Meriahnya Kirab Punden-Belik, Cikal Bakal Berdirinya Kabupaten Kudus

MJ, Jateng – Ribuan warga memeriahkan kirab punden dan belik dalam rangka ta’sis Masjid Al-aqsha Menara Kudus, Jawa Tengah. Ada 170 punden di Kota Kudus mengikuti kirab.
Pantauan Awak Media di lokasi, peserta kirab punden dan belik berkumpul di pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (28/1). Peserta kirab terlebih dahulu menggelar apel pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Pj Bupati Kudus Hasan Chabibie.

Usai apel, peserta lalu berjalan dari pendopo menuju depan Masjid Al-aqsha Menara Kudus. Jaraknya sekitar 1 kilometer. Para peserta mengenakan pakaian khas Kudus. Mereka membawa gentong hingga kendi yang berisi air dari masing-masing punden dan belik.

Air atau yang disebut dengan banyu panguripan itu dikirab menuju Menara Kudus. Selanjutnya disatukan menjadi satu dan dibagikan kepada warga.

Ketua Panitia Ta’sis Masjid Al-aqsha Menara Kudus, Abdul Jalil mengatakan peringatan ta’sis ini adalah acara untuk mengenang pendirian Masjid Al-Aqsha Menara oleh Sunan Kudus penyiar agama Islam di Jawa. Dari pendirian masjid itulah kata dia, cikal bakal berdirinya Kota Kudus sampai sekarang.

BACA JUGA:  Kapolres Mandailing Natal Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu

“Ta’sis adalah proses pendirian Masjid Al-Aqsha Menara Kudus yang merupakan situs cagar budaya tingkat nasional yang dijadikan dasar mendirikan Kota Kudus.

Jadi terhitung hijriyah tahun pendirian Kudus adalah ke-489,” ujarnya saat memberikan sambutan di Pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (28/1/2024).

Jalil mengatakan adapun kirab budaya dalam rangka ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus hanya diikuti 30 persen dari total belik dan punden di Kudus. Peserta kirab budaya ada 170 punden dengan jumlah 4.280 orang.

“Kenapa kita hanya mengarak 30 persen anggota, karena mengingat jarak alun-alun dengan Menara Kudus hanya sekitar 1 kilometer, dan 30 persen diikuti 4.280 peserta dari 170 punden, kalau di-full-kan semuanya pertimbangan sosial tidak mungkin, maka kita hanya mengerahkan 30 persen dari anggota,” terang Jalil.

BACA JUGA:  17 Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya Ikuti Program Hapus Tato

Adapun jumlah anggota 500 punden dan belik di Kudus. “Kirab budaya dalam rangka ta’sis ini diikuti 30 persen dari anggota kami. Per tahun 2024 anggota kami 500 punden dan belik dengan rincian 49 belik 451 punden,” jelasnya.

Sementara itu Pj Bupati Kudus Hasan Chabibie mengatakan sosok Sunan Kudus salah satu Walisembilan memiliki sejarah panjang untuk membangun fondasi di Kudus. Termasuk menjadi cikal bakal berdirinya Kota Kudus.

“Ini merupakan perjalanan panjang dari Kota Kudus itu sendiri yang secara fondasi diletakan oleh Syeh Jafar Shodiq atau Kanjeng Sunan Kudus yang mampu secara elegan meletakkan fondasi syariah jadi sebuah tata kota yang hari ini sama-sama hidup di dalamnya, bahkan semua bisa mengambil barokah di dalamnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gelar Patroli Dialogis ke Kantor PPS, Kasat Samapta Polres Tulang Bawang Paparkan Tujuannya

Hasan menilai Sunan Kudus mewariskan filosofi tentang gusjigang. Yang berarti baik perilakunya, pintar ngaji, dan pandai berdagang. Filosofi itulah dipegang masyarakat Kudus sampai sekarang.

“Ini mewariskan sebuah filosofi yang luar biasa, yang masyarakat Kudus sudah sangat hafal yaitu Gusjigang, di mana diharapkan para warga di Kudus ini mampu bagus akhlaknya, pintar ngajinya, kemudian dan pandai barokah dagangnya,” jelas Hasan.

Lanjut dia, dari segi sejarah Sunan Kudus mewariskan toleransi saling menghormati yang terus dilestarikan masyarakat sampai sekarang.

“Dari sejarah kita juga belajar bagaimana Sunan Kudus meletakkan toleransi beragama yang luar biasa, sehingga saling menghormati satu dengan yang lain selama ini sudah menjadi ciri khas masyarakat Kudus mampu mendunia dan pada akhirnya menjadi contoh ikhtiar-ikhtiar sekali kerukunan beragama di Indonesia bahkan di seluruh dunia,” tambah Hasan.

Pos terkait