Mubes Nahdliyin Nusantara Fokus Pada Netralitas Nahdlatul Ulama (NU) dalam Pemilu dan Pemilihan Presiden 2024

MJ, Bantul, Yogyakarta – Dalam Musyawarah Besar (Mubes) Nahdliyin Nusantara yang digelar di Kampung Mataraman, Bantul, perhatian terfokus pada netralitas Nahdlatul Ulama (NU) dalam Pemilu dan Pemilihan Presiden 2024.

Koordinator Mubes, Hasan Basri Marwa, menekankan pentingnya mengembalikan netralitas NU dalam politik sesuai khitah jamiah. Keputusan bersama yang dihasilkan menyerukan agar semua elemen NU, termasuk Nahdliyin, pengurus NU, dan politikus dari lingkungan NU, mematuhi khitah NU dan tidak melanggar amanah para sesepuh dan pendiri NU.

BACA JUGA:  Mendag Zulkifli Hasan Resmikan 5 Pasar Rakyat dan Gudang Non-SRG di Kabupaten Sambas

“Mohon kepada semua unsur di dalam jamiyah NU, baik Nahdliyin, pengurus NU dan politikus dari lingkungan NU agar menaati khitah NU dan tidak melakukan pengkhianatan kepada para sesepuh dan para pendiri NU,” ujar Hasan dalam keterangannya, Minggu (28/1).

Marwa menegaskan perlunya merayakan Hari Lahir NU sesuai dengan amanah AD RT NU, bukan sebagai alat untuk mendukung pasangan calon presiden tertentu. Hal ini bertujuan agar Jamiyah NU dapat memprioritaskan isu-isu penting seperti kemandirian jamiyah, independensi ulama, dan pembenahan organisasi.

BACA JUGA:  "Analisis Ekonomi Terkini: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Menunjukkan Kekuatan yang Konsisten"

Selain itu, pengurus NU di semua tingkatan diminta memberi kesempatan kepada semua calon presiden dan wakil presiden untuk menyampaikan visi misi mereka tanpa memihak kepada pasangan calon tertentu. Marwa menekankan bahwa pemihakan kepada pasangan calon adalah pelanggaran terhadap Khittah NU.

Mubes juga menyerukan agar pengurus NU tidak terjebak dalam politik transaksional yang dapat menghancurkan marwah keulamaan. Sebaliknya, politik yang diutamakan adalah politik keumatan, kebangsaan, dan kerakyatan.

Kepemimpinan Jamiyah NU harus mengedepankan musyawarah dan mendengarkan pandangan kiai-kiai di daerah. Semua elemen NU juga diminta untuk memelihara budaya keterbukaan dalam perbedaan pendapat dan saling menghargai.

BACA JUGA:  Ponpes Tegaskan Netralitasnya dalam Pilpres 2024: Menjaga Persatuan dan Ukhuwah

Mubes ini juga menyerukan agar semua warga NU menyalurkan aspirasi politik mereka berdasarkan kebijakan hati nurani dan prinsip-prinsip Khitah NU, Qonun Asasi, serta politik kemaslahatan Aswaja dan Nahdliyah.

Dengan demikian, Mubes Nahdliyin Nusantara menggarisbawahi komitmen untuk menjaga netralitas NU dalam Pemilu 2024 dan memperkuat nilai-nilai keulamaan serta kebangsaan yang menjadi landasan NU.

Pos terkait