Menyambut Ramadhan, Meraih Ketaatan

Oleh: Yun Rahmawati, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Ramadhan tiba… Ramadhan tiba…
Marhaban ya Ramadhan…

Ada yang hafal dengan lirik lagu itu? Potongan lirik lagu milik Opick tersebut mengingatkan pada suasana Ramadhan, dan lagu tersebut ramai terdengar di Bulan Ramadhan. Secara keseluruhan lirik lagu yang berirama syahdu mengena di hati mengalun membawa suasana untuk selalu rindu dan bergembira menyambut datangnya bulan suci bulan mulia.

Selayaknya pula setiap Muslim bersyukur dan gembira menyambut kedatangan Ramadhan. Sebabnya Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh rahmat dan juga bulan penuh ampunan. Tanda gembiranya hati orang Mukmin saat memasuki Bulan Rajab dua bulan sebelum Ramadhan terlihat dari doa yang diajarkan oleh Rasulullah yang sudah dipanjatkan, berharap supaya bisa bertemu Ramadhan. “Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana.”

Alhamdulillah sebentar lagi bulan yang ditunggu-tunggu itu pun akan tiba. Ya Allah… Pertemukan kami pada bulan mulia. Izinkan kami untuk menjalankan kewajiban yang engkau perintahkan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWT ini, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah ayat 183).

BACA JUGA:  Rekomendasi Tempat Bukber di Depok

Oleh karenanya, Ramadhan menjadi momentum untuk bisa mengerjakan rangkaian amalan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan buat menghapus dosa sebelas bulan sebelumnya. Disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi, “Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni.”

Pada lailatul qadar jika beramal baik pada malam itu setara dengan 1.000 bulan. Allah SWT berfirman dalam surah al-Qadr ayat 1-5. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Banyak sekali amalan yang bisa dikerjakan selama Ramadhan. Di antara amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak shalat sunah seperti shalat tarawih dan qiyamul lail, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an serta berinfak dan bersedekah, misal dengan memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.

BACA JUGA:  Euforia Konser Coldplay di Masyarakat +62

Pahala yang diberikan Allah bagi orang yang beribadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan. Hal tersebut sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, Nabi bersabda, “Setiap amalan kebaikan anak Adam (manusia) akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi’.”

Nilai tertinggi dari mengerjakan amalan kebaikan di bulan Ramadhan adalah ketakwaan. Sebagaimana esensi dari puasa itu agar menjadi orang bertakwa. Bukti ketakwaan adalah mengamalkan dan penerapan Al-Qur’an secara total. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam dan diturunkan pada bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 185, “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas dari petunjuk dan pembeda.”

BACA JUGA:  Cara Unik Polres Tulang Bawang Berikan Pelayanan Pemudik di Pos Yan Operasi Ketupat Krakatau 2024

Ramadhan sejatinya menjadi momentum untuk kembali kepada Al-Qur’an dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Saat berpuasa kita mampu menahan lapar dan haus sekaligus menahan diri dari hawa nafsu yakni nafsu syahwat dan nafsu berbuat maksiat. Selepas berpuasa Ramadhan seharusnya spiritnya tetap terjaga dengan nilai-nilai ketaatan. Karena itu tentu penting mengamalkan dan menerapkan seluruh isi Al-Qur’an, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara.

Ramadhan tinggal menghitung hari, mari mempersiapkan diri membenahi niat yang ikhlas dan lurus untuk menyambutnya agar Ramadhan kali ini betul-betul menjadikan puasa sebagai momentum untuk meraih ketaatan.[]

Pos terkait