Mitra Kampus Merdeka Ajak Mahasiswa Terjun ke Green Job

MJ, Jakarta – Berbagai perusahaan dunia kini berlomba-lomba untuk beralih ke pengelolaan bisnis yang lebih berkelanjutan, salah satunya dengan mengurangi emisi dan mengoptimalkan penggunaan energi baru terbarukan dalam operasional perusahaan. Di tengah besarnya potensi pengembangan sektor hijau, sejumlah mitra Kampus Merdeka mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang relevan sehingga nantinya dapat menbangun karier serta memberikan kontribusi di bidang tersebut.

Hal ini disampaikan dalam gelar wicara bertajuk “Green Job: Masa Depan Berkelanjutan di Tangan Generasi Muda” yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Senin (11/12). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian VokasiFest X Festival Kampus Merdeka, yaitu ajang diseminasi capaian transformasi pendidikan tinggi dan vokasi sekaligus wadah kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

BACA JUGA:  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

“Kami membutuhkan teman-teman yang bisa mengikuti perubahan yang ada dari tahun ke tahun, karena perubahan tersebut sangat dinamis. Apa yang dipelajari sekarang mungkin masih relevan, tetapi tiga atau empat tahun dari sekarang, jika tidak berusaha membuka pikiran dan terus beradaptasi, maka kita akan tertinggal,” tutur Vice President Human Capital Development PT PLN Nusantara Power, Oki Oktaviani.

Ia menerangkan, PLN saat ini telah mulai beralih pada alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan bahan bakar dikombinasikan dengan biomassa berupa palet kayu yang terbuat dari sisa pengolahan kayu. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya juga terus digenjot untuk memanfaatkan sumber energi dari alam yang tersedia secara masif.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Gaungkan Pemilu Guyub, Resmikan Balai RW di Dukuh Kupang

“Kami mencoba menjajaki temuan berbasis energi baru terbarukan. Kami membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang bisa mencari inovasi untuk melakukan terobosan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Recruitment and Assessment Center Division Head PT Astra International Tbk, Valentina Maria. Ia menuturkan, kegelisahan tentang isu lingkungan dalam tujuh hingga delapan tahun belakangan mendasari perubahan yang luar biasa. Astra, terangnya, telah mulai mengintegrasikan kerangka keberlanjutan dalam berbagai strategi dan lini bisnis. Beberapa unit bisnis telah melakukan pemasangan sel surya. Pengembangan kendaraan listrik pun menjadi salah satu fokus, sembari menunggu pemerintah menyiapkan infrastruktur yang diperlukan.

Upaya-upaya ini, menurutnya, memerlukan berbagai inovasi. Ia pun berharap mahasiswa bisa menjadi bagian dari inovasi ini, sebagai salah satu bentuk kontribusi bagi lingkungan dan bagi tanah air. “Butuh inovasi yang membawa efisiensi dalam prosesnya, supaya ke depan bisa lebih hemat energi,” tuturnya.

BACA JUGA:  UI Raih 10 Penghargaan PPKM Award 2023

Pada kesempatan yang sama, Manager Manpower Planning & Recruitment Pertamina, Widya Tri Setyanto, menuturkan bahwa keberlanjutan saat ini menjadi salah satu kata kunci penting. Langkah pengurangan emisi serta perubahan lain yang dilakukan, menurutnya adalah sebuah upaya untuk menyiapkan masa depan bagi generasi muda saat ini. Pertamina pun saat ini membuka berbagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar di industri, misalnya melalui kegiatan magang.

“Kami sekarang ini sifatnya menyiapkan, melakukan proses perubahan di mana nantinya teman-teman yang akan memproses dan menindaklanjuti,” tuturnya.

Pos terkait