Pelarian Modal ( Capital Flight ) dari Emerging Market Akan Pengaruhi Ketahanan Ekonomi Nasional 2024

MJ, Jakarta – Capital flight dari pasar-pasar yang sedang berkembang dapat memiliki dampak negatif pada ekonomi Indonesia. Ini dapat menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatkan suku bunga, dan mengurangi cadangan devisa negara. Selain itu, capital flight juga dapat mempengaruhi investasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kondisi ini memerlukan kebijakan yang hati-hati dan responsif dari pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi.

BACA JUGA:  Bupati Sidoarjo Bangga, Masyarakat Antusias Revitalisasi Sungai

Dikatakan Jisman M.Lubis, penyebab terjadi pelarian modal atau capital flight. di antaranya ketidakpastian ekonomi, risiko politik, dan faktor-faktor global. Ketidakpastian politik atau kebijakan ekonomi yang tidak stabil dapat membuat para investor khawatir, mendorong mereka untuk menarik modal mereka dari suatu negara. Selain itu, perubahan kondisi ekonomi global, seperti kenaikan suku bunga di negara-negara maju, juga dapat mempengaruhi arus modal, ujar Praktisi Ekonomi dan Perbankan saat ditemui diruang kerjanya Rabu (6/12/2023).

BACA JUGA:  Rafael Alun Resmi Gunakan Rompi Oranye

Menurut Analisa Jisman, faktor lain termasuk krisis keuangan, ketidakpastian hukum, atau gejolak pasar yang dapat memicu keputusan investor untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.

“Semua faktor ini bersama-sama dapat menyebabkan pelarian modal dari suatu pasar, dengan dampak yang signifikan pada stabilitas ekonomi negara yang terkena,” ungkap Putra Laguboti menegaskan.

BACA JUGA:  HNW Sebut Penundaan Pemilu Manuver Wacana Presiden 3 Periode

Menurut Dia, Inflasi tinggi ( Gradual Disinflasion dapat memiliki beberapa dampak negatif pada ketahanan ekonomi nasional. Inflasi tinggi akan mengakibatkan Nilai uang menurun, sehingga daya beli konsumen menurun dan menciptakan ketidakpastian ekonomi karena sulit bagi perusahaan untuk merencanakan investasi dan produksi dalam lingkungan di mana harga-harga berfluktuasi secara signifikan. Inflasi tinggi atau tidak stabil dapat menimbulkan masalah serius,” ungkapnya.

Pos terkait