Nasib Tak Pasti, Warga Limo Minta Perhatian Ridwan Kamil

DEPOKPOS – Kehidupan serba sulit dialami dialami warga di jalan Swadaya Buntu RT.002 RW.06 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, akibat dampak pekerjaan proyek tol Cisalak Jagorawi (Cijago) seksi 3.

Dari informasi yang diterima, kawasan jalan Swadaya Buntu termasuk areal yang masuk dalam penetapan lokasi (penlok) revisi/tambahan yang akan dilakukan percepatan penyelesaiannya. Informasi tersebut diterima warga saat menghadiri undangan sosialisasi dan pendataan awal di aula Kecamatan Limo yang dihadiri para pejabat pemerintah provisi Jawa Barat dan pihak terkait lainnya pada 4 April 2023 lalu.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada progres kapan akan dilakukan pengukuran dan pembebasan lahan sehingga warga tidak lagi dilanda kecemasan dan ketidakpastian situasi.

BACA JUGA:  JSC Percepat Transformasi Digital Jakarta Melalui Pemanfaatan Data

“Kita ini warga dibuat bingung, kenapa kok kita ini diterbelakangi, padahal imbasnya dengan kondisi seperti ini bisa dibilang sangat tidak manusiawi, jadi warga di sini mohon perhatian dari pemerintah, karena yang tinggal di sini manusia bukan binatang,” ungkap Rizki saat diwawancara.

“Sejak pertemuan lalu di kecamatan belum ada lagi tindak lanjutnya, padahal infonya mau dilakukan percepatan setelah lebaran, namun sampai sekarang belum ada informasi apa-apa,” tambahnya.

“Kemarin juga sempat saya tanyakan ke pak lurah saat datang mengunjungi warganya, tapi pak lurah juga katanya serba salah karena hal ini bukan kewenangannya, begitupun waktu ditanyakan ke BPN, jawabannya BPN baru bisa bekerja setelah menerima keputusan penlok baru karena itu menjadi dasar hukum dia,” lanjut Rizki.

BACA JUGA:  Giat Reses Anggota DPRD Jabar, Warga Keluhkan Masalah Pendidikan

“Mohon maaf, kita bukan melihat dari nilai gusurannya saja, tapi kami tekankan bahwa tempat ini memang sudah tidak layak untuk manusia bertempat tinggal, saya pribadi dan beberapa tetangga lainnya pun akhirnya menyerah dalam artian keluar dari lingkungan ini, terpaksa mengeluarkan uang guna mengontrak di tempat lain untuk mendapatkan kenyamanan, padahal belum dibayar. Jangankan dibayar, diukur saja belum,” jelasnya.

“Tolong perhatian pak gubernur kita yang terhormat pak Ridwan Kamil dan mungkin juga pak walikota Depok untuk membantu menjelaskan sebagai penyambunglah agar pak gubernur segera memproses penlok barunya. Kalau bisa pak gubernur langsung datang ke sini, jangan datang ke tempat lain terus, monggo silahkan dan kita akan sambut agar pak gubernur tidak menganggap warga hanya mengada-ada, tapi benar-benar melihat situasi apa adanya yang seperti ini,” tandasnya.

BACA JUGA:  Anies Baswedan: Menjaga Lingkungan Hidup Bukan Semata-mata Program

Sementara itu, Zainudin juga menambahkan, bagi warga yang punya uang cukup, mungkin masih bisa mengontrak rumah di tempat lain yang lebih nyaman, namun bagi warga yang memiliki keterbatasan tentunya terpaksa harus bertahan dengan situasi yang sudah tidak manusiawi ini.

“Jadi saya mohon kepada pak gubernur yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa baktinya, tolong bantulah kami pak, supaya ada jasa bagi warga Swadaya Buntu dan bisa dikenang di kemudian hari,” pungkasnya.

Pos terkait