Pdt. Arthur Kaunang S.Th : Saat Ini Yang Saya Rasakan Tuhan ada di Dalam Saya dan Saya Ada di Dalam Dia

MJ, Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan nama Arthur Kaunang jika yang masih ingat Group Band beraliran Rock tahun 1967  AKA (Apotek Kali Asin), yang personilnya antara lain Ucok Harahap, Sonata Tandjung, Sjech Abidin dan Arthur Kaunang. Ia Group Band ini sempat bumbing di jaman eranya.

Dalam perjalanan hidupnya Arthur Kaunang dibesarkan ditengah keluarga yang tidak utuh (kedua orang tua bercerai sejak dirinya masih berumur 5 tahun) dimana selanjutnya hidup bertiga dengan mama dan kakak lakilaki dan dibesarkan melalui ajaran Kristen oleh mama yang harus bertindak sebagai single-parent. 

Perjuangan dalam suka-duka membentuk kedewasaan iman Arthur Kaunang setelah melewati masa kegelapan, kepahitan, keterikatan oleh dosa, kekerasan dan penderitaan.

BACA JUGA:  Nur Azizah Tamhid Serap Aspirasi Komunitas Pemuda Depok

“Hidup itu adalah memberi, berbagi apa yang sudah saya lalui, alami disalurkan melalui talenta, kemampuan, keinginan hati,  dengan ketulusan,” ucap Arthur Kaunang kepada Majalahjakarta.id menceritakan Minggu (31/12/2023).

Dalam perjalanan hidupnya yang penuh liku liku Arthur Kaunang begitu sangat dekat dengan Tuhan Yesus, itu diakui dirinya.

“Sangat dekat, ini bisa dibuktikan ketika saya datang kepada-Nya dan bertobat total maka setelah Tuhan memberi pengampunan (singkat cerita) dan melalui ujian akan iman dan pengutusan keberbagai benua sampai ke ujung bumi dipanggillah dan dipilihlah saya sebagai alat Kerajaan-Nya untuk ditahbiskan sebagai pendeta dan gembala di gereja-Nya di atas bumi ini. 

Saat ini yang saya rasakan  Tuhan ada didalam saya dan saya ada didalam Dia – sangat luar biasa hidup seperti ini, ujar suami Pdt.Julie Kaunang,S.Th.

BACA JUGA:  Prilly Latuconsina Kembali Mengajar di UGM

Diakui Arthur Kaunang dimana dimasa kegelapan masuk kedalam terang Kristus adalah suatu hal yang tidak cukup diungkapkan dengan kata kata karena 180% semuanya berubah dimana ditransformasi dalam segala aspek kehidupan dan terjadi secara supranatural melalui kuasa-Nya,” imbuhnya.

Diceritakan Arthur Kaunang, bahwa semua dan segala sesuatu telah dirinya dapatkan dari Tuhan secara cuma cuma maka Dia pun harus menyalurkan sesuatu dari-Nya kepada jiwa jiwa  yang membutuhkanpun dengan tidak mengharapkan balas jasa.

“Pegangan saya adalah pada Kasih-Nya yang tak bersyarat (Unconditional Love), Kasih Karunia dilengkapi dengan berbagai mujizat dan keajaiban,” ungkap nya.

BACA JUGA:  Dituding Tak Jalankan SOP, SPBU Kampung Rambutan Ciracas Beri Klarifikasi

Bagi Arthur Kaunang memasuki tahun 2024 adalah tahun penuh tantangan karena tanda tada  akan kedatangan Tuhan Yesus semakin jelas dan harapan utama sebagai gereja-Nya adalah fokus kepada kehendak Tuhan untuk apa yang harus kami lakukan dalam program mempersiapkan gereja-Nya ber-sama sama dengan seluruh gereja-Nya dimuka bumi ini sebagai Satu Tubuh Kristus (One Body in Christ).

“Maka salah satu program saya (setelah merintis gereja-Nya : JKI Wave Community Church di Jakarta yang baru berumur 2 tahun ini) adalah kembali untuk pergi ke benua benua  sebagai saksi-Nya dan membawa pesan dari Surga untuk ber-jaga jaga , waspada dan mempersiapkan diri sebagai mempelai-Nya,” ungkapnya optimis.

Pos terkait