MENYOAL PERADILAN SESAT BAGI JESICA KUMALA WONGSO

MJ, Jakarta : Berbicara dugaan Peradilan sesat issue berbagai pihak publik, nitizen setelah diputar film Ice Cold Netflix terhadap kasus Jesica Kumala Wongso, ribuan masyarakat penonton film ini patut banyak yang menduga ada keganjilan dari kasus ini yang dulu kasusnya dibuka tahun 2016 silam secara marathon di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan ditonton oleh masyarakat Indonesia dan dunia pada umumnya tertuju pada kasus pembunuhan alm. Mirna teman akrabnya Jesica,” ujar Mohammad Mara Muda Herman Sitompul,S.H., M.H. Pengamat Hukum dalam tulisannya yang diterima majalahjakarta.id. Senin (4/12/2023).

Diterangkan Mohammad, dimana dalam proses persidangan sekaligus memberi edukasi pada masyarakat akan melihat perilaku penegak hukum mulai dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), ketika membacakan Surat Dakwaan yAng diatur dalam pasal 340 KUHP, berikut saksi-saksi dan barang buktinya, serta ahli di hadirkan, begitu juga Tim Hukum Penasihat Hukum dari Law Office Otto Hasibuan & Associates cukup cerdas dan memainkan ilmu dan pengalamannya siapa yang tidak kenal dengan Prof. OH nama panggilan akrabnya sebagai Advokat kondang yang juga Ketua DPN Peradi, begitu juga Hakim yang sudah berpengalaman untuk mempin sidang kasus pembunuhan ini bagaimana tidak ceritanya Jesica di tuduh meracuni Mirna dengan kopi siadina ( kopi vietnam ),” ujarnya lagi.

BACA JUGA:  Diyakini Bebas Calo, Ini Jadwal Rekruitmen Bersama BUMN 2023

Dari pengamatan Mohammad, kalimat Peradilan sesat ini adalah dugaan berbagai pendapat berarti ada yang tidak beres dan ganjil dalam perkara ini, dimana Jesica divonis majelis hakim 20 tahun baik di tingkat Pengadilan Negeri, Banding!, Kasasi bahkan Peninjausn Kembali ( PK ).

BACA JUGA:  Kejurda Motor Cross Guwareh Cup ke-l, Sukolilo Pati Berjalan Dengan Sukses.

Seharusnya lanjut Mohammad, menurut PH- nya Jesica harus bebas tidak terbukti bersalah harus bebas demi hukum dan keadilan, dengan saksi-saksi dan juga ahli perbedaan pandangan jaksa, hakim dan Penasihat Hukum suatu hal biasa itu sah-sah saja hanya banyak berbagai pendapat kasus ini terkesan ada dugaan rekayasa, layaknya kasus pembunuhan korbannya hanya di otopsi jika tidak batal demi hukum, apa hendak dikata Jesica mendekam di Lembaga Pemasyarakatan, bagaimana jika kita tempuh permohonan grasi ke Presiden agar dia bebas, tapi Jesica tidak mau untuk itu,” wong saya bukan pelakunya disuruh mengaku.” Ujar Jessica saat itu.

BACA JUGA:  TPP ASN Pemprov NTT Di Bayar

Akhirnya Prof. IH dan kawan kawan dalam waktu dekat akan mengajukan Peninjauan Kembali meskipun menutut hukum acara PK hanya satu kali tapi ada dasar hukumnya berdasarkan putusan MK bisa mengajukan PK lebih dari satu kali asal ada bukti-bukti baru ( Novum ) ada juga salah menerapkan hukum atas putusan majelis hakim agar peradilan tidak menjadi sesat demi hukum dan keadilan, menjadikan hukum sebagai panglima,” tandasnya.

“Dengan kuasa hukum dan banyak para Advokat konon cerita 3100 orang bahkan bertambah terus bersimpati melihat kasus ini, seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa ada keadilan bagi Jesica Kumala Wongso semoga,” tutup Dosen Terbang PKPA se Indonesia sudah mengabdi di 40 PTN dan PTS.

Pos terkait