Pekerjaan Pembangunan 6 Titik Gorong-Gorong Desa Suka Agung Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Hasilnya Kurang Maksimal

Pekerjaan Pembangunan 6 Titik Gorong-Gorong Desa Suka Agung Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Hasilnya Kurang Maksimal

Mj. Mesuji, Lampung – Pembangunan gorong-gorong yang terletak di RT 001 RW 001 dengan volume panjang 6 meter, lebar 0,9 meter, tinggi 0,60 meter, dan tebal 0,20 meter, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 17.974.500,- yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2024, di Desa Suka Agung, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, diduga dikerjakan asal jadi dan hasilnya kurang maksimal, Rabu (19/06/2024).

Salah satu warga Desa Suka Agung yang meminta identitasnya disembunyikan menyampaikan kepada awak media bahwa pekerjaan pembangunan gorong-gorong tersebut tidak sesuai harapan.

BACA JUGA:  Ketua Umum Gercin Indonesia, Hendrik Yance Udam, Menggunakan Hak Pilih di TPS 11 Papua

“Sebagai warga Desa Suka Agung, saya sangat menyayangkan pihak TPK sebagai pelaksana pekerjaan dan Kepala Desa Suka Agung, Riyanto, selaku pengguna anggaran dan penanggung jawab anggaran, yang kurang melakukan pengawasan maksimal.

Pekerjaan ini diduga dikerjakan asal jadi, yang mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan. Banyak batu pondasi yang tidak terisi adukan dengan baik dan plesteran yang tidak rata, sehingga kemungkinan besar pondasi akan terkikis air saat musim penghujan dan menyebabkan gorong-gorong jebol,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kapolres Tapanuli Tengah Pimpin Langsung Upacara Sertijab Kasat Lantas Di Lapangan Apel Mapolres Tapanuli Tengah

Warga tersebut juga menambahkan bahwa ada enam titik pembangunan gorong-gorong di Desa Suka Agung yang mengalami masalah serupa.

“Saya berharap pemerintah desa tidak menjadikan pembangunan ini sebagai ajang bisnis atau mencari keuntungan pribadi dan kelompok saja. Pekerjaan ini seharusnya dikerjakan dengan baik dan maksimal,” lanjutnya.

Saat awak media mencoba menghubungi Ketua RW 004 yang juga mendapatkan proyek pembangunan gorong-gorong, ia menyarankan untuk mengunjungi rumah Kepala Desa atau Balai Desa.

BACA JUGA:  Ketua Bhayangkari Polres Toba dan Jajaran Ranting Bhayangkari Bagi-bagi Takjil Sebelum Berbuka di Depan Mapolsek Balige

Namun, ketika awak media mengunjungi rumah Kepala Desa Riyanto, mereka hanya bertemu dengan istrinya yang mengatakan bahwa suaminya sedang keluar. Beberapa kali upaya untuk menghubungi Kepala Desa Riyanto melalui telepon seluler juga tidak berhasil.

Awak media kemudian menuju Balai Desa Suka Agung untuk menemui salah satu ketua RW, namun tidak mendapat tanggapan karena ketua RW tersebut asyik bermain tenis meja. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Riyanto masih belum dapat dihubungi.

Pos terkait