakan dinda, dan dinda telah berhasil mempromosikan produk sampai jasa di sesi tanyajawab tersebut.

Endorsement memang memiliki nilai lebih di antara jenis promosi lainnya, namun endorsement juga memiliki kekurangan di dalamnya salah satunya adalah tarif promosi. Dalam endorsement, semakin banyak jumlah pengikut seorang influencer maka semakin besar pula tarif yang diberikan.

BACA JUGA:  4 Tips Olah Limbah Masker, Salah Satunya Bisa Jadi Dekorasi Rumah

Untuk mengakali hal tersebut kita bisa membuat diri kita sendiri menjadi influencer bagi bisnis kita. Dengan membangun gaya hidup yang tertata dan mempresentasikan produk atau jasa yang kita jual.

Contoh sederhananya, jika kita penjual aksesoris maka kita bisa menggunakan aksesoris tersebut untuk kegiatan sehari-hari dan jangan lupa di tunjang dengan pakaian yang menarik agar orang-orang yang melihat kita bisa tertarik dan melakukan action dengan betanya perihal barang yang kita gunakan.

Nailah Hanan Salsabila, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Prodi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang

Pos terkait