Menyikapi Kasus Video, Rekaman Suara “Forkopimda Dukung Paslon Nomor Urut 02” Bawaslu Batu Bara Luruskan, Sama Sekali Tidak Ada Kemiripan Suara

MJ, Batu Bara – Badan pengawas pemilu [ Bawaslu ] Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara, memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut yang menuding forkopimda Batu Baru mengajak untuk pemenangan salah satu paslon nomor 02 lagi viral dimedia sosial.

Ketua Bawaslu Batu Bara, M.Amin Lubis, angkat bicara serta mengakui sudah mengambil sampel rekaman suara viral, dengan teliti membandingkan suara asli forkopimda Batu Bara, sama sekali tidak ditemukan kemiripannya.

BACA JUGA:  Polres Pematang Siantar Amankan Pemilik Sabu 37 Paket Dari Jalan Seram

Dari tudingan lewat rekaman suara forkopimda Batu Bara, Kapolres, Dandim Kajari Batu Bara dan Bawaslu Batu Bara meluruskan berita viral tersebut.

Bawaslu Batu Bara sama sekali tidak menemukan adanya kemiripan suara dan pelanggaran hukum oleh forkopimda,” kata ketua Bawaslu. Selasa [16/01/24].

Lanjut Amin lagi, dari hasil rapat pleno, tidak ada tanda tanda dugaan pelanggaran peraturan pemilu.

Rangka menjaga rasa nyaman jelang pemilu mendatang, notulen rapat pleno Bawaslu Batu Bara sesegera mungkin dikirimkan ke tingkat Provinsi Sumatra Utara,” kata M.Amin Lubis senin kemarin 15/01/24

BACA JUGA:  Gencarkan Razia Knalpot Brong, Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Amankan 81 Motor

Hasil penelusuran atas rekaman suara tersebut, kasusnya terpaksa dihentikan walau terlalu dini, Bawaslu Batu Bara merasa, hasil penelusurannya tidak menemukan kemiripannya dengam rekaman suara yang viral, Bawaslu Batu Bara mengambil sikap tegas.

Kerja cepat extra hati hati, penuh dengan pertimbangan penghentian kasus, ini hasil penelusuran bukan laporan pelanggaran hukum.

BACA JUGA:  Polsek Perdagangan Simalungun Berhasil Amankan Empat Pemakai dan Satu Pengedar Narkoba

Akibat berita viral di media sosial tersebut jadi kegaduhan dikalangan masyarakat, dengan cermat Bawaslu Batu Bara ambil sikap menghentikan kasus tersebut,” ujar Amin

Penghentian kasus terpaksa dilakukan guna menjaga sistuasi keamanan agar tetap kondusif, meluruskan yang sebenarnya, menghilangkan rasa resah masyarakat luas akibat berita viral itu,” tutup Amin Lubis.

Pos terkait