Obesitas, Ancaman yang Masih Diabaikan

Obesitas, Ancaman yang Masih Diabaikan

DEPOK POS – Saat ini, permasalahan obesitas dianggap sebagai salah satu permasalahan kesehatan masyarakat terpenting yang dihadapi oleh seluruh dunia. Permasalahan obesitas atau overweight ini lebih umum terjadi secara global dibandingkan dengan permasalahan kekurangan gizi. Berdasarkan data World Health Organization (2016), terdapat lebih dari 1,9 milyar masyarakat berusia > 18 tahun yang termasuk dalam kategori overweight dan 650 juta dari populasi tersebut teridentifikasi mengalami obesitas. Dengan rincian, 39% masyarakat berusia > 18 tahun mengalami overweight dan 13% teridentifikasi obesitas serta lebih dari 340 masyarakat berusia 5-19 tahun yang mengalami overweight atau obesitas. Apabila melihat dari tren kejadian obesitas setiap tahunnya, diperkirakan bahwa data tersebut telah mengalami peningkatan sebesar tiga kali lipat dari tahun 1975. Lalu, bagaimana dengan realita obesitas di Indonesia saat ini?

Tak hanya menjadi permasalahan di berbagai negara di dunia, obesitas juga menjadi permasalahan kesehatan terpenting yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan Riskesdas, data prevalensi obesitas masyarakat juga terus mengalami peningkatan dari 15,4% (2013) menjadi 21,8% (2018). Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat yang memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas (SKMI, 2014). Belum lagi, semenjak terjadinya pandemi Covid-19 dan diberlakukan pembatasan kegiatan bagi masyarakat, akses masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat dan beraktivitas fisik pun menjadi semakin terbatas. Padahal, masyarakat yang mengalami obesitas berisiko 8 kali lipat lebih besar untuk mengalami komplikasi penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, hipertensi, dan lain sebagainya (Kemenkes RI, 2017).

BACA JUGA:  Travelling Pascapandemi untuk Melepas Penat? Ikuti Cara Ini Agar Selamat!

WHO (World Health Organization) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak berlebih yang dapat memunculkan risiko bagi kesehatan. Terdapat banyak klasifikasi penentuan status gizi yang dibuat oleh beberapa lembaga penelitian pendidikan dan Kementrian Kesehatan RI. Klasifikasi IMT remaja yang digunakan sekarang adalah sebagai berikut, kurus (IMT<18,5); normal (IMT 18,5-25); dan obesitas (IMT>25).

BACA JUGA:  Stress pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Penyebab obesitas sendiri sangat beragam dan berasal dari berbagai macam faktor, contohnya ada:

  • konsumsi fast food berlebih
  • pola makan yang tidak baik
  • kurang beraktivitas fisik
  • kondisi psikologis
  • status sosial ekonomi

Obesitas dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar di kemudian hari. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian obesitas menjadi sangat penting. Faktor risiko obesitas seperti buruknya pola makan dan kurangnya aktivitas fisik pada individu harus diminimalkan agar obesitas dapat dicegah. Untuk itu Kementerian Kesehatan RI membuat slogan kesehatan “CERDIK” (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) yang ditujukan untuk mencegah penyakit tidak menular seperti obesitas di Indonesia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka obesitas di Indonesia lainnya bisa dengan mendeteksi kasus obesitas sedini mungkin sehingga memudahkan upaya penanganan yang tepat. Penemuan kasus ini dapat dilakukan melalui kegiatan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) untuk mendeteksi dini obesitas yang terjadi di masyarakat ataupun melalui upaya cek kesehatan secara mandiri oleh individu dengan mengukur IMT minimal satu kali dalam sebulan. Selain itu, tindakan pencegahan obesitas ini dapat juga disemarakkan melalui edukasi ataupun promosi kesehatan. Diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat.

BACA JUGA:  Perubahan Iklim dan Ancaman Penyakit Tular Vektor di Indonesia

Dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat diderita, kejadian obesitas ini perlu dicegah dan dikendalikan. Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan kesadaran dan dukungan dari berbagai pihak untuk turut menurunkan angka kejadian obesitas. Yuk, hindari obesitas dengan mulai menerapkan pola hidup sehat, perbanyak konsumsi makanan bergizi baik, dan tingkatkan aktivitas fisik!

Ditulis oleh: Firda Vanesa K, Ririn Ayudiasari, Safirah Firliani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Pos terkait