Peluncuran dan Diskusi Video: Edukasi Peran Gereja dalam Menghadapi Krisis Iklim

MJ, Jakarta – KKC PGI dan Yayasan Manka sukses menggelar Peluncuran dan Diskusi Video bertajuk “Edukasi Peran Gereja dalam Menghadapi Krisis Iklim” di Lantai 3 Grha Oikoumene PGI pada Rabu. Acara ini menampilkan narasumber terkemuka, seperti Juliarta Bramansa Ottay dari MANKA, Dr. Agustin Teras Narang sebagai Anggota DPD-RI dari Kalimantan Tengah, Ketua Yayasan Kesehatan PGI CIKINI, dan Pdt. Jimmy Sormin SE dari KKC PGI. Riza Anila, staf KKC PGI, memandu jalannya acara. 21/2/2024

BACA JUGA:  Polisi Berikan Penyuluhan Kepada Ratusan Pelajar SMP Negeri 1 Penawar Aji

Dalam sambutannya, Susi dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan agama dalam mengatasi krisis iklim. Dia memaparkan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan PGI, terutama melalui program Sadar Sampah, yang telah berhasil mengurangi sampah organik sebanyak 50 persen. Selain itu, program Kampung Iklim juga memberikan pembinaan kepada warga terkait penggunaan energi listrik.

Susi menjelaskan bahwa peluncuran video ini sangat terkait dengan upaya yang telah dilakukan oleh Pemprof DKI. Pihaknya berharap video ini dapat lebih luas tersebar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

BACA JUGA:  DEEP Dorong KPU Transparan soal Verifikasi Faktual Parpol

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Sekretaris Umum PGI, menambahkan bahwa kesadaran publik dan para pemerhati lingkungan telah mencapai poin kritis, menyadari kegagalan pandangan antroposentris selama 200 tahun. Jacklevyn menekankan bahwa gereja, meskipun dalam kapasitas terbatas, memiliki peran penting dalam menyuarakan isu lingkungan dan keadilan ekologi.

BACA JUGA:  Pengacara: Klien Kami Disidang, Tapi Hakim Tak Punya Salinan Perkaranya, Kok Bisa?

Jacklevyn mengakui kompleksitas tantangan lingkungan dan menyoroti bahwa isu ini bukan hanya tentang penanganan sampah fisik, tetapi juga mencakup ketidakseimbangan dalam pikiran, egoisme, dan kerakusan. Dia menutup sambutannya dengan mengatakan bahwa gereja memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk berbicara tentang isu-isu tersebut.

Pos terkait