Mobilisasi Pasca Pandemi, Mungkinkah Kembali?

Mobilisasi Pasca Pandemi, Mungkinkah Kembali?

DEPOK POS – COVID-19 merupakan penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus corona baru bernama SARS-CoV-2. WHO (World Health Organization) telah menyatakan bahwa wabah COVID-19 telah banyak memakan korban jiwa di berbagai belahan dunia. Pandemi COVID-19 membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya sangat terdampak oleh munculnya COVID-19 ini. Mengingat banyaknya dampak negatif yang muncul, berbagai upaya dikerahkan baik oleh pemerintah maupun secara individu, untuk mengurangi imbas dari terjadinya pandemi ini. Salah satu contoh upaya yang dilakukan adalah pada bidang transportasi, yaitu aturan pembatasan mobilisasi masyarakat.

BACA JUGA:  Sekilas tentang Pesantren Kilat Ramadhan

Di Indonesia sendiri, pembatasan mobilisasi masyarakat tertulis pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019, menyebutkan bahwa mobilisasi masyarakat memiliki ketentuan tersendiri, yaitu keharusan memiliki kartu vaksinasi, kewajiban melakukan PCR/antigen, dan juga pengurangan kapasitas kendaraan umum.

Tidak hanya di Indonesia, pembatasan mobilisasi masyarakat ini juga terjadi di banyak negara. Nyatanya, karena adanya peraturan pengurangan mobilisasi masyarakat, dan juga faktor adanya ketakutan untuk tertular COVID-19, terdapat penurunan angka yang cukup besar pada pengguna transportasi umum. Pada kalangan sosio-ekonomi menengah ke atas, mereka lebih banyak memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, karena risiko penularan COVID-19 lebih rendah daripada menggunakan transportasi umum. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor penyebab angka penurunan mobilisasi masyarakat.

BACA JUGA:  Kreativitas dan Inovasi dalam Wirausaha

Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk memperkirakan penggunaan transportasi umum pada masa pasca pandemi COVID-19. Dari segi peningkatan angka penumpang, walaupun terjadi penurunan angka penggunaan transportasi umum selama pandemi COVID-19 dan dimungkinkan setelah pandemi COVID-19, masyarakat akan lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi, tetapi ini akan terjadi pada sebagian penduduk dengan sosio-ekonomi menengah ke atas. Jadi perubahan perilaku penggunaan transportasi umum ini akan hanya dapat dilihat pada kelompok tertentu saja. Maka, untuk memaksimalkan penggunaan transportasi umum kembali, harus dilakukan perubahan persepsi agar masyarakat kembali mempercayai dan menggunakan transportasi umum.

BACA JUGA:  Pentingnya Sosial Budaya Beragama dalam Pendidikan Masa Kini

Selain itu, ada kemungkinan besar bagi pengguna transportasi umum pada masa setelah pandemi COVID-19 untuk tetap menggunakan masker. Hal ini disebabkan bahwa kebijakan wajib menggunakan masker sekarang telah bergeser menjadi suatu kebiasaan yang membuat masyarakat merasa nyaman dan aman walaupun risiko transmisi telah menurun.

Debora Karyoko, Mahasiswa UI

Pos terkait