Pemanfaatan Obat Tradisional di Indonesia

Pemanfaatan Obat Tradisional di Indonesia

DEPOK POS – Di Indonesia, penggunaan obat tradisional sudah menjadi salah satu budaya dan tradisi masyarakat yang digunakan sejak zaman dahulu. Pada pertengahan abad ke-20, pengobatan tradisional Indonesia mengikuti perkembangan teknologi dalam penyiapannya. Ini dikembangkan dengan dukungan berbagai kajian ilmiah dan dilaksanakan oleh beberapa universitas dan lembaga penelitian. Serta telah melakukan produksi dengan jumlah yang tepat di beberapa cabang kecil obat tradisional (IKOT) dan cabang obat tradisional (IOT).

Tumbuhan obat merupakan sumber utama pengobatan tradisional. Tidak semua tumbuhan dapat digunakan sebagai ramuan tradisional, karena tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan dengan bahan aktif yang bermanfaat dalam pengobatan sintetik. Tumbuhan obat dapat digunakan untuk membuat berbagai macam sediaan seperti : Sebagai jamu, jamu, makanan penambah daya tahan tubuh, kosmetik, bahan habis pakai dll.

Tumbuhan obat dapat diperoleh dari beberapa sumber, salah satunya dari daerah yang memiliki banyak variasi tumbuhan, seperti hutan dan pedesaan di dekat hutan. Selain sumber hutan, tanaman obat juga dapat diperoleh melalui budidaya.Mendapatkan obat tradisional tidak sulit, karena mudah diperoleh di toko-toko terdekat dan mudah disiapkan sendiri. Selain itu obat tradisional juga memiliki harga yang terjangkau dan sangat jarang menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, masyarakat sering menggunakan obat tradisional sebagai pengobatan alternatif

BACA JUGA:  Dampak Psikologis pada Suami Istri yang Alami Kemandulan

Obat tradisional terbagi menjadi obat herbal, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Penggunaan obat tradisional dalam kelompok jamu sudah dikenal dan digunakan di masyarakat. Pemanfaatan jamu sebagai obat dengan cara yang sederhana seperti pengeringan dan pengolahan dengan cara direbus telah dilakukan secara turun temurun. Sedangkan golongan fitofarmaka merupakan bahan obat alami yang telah teruji secara klinis untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya.

Tentunya dari ketiga jenis kualifikasi dalam pengobatan tradisional tersebut harus dipenuhi syaratnya, salah satunya dilarang mengandung bahan kimia.

BACA JUGA:  Hepatitis B dapat Menular dari Ibu ke Anak? Yuk, Kenali Pencegahannya

Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan obat tradisional. Manfaat menggunakan obat tradisional relatif sedikit efek samping saat Anda menggunakannya
Adanya efek komplementer atau komponen bioaktif tanaman obat. Obat tradisional lebih sering digunakan pada penyakit metabolik dan degeneratif, meskipun pengobatan penyakitnya memakan waktu lama, lebih aman dan relatif sedikit efek samping. Keunggulan lainnya adalah obat herbal memiliki khasiat yang lebih dibandingkan dengan obat kimia, harganya relatif lebih murah dan masyarakat mampu membelinya.(5,35) Walaupun kelemahan penggunaan obat herbal adalah efek farmakologis yang lemah dibandingkan dengan obat kimia, namun bahan baku tersebut belum. tersedia standar dan higroskopis. Khasiat dan efektivitas obat herbal yang dibuktikan secara klinis masih terbatas/belum diimplementasikan, mudah terkontaminasi oleh berbagai jenis mikroorganisme dan jamur, serta proses penyembuhannya biasanya memakan waktu lama.

BACA JUGA:  Mengatasi Penuaan Kulit: 7 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan penggunaannya dalam pengobatan antara lain  daun, batang, umbi, akar, rimpang, kulit kayu, Bunga, buah, biji, jus atau utuh bagian dari tanaman.

Daun merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan untuk obat dibandingkan dengan bagian tumbuhan lainnya. Daun adalah organ fotosintesis utama dan dianggap sebagai komponen kunci pada sintesis komponen bioaktif tanaman sebagai bahan aktif yang dapat digunakan dalam pengobatan.

Sebagian besar penggunaan obat tradisional herbal di masyarakat Indonesia masuk dalam kategori jamu karena mudah diperoleh dan diolah serta telah digunakan secara turun-temurun. Jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai obat antara lain jahe, kencur, temulawak, menira, dan speed. Penggunaan obat tradisional sebagai obat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan, umur, tingkat pendidikan, status ekonomi, faktor lingkungan, sumber Informasi/media informasi.

Ferdian Saleh
Mahasiswa prodi Farmasi universitas Binawan

Pos terkait